
Seperti biasa faro mengunjungi fira atas peemintaan lidya. Faro hanya mencoba terbisa dengan tingkah dan keinginan lidya saat ini, demi kesehatan sang ibu.
"selamat datang tuan..". seorang pelayan menyambut faro dengan senyum dan ramah. Faro berkunjung ke butik fira siang hari dengan niat membawanya untuk makn siang bersama.
"ya, dimana fi?". Tanya faro
"ada di ruang kerja tuan, anda masuk saja, mba fira sedang merancang busana". Jelas pelayan lagi. Faro segera menuju ruangan yang telah di tunjuk oleh pelayan butik.
"apa kau selalu menunda jam makanmu?!". Ujar faro yang mengejutkan fira yang sedang fokus dengan kerjanya.
"auh!! Kau... Ssshhh!!". Jarum yang di pegang oleh fira mengenai jarinya. Faro juga terkejut dan merasa bersalah karena ulahnya.
"fi, maaf. Aku tidak berniat membuatmu celaka. Lihat!". Faro menarik tangan fira dan dengan cekatan faro membersihkan luka yang sangat kecil itu. Fira dibuat tercengang karena ulahnya.
"mphhh hahaha....hei, ini hanya luka kecil. Bukan luka sayat juga. Kenapa kau bertingkah seperri ini??? Ada apa denganmu!". Kalimat fira yang tadinya tertawa diawal sekarang bertanya benuh penasaran.
"apa ini lucu?? Kau pikir aku terlihat lucu dengan menghawatirkan mu?!". Faro lepas kendali dan moodnya benar benar rusak karena kalimat fira.
"ups.. Sory...faro...kau tidak apa apa....apa aku keterlaluan. Baiklah aku minta maaf. Apa kau jadi mentraktirku makan siang???". Goda fira memegang tangan faro. Namun faro masih dalam diam. Ia sedang meredam emosinya karena ia juga tidak mengerti apa yang telah terjadi dengan perasaannya saat ini. Iabegitu cemas dengan hal kecil yang barusan terjadi.
"sudahlah. Lupakan. Mungkin aku hanya berlebihan dalam bersikap". Ucap faro datar dan mengusap wajahnya dengan kasar.
"apa yang terjadi denganmu? Apa ada masalalu mu yang berhubungan dengan luka kecil ini?". Fira mulai menanyai faro karena faro benar benar terlihat frustasi.
"tidak, aku hanya..". Faro terdiam kembali.
"baiklah, aku tidak akan menanyakannya lagi". fira berusaha memahami dan kembali berdiri hendak merapikan pekerjaannya yang berantakan. Faro tidak bisa menahan lagi apa yang tengah terjadi pada dirinya. Sejak berkenalan dengan fira hudupnya kembali berwarna dan cerah walau hujan turun sangat lebat membasahi bumi.
Faro mengikuti langkah fira dan memeluk pinggang kecil wanita itu dengan lembut. Menggantungkan dagunya dibahu fira
"faro! Apa yang kau lakukan! Ada apa denganmu??!". Fira benar benar terkejut dan tubuhnya menahan takut karena ia sudah lama tidak bersentuhan dengan pria sejak ia bercerai dengan mantan suaminya.
"aku mencintaimu fi, maafkan aku. Aku tidak bisa menahannya lagi. Hiduplah bersama. Aku janji akan menjagamu dan membhagiakanmu. Hiduplah denganku". Pernyataan faro yang tiba tiba membuat fira hilang angkal.
"ff..ffaro...maafkan aku. Tapi aku belum bisa untuk hal itu. Aku tidak bisa lebih dari seorang teman. Aku mohon jangan buat aku membuat kesalahan yang akan merusak hatimu nanti". Kalimat fira dapat faro mengerti. Tapi faro tidak ingin menyerah begitu saja. Karena firalah yang membuka hatinya. Walaupun fira tidak membeeikan harapan padanya selama kedekatan mereka tapi faro tetap jatuh hati pada fira. Wajita yang menurut faro banyak menyimpan luka dalm hatinya.
"aku tidak akan memaksamu, tapi aku juga tidak mau kecewa di akhir perjuangannku untuk mendapatkan hatimu". kalimat faro membuat fira semakin kalut. Fira juga tidak bisa membohongi hati dan perasaannya tapi trauma yang ia dapat dimasalalu membuatnya menepis perasaannya pada faro.
"apa kita tidak jadi makan siang?? Perut kecilku sudah meminta sesuatu". Fira mencoba mengalihkan dan faro mengerti dengan pengalihan pembicaraan mereka.
"baiklah. Tapi pikirkan lagi permintaanku tadi. Aku tulus dengan hal yang aku ucapkan padamu fi". Pinta faro sambil membawa tangan wanita itu kehadapannya lalu mengecupnya penuh cinta.
