DIA MENGUBAH HIDUPKU

DIA MENGUBAH HIDUPKU
KEHIDUPAN YANG MEWAH DAN KEBENARAN


__ADS_3

Faro, pria yang saat ini menginjak umur 45 tahun, seorang pebisnis dan juga seorang model sebuah majalah ternama. Faro menjadi seorang model hanya untuk menyalurkan hobby saja dan juga untuk bersenang senang. Sedangkan pekerjaan sebenarnya adalah seorang pengusaha yang mengelola sebuah perusahaan terbesar di kotanya.


Lima tahun lalu Faro kehilangan seseorang yang sangat ia cintai yaitu sang istri yang telah mendahuluinya menemui sang pencipta. Sejak kematian sang istri yang disebabkan oleh kecelakaan lima tahun lalu. Faro tidak lagi mampu melupakan semua kenangan dan cintanya terhadap sang istri.


saat ini faro tinggal dengan sang ibu. Sesekali iya menginap di apartemen pribadi miliknya yang tidak diketahui oleh sang ibu. Sang ibu hanya mengetahui bahwa anaknya bermalam di villa miliknya atau di kantornya sang anak itu sendiri. ibu lidya sangat menyayangi putranya. Sejak suaminya tiada, faro-lah yang selalu menemaninya di rumah mewah beserta sang istri. Namun maut tak dapat di tolak, sebuah kecelakaan tragis menimpa rania sang istri.


sejak kehilangan sang istri, faro jarang sekali menginap dirumah mewah ibunya. Dia lebih nyaman tinggal di apartemen baru yang dia beli. Sejak sang ibu menyuruhnya untuk mencari pengganti sang istri setelah beberapa rahun kematiannya Faro selalu menghindari ibunya karena desakan yang belum bisa ia kabulkan. Fero tidak mau melawan dan berdebat dengan sang ibu. Lebih baik ia menjaga jarak dengan sang ibu dan sesekali berkunjung


Faro hanya fokus pada pekerjaannya dan aktifitas rutinnya. Jika dikantor ia memiliki sekretaris yang ia percayai dan di bagian pekerjaan lain dia juga memiliki seorang kepercayaan Untuk memantau perusahaannya.


"Faro, berkas yang kemarin udah lo baca dan kasih tanda tangan belom?". Arga memasuki ruang kerja Faro. Karena sudah terbiasa dan sudah tau jika Faro didalam sendirian.


"udah. Ambil aja di lemari tempat biasa. Gue mau balik duluan ga. Gak enak badan!". Kalimat Faro


"loh. Bukannya tadi lo baik baik aja? Ada apa? Tante lidya bahas hal yang sama lagi?". Arga mengajukan beberapa pertanyaan dalam satu kalimat.


"jangan kayak mami! Bosan gue dengerinnya?!". Kesal Faro sembari membereskan meja kerjanya dan berlalu pergi meninggalkan arga yang sedang membaca berkas yang sudah iya temukan di lemari yang sudah di tunjuk Faro.

__ADS_1


"lagian elu far. bukan cuma lo doang yang kehilangan. Mami lidya juga pasti sedih karena selama ini istri lu yang selalu nemenin keseharian dia. lebih baik lo pertimbang lagi permintaan mami lidya!?". Arga sedikit berteriak karena Faro sudah sedikit jauh dari ruangan itu.


baru setengah jalan perjalanan. Tiba-tiba hp Faro berdering. Panggilan pertama ia abaikan karena jalan raya sore itu sangat ramai. Sehingga panggilan itu kembali berulang dan mau tak mau Faro mencari ruang ditepi jalan untuk mengangkat panggilan yang sedari tadi ia abaikan.


"halo". Faro menjawab panggilan itu dingin


"halo bos. Cepat datang kemari. nyonya mami didatangi seorang tamu tapi mami nyonya tidak menyukainya hawa di sini juga sangat horor bos. Lebih baik bos kembali kerumah keluarga sekarang!". Laporan dari seorang pelayan kepercayaannya yang sengaja iya perintah untuk melaporkan apapun yang menjadi masalah disana.


"siapa?". Lagi Faro bertanya dingin


"wanita yang biasa menemui nyonya mami bos". Kalimat itu sontak membuat Faro sedikit terusik.


