DIA MENGUBAH HIDUPKU

DIA MENGUBAH HIDUPKU
ES BEKU YANG MENCAIR


__ADS_3

..."Apa kabar kamu disana sayang? Maafkan aku karena baru mengunjungimu hari ini. aku kesini ingin meminta izinmu rania. Aku bertemu seorang wanita yang memiliki kesamaan denganmu sayang. hanya saja...dia memiliki fashion yang sedikit terbuka. Tapi dia pandai menjaga diri dengan baik. Kamu tahu sayang...awalnya aku tidak pernah berharap kehadiran sosok wanita dihidupku karena aku sangat mencintaimu hingga detik ini. Entah kenapa setelah bertemu dengannya aku melihat dirimu padanya yang membedakan hanya dia lebih cerewet darimu dan sedikit lebih pemarah hmm hhh..."faro berhenti sejenak menghapus air mata yang hendak menetes. "kamu mau tau siapa namanya? Dia fira. Seorang yang sederhana dan mandiri. Fi punya butik dan semua pelanggannya adalah orang orang besar di kota kita ini. Tapi fi..memiliki masa lalu yang sangat kelam dan itu membuatnya cukup lama menggantungku. Rania...semoga kamu diberikan tempat disisiNYA aku selalu mendoakanmu dan mencintaimu terimasih selama kehidupanmu kamu membuatku dan keliargaku bahagia. Aku balik dulu. Aku akan sering mengunjungimu lagi. Sampai jumpa sayang di yang sama suatu hari nanti". Faro beranjak dari tempat pemakaman rania. Sudah satu tahun lebih faro tidak mengunjungi pemakaman rania karena ia tidak ingin mengingat lagi tragedi kecelakaan beberapa tahun lalu. Hari ini faro memberanikan diri untuk mengunjungi pemakaman rania karena ia merasa sudah waktunya dia membuka lembaran baru. Faro tidak mau terpuruk begitu lama.


***


di tempat lain saat ini, butik fira sedang ramai pengunjung, terlihat fira melayani beberapa pelanggannya dengan ramah. Lidya juga ada disana di temani lita istri arga.


"selamat siang tante lidya..." sapa fira


"hai sayang..ini kamu yang rancang?". Lidya terkibat mengagumi stelan yan menurut matanya enak di pandang.


"iya tante, itu juga dibantu fania bukan hanya aku". Fira menjawab.


"mba fira, ada yang cocok buat aku gak mba..soalnya mba tau kan aku punya perut yang berpenghuni....hehe ". Lita memegangi perutnya yang sudah menbesar namun ia tetap ingin bisa mengenakan busana yang ada di depan matanya.


"mmm...sebentar !". Fira pergi keruangannya mengambil sesuatu.


Sedang fira didalam, faro datang dan melihat butik fira sangat padat. Faro melihat sekeliling ia menemukan sang mami ada di dalam.


"mi..". Kejut faro memegangi bahu lidya


"hei sayang...kamu kok tahu mami disini...ataauuu...kamu mau ketemu fira??". Lidya menembak langsung tujuan kedatangan faro ke butik fira.


"emangnua tante ga tahu..arga bilang sama aku kalau bosnya ini sering datang ke sini dan juga sering beekunjung ke apartemennya lidya juga". Sambar lita.


"apaan si bumil. Gak suami ga istri kalian tu sama aja ya!". Faro merajuk dibuat buat.


"mana fira, mi?". Tanya faro lagi


"tadi dia ke dalem mau ambil baju untuk lita" jelas lidya.


"ohw..ya udah aku angkat telpon sebentar!". Faro beranjak sedikit ke temoat yang lebih tenang mengangkat panghilan yabg dari tadi menganggunya.


"nah..coba kamu pakai yang ini. minggu lalu aku ada pesanan untuk wanita yang sedang hamil sama kaya kamu. Jadi aku membuat tiga model. jadi ini belum ada pemilik. Rezeki kamu limited edition! Tenang..aku diskon....". Fira membuay lita tercengang dengan gayanya yang unik mengungkap kalimat terakhir. Tanpa aba aba ketiga wanita itu tertawa bersama.


Faro memandang dari kejauhan melihat tiga wanita yang iya sayangi terlibat sangat bahagia. Sejak lama faro tidak pernah melihat lidya tertawa lepas seperti hari ini begitu juga lita. Sejak keluarga lita meninggal karena kecelakaan arga sellu melihat lita merenung. Faro tidak menyia nyiakan kesempatan ini. Ia merekam dan mengirimnya pada arga.

__ADS_1


"wanita itu...sejak aku dekan dan mengenalnya baru kali ini aku melihat ia tertawa tanpa beban. Sebenarnya apa yang ang membuatnya menjadi wanita yang sangat tertutup??". Faro masih saja mempertanyakan hal itu dalam hatinya.


Hendak mendekati ketiga wanita yang sedang terlihat bahagia entah karena apa. Namun langkahnya terhenti kembali karena panggilan telepon.


"ya, bagaimana?!". Tanya faro tampak serius


"..."...


"brengsek!!". Faro tiba tiba mematikan sambungan sepihak. Faro mengepalkan tangannya dengan sangat kuat. "pria tidak punya otak itu! Jika saja aku bisa memberikan pria itu pelajaran aku akan habisi dia saat ini juga!". Rutuk faro. Entah apa yang ia ketahui tentang informasi yang dilaporkan padanya sehingga membuat darah dalam tubuh faro mendidih.