Keduanya tidak tahu bahwa ada seseorang yang melihat dan mendengar percakapan mereka dari tadi, orang itu tak lain adalah lidya. Lidya tidak sengaja mendatangi butik fira. Ia hanya lewat dan berniat mampir sebentar. Tapi lidya menemukan anaknya berada di dalam dengan wanita yang ia juga sukai dan ingin mengambilnya menjadi menantu.
***
Di apartemen fira saat ini sudah sangat berantakan, lebih tepatnya sengaja membuatnya berantakan dan membersihkannya kembali dengan sangat teliti.
Tit tit tit klik
suara pintu apartemen tidak terdengar oleh fira karen fikirannya sedang kacau. Lagi pula kode pintu itu hanya iya berikan pada fania.
"fi...aku datang. .maaf ya. Mertua aku baru balik kemarin. Maa tian juga datang nih fi..kamu dimana???". Fania memanggil tapi tidak ada jawaban.
"sayang". Tian memberikan kode bahwa fira sedang duduk di ruang tengah sedang membersihkan benda ditangannya.
"ya tuhan! Mas..." fania tampak cemas. Karena fania tahu jika fira seperti ini berarti fira sedang strees dan banyak pikiran.
"apa yang terjadi dengan fira hari ini sayang??". Tanya tian
"aku tidak tahu sayang. Biasanya dia juga curhat tapi ....apa kali ini dia tidak bisa mengendalikan masalahnya dan bercerita padaku? Apa seberat ini masalahnya?? Mas..apa yang harus kita lakukan??". Fania bingung jika fira sudah seperti ini mau tak mau mereka harus ikut membantunya.
"fi...?". Panggil tian lagi
"mas tian?". Panggil fira.
"y..ya..kenapa?". Tian menjawab cemas. Karena yang ia tahu pertanyaan di suasana swperri ini sangat aulit dijawab
"secepat apakah pria mendeteksi perasaannya?". Tanya fira.
"mengapa kau menanyakan hal itu?". Tian balik bertanya
"aku sedang mencari jawaban.". Akhir kalimat fira.
"fi. Aku buat makan mal dulu ya?". Fania langsung pergi dan membuat tiga porsi makan malam sedangkan tian teepaksa membantu fira bebenah. Hingga jam menunjukkan pukul sebelas malam.
__ADS_1
"akhirnyaa...apa tampak lebih baik daei tatanan semula??". Kalimat firayang ouas dengan kerjanya
"kau memang yang terbaik!". Kalimat serempak daei fania dan tian yang sedang tersandar di sofa besar karena akhirnya mereka dapat instiraht.
"kalian mandilah dulu. Pakaian kakian masih ada di kamar tamu. Aku juga akan mandidan menyantap makan malam yang kau buatkan tadi". Fira meninggalkan tian dan fania yang sedang melepas penat.
"siaoa orang yang membuat fira seperti ini sih!". Kesal fania
"aku tidak tahu, yang jelas. Kita harus hati hati mulai sekarang. Kamu ingat terakhir kita melakukan ini berapa kali setelah melakukan pekwejaan pertama?". Ingat tian. Sebwlum fania dan tian menikah, fira peenah membuat pasangan itu membantunya membersihkan rumahnya dengan akhir yang sangat melelahkan. Itu sebab dari perbuatan mantan suami fira yang membuatnya frustasi.
lalu kali ini siapa yan telah membangkitkan frustasi itu, tidak ada yang tahu
***
π"halo".
π"apa kamu sibuk hari ini nak?".
π"tidak, ada apa tante?".
π"mau kamu makan aiang dengan kami?? tante minta kamu tidak menolaknya sayang..."
π"baiklah, beeikan alamatnya kita bertemu disana"
π"baiklah sayang. Tante tunggu. Terimakasih
Itulah isi percakaoan lidya dan fira.
Setengah jam setelah menwlepon akhirnya fira sampai di restoran yang di sebutkan oleh lidya.
Lidya melihat fira daei kejauhan ia tampak mengernyitkan keningnya melihat wanita yang agak terlihat pucat di matanya.
"tante sudah lama menunggu?". Tanya fira sekaligus menyapa.
"tidak. Baru sepuluh menit tante datang, mari duduk". Ajak lidya
"maaf tante..disamping tante siapa?". Tanya fira karen tidak mengenal wanita yang ada disamping lidya.
"kenalkan, ini sahabat tante. Baru bertemu setelah puluhan tahun. Sebelumnya tante sudah berniat mengajakmu dan kebetulan kami bertemu jadi tante mengajaknya bersama. Kamu tidak keberatankan sayang?". Kalimat lidya
"tidak apa apa tante. Mungkin aku kelelahan saja. Untung tante berdua mengajakku makan siang jadi aku dapat menambah stamina tububku kembali". Alih fira. Padahal saat i i fira tengah bertarung dengan masalalu yang tiba tiba datang membayanginya karena pernyataan faro teehadapnya beberapa hari lalu.
