
satujam sudah mereka lewati, tinggal satu jam lagi untuk sampai ke tujuan mereka. Tapi....
Hendak melewati tikungan sepi sebuah truk besar mengarah pada mereka.
"sayang awas!!!"....
"aaaaaa!!"
"mama.....!!!"
Itulah teriakan dari mereka ketika trus itu mendekat ke arah mereka.
BRAAKKK!!!
Ketiga mobil itu terpental ke sagala arah. dua mobil mendapat benturan ringan daei trus tersebut walaupun korban mendapatkan beberapa luka cedera pada tubuh mereka. Tapi tidak dengan mobil yang di tumpangi oleh fira dan faro mobil mewah itu terguling swhingga fira dan fari terkuka lebih parah.
Arga dan lita berusaha keluar dari mobil mereka yang sesaat mengeluarkan asap tebal mereka takut jika mobil itu mekedak tiba tiba, arga mengeluarkan lita dan kembali mengeluarkan anaknya yang tengah menangis ketakutan beruntuk arga membawa dudukan anak yang khusus ia gunakan tiap melakukan perjalanan dengan mobil walupin anaknua terluka tapi tidak terlalu parah. Setelah mereka keluar dan juga mengeliarkan beberapa tas bawaan mereka yang berisikan uang dan ho juga beberapa kartu identitas. Arga lita dan anaknya sudah berada di pinggir jalan yang juga sudah menjauh radi mobil mereka yang tak henti mengeluarkan asap tebal.
Begitu pula dengan lidya dan raya. Keduanya segera keluar dan tidak lupa membawa tas kecil dan HP mereka. Lidya masih tampak ketakutan karena selama ia hidup baru kali ini ia mengalami kecelakan yang sangat hebat baginya. Raya memegangi kidya menuju tempat dimana arga dan anak istrinya berdiri.
__ADS_1
Sedangkan faro masih berusaha mengeluarkan fira yanh saat ini tidak sadarkan diri dan tubuhnya mengeluarkan banyak darah di bagian kepala. Arga dan raya mendekat dan membantu dengan tenaga yang masih tersisa.
"fira! Sadarlah..kau mendengarkan aku bukan?!!". Faro memanggil fira sembari berusaha menarik tubuh wanita itu.
"faro, pelan pelan...seperrinya kepala istrimu terluka parah! Ayo coba sekali lagi!". Ucap arga mengontrol emosi faro yang sudah tampak sangat cemas.
Selagi arga dan faro mencoba mengeluarkan tubuh fira dari mobil, raya berusaha menghubungi ambulans.
Beberapa jam setelah raya menutup panggilan. Ambulans pun datang dan bergegas membawa fira dan faro lebih dulu. Lalu disusul oleh yang lain dengan mobil ambulans yang lain.
Dibutuhkan tiga puluh menit menuju rumah sakit akhirnya mereka sampai di tujuan. Fira masih tidak sadarkan diri.
"maaf pak, keluarga menunggu disini saja. Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk!". setelah perawat menahan tubuh faro pintupun ditutup.
tubuh faro melemah dan terduduk di lantai depan ruang operasi. Lidya yang melihat sang anak mendekat dan memeluk faro memberikan semangat kepadanya. "kita berdoa sayang. Mami yakin fira mampu melewati ini semua faro. Dia wanita yanh kuat!". Seru lidya memagut erat sang anak
"faro gak mau kehilangan fira dengan cara seperti ini mi! Fira sedang mengandung anak faro mi, cucu mami!". Faro kembali menangis dalam pelukan lidya.
Arga, lita, raya mendengar kalimat faro juga tertegun karena merek baru menyadaei bahwa fira dalam keadaan hamil muda.
__ADS_1
"arga, apa fira akan baik baik saja?!". Ucap raya yang masih dalam posisi menerawang.
"kita serahkan semua pada yang kuasa ray. Kita hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik!". Kalimat arga yang juga membeku dengan keberadaan janin di rahim fira. Ia juga merasa tidak baik karena ia tahu bagaimana rasanya kehilangan.
"sayang...kamu tidak apa apa??". Lita yang menyadari ketegangan arga mencoba membuat peria itu untuk kembali tenang.
Tiga jam sudah berjalan namun ruang operasi belum juga terbuka. Para perawat tidak juga kunjung terlihat. Semuanya semakin cemas dan tidak henti merapalkan doa dan harapan mereka.
Klek!
Akhirnya pintu ruangan operasi tebuka, seorang dokter keluar dari ruangan itu. Wajahnya terlihat putus asa.
"dokter...". Ucap lidya
"maafkan saya pak faro". Kalimat dokter terputus dan enggan melanjukan kalimatnya
"istri saya bagaimana dokter! Apa dia selamat..dia akan baik baik saja kan dok?!!!". Tanya faro beruntun
"anda dan keluarga harus tetap sabar dan tabah., kami...".
__ADS_1
-----------