***


..."aku nggak mau ! Aku mau ketemu Faro tante. Aku tahu Faro pasti ada dirumah ini kan?? Suruh dia keluar". Wanita yang sudah berumur 30 tahun itu tiba tiba kehilangan kesabaranya. sudah hampir 20menit ia berterik memanggil nama Faro. Walaupun sudah di benarkan bahwa Faro tidak dirumah namun wanita itu tetap saja tidak percaya.


"saya sudah bilang dia tidak ada dirumah! Kenapa kamu tidak pergi ke kantornya saja?!". Lidya mulai jengah melihat wanita yang telah dia anggap membunuh menantu kesayangannya.

__ADS_1


"tante tolong aku..aku tidak sengaja melakukannya. Aku tidak tahu kalau ada yang akan menyeberang di sana...aku tidak pernah berniat untuk membunuh orang apalagi istri sahabatku sendiri tante...tolong dengarkan penjelasan aku....plis...aku mohon.... Hikz hikz!". Raya sudah kehilangan cara untuk membuat lidya percaya dengan kalimatnya. Raya benar, ia tidak pernah memiliki niat untuk menghancurkan pernikahan sahabatnya sendiri.


Raya adalah sahabat Faro sebelum Faro menikahi wanita yang ia cintai. Namun peesahabatan merek tiba tiba retak karena raya dijadikan oleh kambing hitam oleh sepupu fero yang tidak menyukai keakraban fero, istrinya dan raya. Sehingga setelah merencanakan sesuatu yang besar maka mereka melancarkan aksi dengan membuat sebuah rekayasa sehingga kejadian yang akan terjadi terlihat seperti raya yang melakukan hal tersebut.


Sebelum menyelidiki hal yang dianggap Faro itu sangat ganjil. Faro juga membenci sahabatnya yang sudah ia kenal dari sekolah hingga sampai pada tragedi kecelakaan sang istri. Tapi Faro belum memiliki waktu untuk menjelaskan kebenaran pada lidya sehingga lidya tidak sudi menerima raya saat ini.


Tidak lama setelah raya berontak ketika lidya menyuruh beberapa pelayan menahannya kembali, Faro datang dan menbantu raya yang dalam kesulitan saat itu.


"Lepaskan dia!". Suara yang sangat di takuti oleh para pelayan dirumah itu tiba sehingga semua membeku sebagian.


"tuan muda?!". Pelayan yang memegangi tangan raya segera melepaskannya.


"Faro! Ada apa dengan kamu...kamu kasihan sama dia?? Ingat nak...dia sudah membunuh is...". Lidya terhenti karena Faro memotong langsung kalimat yang akan dikeluarkan sang ibu mengingatkannya pada sosok yang selama ini ia rindukan.


"mi, Faro gak mau mami selalu salahpaham dengan semua perkataan keponakan mami itu". Faro menyerahkan beberapa dokumen dan rekaman yang membuktikan bahwa raya tidak bersalah.


Setelah membaca semua dan melihat rekaman yang di berikan oleh Faro. Lidya bersalah dan mendekati raya lalu memeluk wanita itu dengan hangat. airmatapun luruh dari mata kedua wanita yang selama ini menemaninya setelah kepergian sang istri.

__ADS_1


Setelah semua bukti itu di ketahui. Akhirnya semua kembali normal seperti biasa. Raya setelah nama baiknya kembali. Ia segera berpamitan untuk kembali melanjutkan kuliah s3 nya di luar negeri. Faro yang mendengar keputusan raya dibuat terkejut begitupun lidya.


"aku tahu kalau keputusan ini akan membuat tante dan Faro terkejut. Tapi aku tidak ingin larut dengan kepergian rania. Aku juga minta sama kamu Faro. Jangan tutup hatimu untuk wanita lain. Rania pasti akan sedih jika dia tahu bahwa kamu tidak melanjutkan hidupmu dengan wanita lain yang beruntung mendapatkan orang bik sepertimu.. Itulah yang diucapkan rania padaku disaat terakhir pertemuan kami. berusahalah untuk menatap masa depanmu. Simpan memorimu bersama rania disebuah kotak yang kapan saja bila kamu merindukannya kamu bisa membuka kembali kotak itu. Tapi jangan pernah membuat kotak itu menghalangi hatimu untuk menerima sosok wanita yang dikirimkan padamu suatu hari nanti. Aku akan pergi. Jaga diri kalian. Aku sayang kalian. Aku akan kembali jika aku sudah sukses nanti. Tunggu kedatanganku. Aku berharap ketika aku kembali. Aku sudah memiliki sahabat baru.". Raya memberikan salam peepisahan pada lidya dan fero.


__ADS_2