DIA MENGUBAH HIDUPKU

DIA MENGUBAH HIDUPKU
MAUT


__ADS_3

Beberapa hari melakukan liburan ternyata sangat baik untuk menormalkan fikiran atau juga membantu menghilangkan stres bagi keluarga faro dan sahabatnya, Mendatangi beberapa objek wisata dan menikmati beberapa kuliner yang sangat jarang mereka cicipi.


"sayang, terimakasih ya?". Ucap fira yang tengah memandang kota besar disaat malam hari.


"untuk apa? apa yang aku lakukan sehingga kamu mengucapkan kata itu sayang?? Hem?". Jawab fari sembari kembali bertanya


"untuk semuanya ". Fira memeluk tubuh faro dan keduanya memandang ke arah gedung gedung yang tinggi menjulang.


***


"papa aku senang sekali bisa liburan bersama dengan oma lidya...lain kali kita libiran bersama lagi ya pa?". Ucap anak arga dengan penuh semangat.


"iya sayangnya papa. Nantibkalau kita semua memiliki hari yang lapang kita akan liburan bersama lagi ya...tapi harus janji jangan sampai membuat mama mu kecapek an sepwrti tadi ya...karena mengawasimu yang berlarian kesana jemari seperti hari ini?! Oke???". Kalimat arga


"oke papaku tercinta...". Jawab anak arga. Walaupun anak itu masih berusia lima tahun tapi ia tumbuh begitu cepat. menjelma menjadi anak yang bijak dan sangat pintar.


"kalau papa adalah cinta mu jadi mama yang mengandung dan melahirkanmu ini ???" lita memasang wajah manyun. Arga yang melihat tingkah istrinya hanya menggeleng dan tersenyum.


"mama adalah malaikatku!". Anak lima tahun itu mengambur ke pelukan lita dengan cepat.


***


"tantee....kenpa tiba tiba melamun...?". Tanya raya pada lidya yang sejak tadi ia perhatikan tampak risau.

__ADS_1


"entahlah ray, tiba tiba perasaan tante tidak tenang rasanya tante inhin lebih lama di sini. Menambah waktu liburan kita untuk beberapa hari kedepan". Kalimat lidya sendu.


"tante..jangan seperti itu. Kita serahkan semuanya pada tuhan. Mungkin tante hanya banyak pikiran. Jadi perasaan tante jadi ga tenang...". Hibur raya


"semoga saja ray. Tante hanya tidak ingin kebahagian kita hari ini menjadi hari terakhir senyuman kita ray...". jujur lidya yang tanpa dapat iya tahan tangisnya pecah begitu saja.


"tante...jangan berkata hal seperti itu tante...kita semua akan baik baik saja tante..tante tenang ya..nanti kalau ada yang mendengar kita bgaimana. walaupun aku memiliki firasat yang sama dengan tante tapi aku menepis semua itu tan. Jadi tante tenang aja. Semoga kita baik baik aja ya tan..." raya menenangkan lidya yang sangat terlihat kacau.


***


Seminggu sudah terlewati, saatnya sekelompok keluarga itu kembali ke rumah mereka. Mengemas dan bersiap melakukan perjalanan yang cukup lama karena mengingat keadaan fira yang tengah hamil muda saat ini.


"fi..apa kamu sudah selesai??". Faro yang sedang memeriksa koper baju mananyai fira. Tapi fira tampak sedang tidak fokus pada suara faro di sampingnya. Sehingga faro mengulangi kalimatnya lagi "sayang...fi...??". Lagi lagi fira tidak mereapon dan hanya sibuk merapikan pakaiannya.


"sayang...kenpa tiba tiba memelukku?". Tanya fira yang baru menyadari keberadaan sang suami.


"apa yang kamu pikirkan? Aku dari tadi memanggil dan mengajakmu berbincang tapi kamu tampak tidak fokus". Ucap faro


"apa? Jadi kamu dari tadi ....". Kalimat fira tehenti karena faro kembali memotong kalimatnya.


"dengar, lihat aku. Apa yang sedang kamu pikirkan? Ceritakan semuanya padaku. aku suami kamu fi..aku tidak mau kamu banyak pikiran kamu sesang hamil jangan stres sayang..". Ungkap faro


"aku tidak melamun, aku hanya ingin disini lebih lama. Aku merasakan kenyamanan di villa ini. Bagaimana kalau kita disini beberapa hari lagi ?!!". Fira bersemangat

__ADS_1


"tapi sayang...kerjaan aku menunggu di sana...lain kali kita rencanakan lagi yaa..aku janji!". Sebenarnya faro sesih jika menolak oermintaan fira. Tapi ia tidak bisa menambah liburan mereka saat ini. Pekerjaan yang sudah ia tinggalkan selama seminggu sedang menantinya.


"ya udah gak apa. Lain kaki kita liburan lagi sama anak kita ya..." kalimat fira. Faro yang mendengar mengiyakan dan memeluk fira erat.


Entah mengapa semuanya enggap untuk kembali pulang, kecemasan dan tidak ingin terpisah walaupun karena berbeda mobil seakan peejalanan mereka adalah yang terakhir.


***


Semua koper sudah di kemas dan audah dimasukkan ke bagasi mobil masing masing. perjalanan mereka pagi ini akan di mulai. Cuaca pagi itu sangat bagus. Cahaya matahari menyinari kota dengan menyeluruh. Ketiga mobil kembali melaju beriringan dengan pelan.


suasana hati mereka semua terlihat bahagia walaupun terkadang merasakan ada bahya diantara mereka saat ini. Tapi mereka berusaha menepisnya.


Beberapa jam melakukan perjalanan pulang yang hanya butuh waktu dua jam lagi menuju rumah masing masing mereka berhenti untuk istirahat makan siang. Mereka akan kembali melanjutkan perjalanan setelah makan siang.


"ayo makan yang banyak. Karena setelah ini kita akan melakukan perjalanan dua jam non stop!". Kalimat faro bersemangat.


"jangan terlalu kenyak faro. Nanti mengantuk! Yang ada kamu gak konsentrasi nanti". Arga mengingatkan.


Mendengar itu semua tertawa renyah dan melanjutkan kembali suapan mereka yang tertunda sebentar.


***


satujam sudah mereka lewati, tinggal satu jam lagi untuk sampai ke tujuan mereka. Tapi....

__ADS_1


__ADS_2