"begitukah?? Jangan oeenah izinkan trauma masalalu mengerayangi kehidupanmu di masa depan nak. Itu tidak akan bembuatmu keluar dari labirin yang membuat dirimu tersiksa. coba lepaskan semua dan lupakan trauma itu dengan perlahan.
" jika bisa dan mudah". Jawab fira tanpa sadar.
Kedua wanita oaruh baya itu saling menatap. Sedangkan fira hanyut dalam pikirannya namun tubuhnya tengah menyantap hidangan di hadapannya. lidya dan sahabatnya memahami dan akhirnya mengetahui ternyata fira memikiki trauma masalalu yang membuatnya menjauhi diri dari para pria.
"terimakaaih tante atas makan siangnya. Saya duluan karen butik sedang ramai hari ini lain kali kita lakukan lagi makan siangnya". Fira pergi dengan sendiri. Sedangkan sahabat lidya melihat wajah yang sangat tersakiti pada fira.
"kenapa kamu tadi memberikan nasehat seperti itu? Apa kamu melihat sesuatu padanya?". Tanya lidya pada sahabatnya di dalm mobil.
"dia memiliki trauma yang sangat dalam. sehingga aku dapat melihat tatapan kosong wanita cantik itu. kelebihannya dia dapat membuat hatinya tegar dan kuat secara fisik namun bukan hatinya. Dia memiliki hati yang rapuh dan mencoba tegar agar tidak di kasihani oleh seseorang yang ada di sekitar." penjelsan sahabat lidya.
"jadi...maksud kamu dia memiliki trauma yang cukup berat?". Tanya lidya lagi meyakinkan
"benar. Jika faro ditolak oleh wanita cantik itu. Itu karena trauma tang dia miliki. Dia tidak mau mengulang kembali trauma yang sama dalam rumah tangga". penjelasan sahabat lidya lagi lagi membuat lidya bingung
"maksud kamu...dia ".kalimat lidya terhenti
"benar, dia memiliki trauma bersam mantan suaminya dan itu trauma yang sangat menyakitkan sehingga ia tidak bisa membuka hati pada pria manapun termasuk faro". penjelasan sahabatnya sangat ia mengerti.
***
"apa alasannya fi? Berikan aku alasannya supaya aku mengerti dan tidak akan mengaggu hidupmu lagi. Toling berikan aku jawaban yang logis?!". Kalimat faro terdengar frustasi di dalam apartemen fira sore itu.
"ada trauma yang tidak bisa aku jelaskan padamu. maafkan aku. Aku tidak bisa membaas cintamu dan aku tak dapat menerima lamaranmu faro. Maafkan aku". Fira merasa berasalah tapi itulah yang terbaik.
"tidak bisakah kamu memberitahuku?". Faro lagi lagi berusaha
"maafkan aku faro". Singkat fira
"baiklah. Bagiku tidak ada yang sulit disunia ini. Jika kamu tidak mau memberi tahu aku. Maka aku akan mencari tahu sendiri. Aku masih menunggu jawabanmu. Tapi jika aku keluar dari ruangan ini jangan menyesal jika aku mengetahui itu dari orang lain!". Faro benar benar kesal karena tidak mendapatkan jawaban daei fira.
"terserah kamu. Jangan berharap lebih karena tidak ada yang tahu kehidupanku di masalalu". Fira berkata tenang namun bukan u tuk faro.
__ADS_1
Faro pergi meninggalkan fira dalam keheningan. Faro menggeram karena tidak habis pikir trauma apa yang membuat fira menolaknya.
***
πcari tahu semua sedetail mungkin! Ingat! Saya mau terperinci!.
πbaik tuan
Entah sipaa yang ditelpon oleh faro. Tapi yang jelas. Faro akan tetap mencari tahu identitas dan bagaimana kehidupan fira di masalalu. Faro tidak bisa terima jika ia di tolak tanpa alasan.
"maafkan aku fi, aku hanya ingin tahu alasan kamu menolakku. Apapun hasil dari pencarianku aku juga akan menerimanya apapun itu tanpa penyesalan". Gumam faro di ruang kerjanya.
"faro..." lidya menemui sang anak di ruangannya.
"ya mi? Kenapa?". Jawab faro menormalkan ekspresinya.
"ada yang mau mami bicarakan...tentang fira". Faro membeku. Ia gelisah swmpat berpikir jika ia akan mengetahui tentang fira yang tidak bagus.
"apa mi??". Lidya menceritakan pertemuannya dengan fira beberapa hari lalu dengan sahabatnya.