"oh iya fi, tadi faro datang, tapi katanya mau teleponan dulu entah dengan siapa" ujar lidya mengedarkan pandangannya.


"oh ya. Kenapa aku gak lihat ya tan?!". Ucap fira santai.


"hai ". Fro tiba tiba berdiri disamping fira sambil merangkul pinggang kecil fira dengan sebelah lengannya.


"ya ampun! Bisa gak sih jabgan ngagetin!". Seperti biasa faro sangat hoby membuat fira terkejut. Entah kenapa faro sangat senang melihat fira merajuk dan mengomel seperti saat ini.


"haha..iya maaf..". faro mencubit hidung mancung fira dengan gemas.


***


setelah melewati hari hari yang melelahkan tibalah saatnya menikmati akhir pekan. Fira masih bermalas malasan di tempat tidurnya. Ia tidak ada kegiatan pagi ini. Fira sudah mengganti kode pintu apartmennya dan juga memberi tahu fania.


Tin tong


Ting tong


"ya ampun...siapa sih pagi pagi!". gerutu fira.


ia berjalan malas membukakan pintu.


"fi...kanu masih tidur..." faro heran karena tak biasanya fira belum bangun saat dia berkunjung.


"lagi males aja. Kamu juga ngapain pagi pahi udah datang biasanya siangan kan datangnya?!". Fira lagi lagi ber ekspresi yang membuat faro gemas melihatnya.

__ADS_1


"hmmm...jadi aku ganggu istirahat kamu?". Faro memeluk fira dan menghadapkannya sehingga tatapan mereka bertemu.


"faro kamu ngapain! Aku belum mandi. Lepasin gak!". Fira menutup setengah wajahnya karena fira memang belum membasuh wajahnya sama sekali.


"aku tidak mempermasalahkannya aku hanya ingin memelukmu". ungkap faro lagi dan mendaratkan bibirnya di kening fira.


"laki laki ini...kenapa aku merasakan nyaman didekatnya? Apa aku mulai menerima kehadirannya? Tapi..apa aku bisa menerimanya, dengan semua trauma yang masih saja datang membayangiku?! Ya tuhan....bantu aku untuk bisa mendapat kebahagian jika laki laki ini benar yang terbaik untukku". Bathin fira, sedangkan pandangannya tak beralih daei mata faro yang saat ini juha menatapnya penuh cinta.


"baiklah. Sekarang kamu mandi aku tunggu untuk sarapan. Sana! Aku udah menunda sarapan karena ingin sarapan bersama kamu?!". faro pura pura merajuk dan melapas pelukannya.


Fira menurut, karena tidak mungkin lagi ia bisa kembali bermalasan karena faro akan mengusilinya nanti.


Tidak butuh waktu lama untuk mandi. Fira keluar dari kamarnya dan melangkah ke arah dapur yang sudah tersedia sarapan yang di bawakan oleh faro tadi, keduanya melalui srapan dengan khidmat dan tenang juga di selingi dengan bincang bincang ringan.


"faro, kamu ngapain?". Tanya fira melihat faro membongkar lemari baju miliknya


"aku cuma mau tau isinya". Jawab faro sibuk melihat lemari pakaian fira.


"apa gunanya...kamu jangan jangan ada kelainan ya?!". Fira memancing faro agar berhenti.


"apa! kamu bilang apa tadi...?". Faro tiba tiba berhenti dan beralih pada fira dan siap menangkap fira. Fira yang sedikit takut jug beranjak dengan cepat namun kecepatan fira kalah oleh faro. Alhasil fira saat ini lagi lagi kembali ke pelukan pria kekar itu.


"apa kamu sangat menyukai memakai pakaian sperti ini saat dirumah??". Tanya faro yang masih memeluk fira dari belakang


"ya, dari aku remaja..kenapa? Apa kau ingin menyuruhku membuangnya? Itu tak dapat ku ubah!". Jujur fira


"bukan. Aku tidak memoermasalahkannya. Tapi aku tidak rela jik suatu saat kamu di rebut lihat oleh laki laki jahil diluar sana!". Ucap faro


"keluar aku memiliki fashion yabg berbeda, jadi jangan menggeladah lemariku lagi atau aku akan lapor polisi karena mengganggu kenyamanan. Hmm!". Ancam fira dengan tujuan bercanda.


"baiklah. Tapi kamu gak bisa laporin aku karena kamu juga udah mencuri hati aku secara gak sadar!". Faro tak mau kalah


"dasar. Laki laki aneh!". Fira hendak melepas pagutan faro namun faro tidak peenah bosan memeluk wanita yang saat ini ia cintai. Faromenarik kembali tubuh fira sehingga keduanya saling menatap. Tubuh keduanya saling bersentuhan, jantung keduanya bekweja tidak normal dari biasanya, faro dwngan pelan mendekati wajah fira dan mengecup bibir fira penuh cinta dan kelembutan, fira yang mendapat perlakuan lembut daei faro membalas dengan perlakuan yang sama.


Faro sempat terkejut dengan balasan yang diberikan oleh fira. Ia teringat dengan informasi tentang fira. Tapi faro senang karena fira tidak menolaknya.

__ADS_1


Sejak pagi itu hubungan fira dan faro terjalin sangat baik dan bahagia. Seperti anak remaja yang baru pacaran.


__ADS_2