..."jadi...teman mami berkesimpulan jika trauma yang dimiliki fira karena mantan suaminya kasar dalam melakukan hak dan kewajibannya?". Faro menangkap hal yang memang tidak baik. Pantas fira tidak mau menjelaskn padanya. Juga fira menolaknya dengan cepat karena hal ini.
"mami cuma berharap kamu dapat meyakinkan hati dan kepercayaan fira kembali pada pria. Jik kamu benar mencintainya. Bersabarlah mendekatinya. Mami akan mendoakanmu nak karena mami juga mengharapkan fira menjati menantu mami. Mami pergi dulu". lidya berlalu meninggalkan faro yang tengah memandang jauah kearah jendela.
"siapa lelaki brengsek yang membuatmu mati rasa fi.? Aku pastikan akan membuatnya menyesal atas perbuatannya padamu!". Rahang faro mengeras dan kepalan tangannya begitu kuat.
***
"bisa aku masuk...". Faro mendatangi apartemen fira. Faro tidak menyerah secepat itu. Seperti ia mendapatkan hati rania dulu.
"mau apalagi faro...aku capek! kalau kamu mau bahas hal kemaren lebih baik kamu kembali saja". Ujar fira cuek.
"kamu cuek padaku lagi fi??? Aku hanya ingin bertemu dwnganmu. Aku juga datang dengan bawaan yang berat. Bisakah kamu menawarkan aku masuk dulu??". Faro mencoba sabar. Melihat fira bertingkah cuek seperti ini faro sangat ingin memeluk wanita dihadapannya ini namun ia akan mendapatkan itu nanti jika waktu mengizinkan.
"ya sudah. Masuklah, tapi ingat...". Fira
"baiklah sayang.. Aku tidak akan macam macam!". Kalimat faro membuat fira ternganga.
Faro melihat wajah kesal fira merasab terhibur. Dia akan menggunakan cara lain u tuk mengambil hati fira perlahan.
"sayang, kamu mau makan buah atau camilan lain?? Atau aku buka aja ya mana yang kamu mau nanti". Lagi lagi faro membubuhkan kata sayang.
"apa kau demam?!". Tanya fira yang sedang duduk di sofa menonton film kesukaannya.
"tidak. Aku baik. Sehat. Kenapa ?". Tanya faro berpura pura.
" kau yakin??!". Fira memaatikan. Karena ia tidak mau jika pria yang bersamanya sedang kesurupan jin aneh.
Faro duduk di samping fira membawa beberapa mnn dirangannya. "coba kamu civio yang ini deh. Aku beli di restoran yang baru buka kemaren!". Faro memakan beberapa santapan dihadapannya.
"mmm". jawab fira yang sedang fokus melihat televisi. Faro yang merasa dirinya tidak di acuhkan mengambil remot disamping duduk fira lalu mematikannya setelah itu melempar remot itu ke sofa yang tak teejangkau oleh fira yang sedang duduk.
"faro!! Kamu mendibg pulang deh kalau mau gangguin aku!". Fira kesal karen keseruannya menonton film teeusik. Fira hendak mengambik remot di sofa yang ada disaamping faro. Namun faro menggagalkannya. Faro menarik tangan fura dan merangjul pinggang wanita itu hingga jatuh di atas pangkuannya. Tatapan mereka bertemu. Ada sesuatu yang aneh setiap pandangan mereka bertemu.
"ya tuhan...pria ini kenapa begitu gigih...walaupun aku menerimanya tapi aku belum bisa melaksanakan kewajibanku sebagai istri nantinya" bathin fira. Tubuhnya masih dalam dekapan faro.
"sampai kapanpun aku akan menunggumu sial fi??". Kalimat itu tiba tiba keluar dari mulut faro.
"faro, lepaskan....kau memelukku terlalu kuat". Fira menjdi salah tingkah mendengar kalimat faro.
"aku tidak akan melapaskanmu secepat itu sayang...". Faro menyandarkan kepalanya ke dada fira. Itu membuat jantung fira berdetak tidak normal.
"faro sudahlah...tubuhku keram. Lepasin aku far??!". Fira mencoba melepaskn pelukan faro. Namun sia sia. Fira takut jika faro mendengar detak jantungnya yang tak beraturan.
"aku mendengarnya fi..apa seperti itu juga ketakutanmu??". Ucap faro lagi.
"apa maksudmu?". Fira bertanya bingung
"izinkan aku mengobati semua itu fi. Aku janji akan membuatmu nyaman denganku". Faro tampak memeluk fira sangat lembut dan penuh arti. sehingga fira mulai merasa nyaman dengan peelakuan faro padanya.
***
"baiklah, aku menerimanya, tapi apa jaminan jika kamu benar benar menepati janjimu padaju?!". Fira
"kita buat hitam diatas putih!". Faro
__ADS_1
Kesepakatanpun terjadi.