DIA MENGUBAH HIDUPKU

DIA MENGUBAH HIDUPKU
PERMULAAN


__ADS_3

SAH...


Setelah menjalani waktu selama setahun untuk saling mengenal, akhirnya fira dan faro menikah. Tapi sebelum semua itu terjadi faro sempat putus asa karena alasan fira yang angay dimengerti dan dipahami oleh faro.


.."maafkan aku faro. Aku memang mempunyai rasa padami. Tapi aku...aki tidak berani untuk melanjutkan untuk lebih serius lagi. Kamu sudah tahu siapa dan bagaimana masalaluku bagaimana. Aku belum bisa lepas dari semua trauma itu far!". Jelas fira


"fi, aku melamarmu bukan juga karena hal lain. Karena aku mencintaimu, tentak kewajibanmu aku tidak akan memaksamu...aku akan menunggumu siap u tuk hal itu fi, u tuk saat ini aku hanya ingin mengikatmu dalam sehuah pernikahan tak lebih. Aku tak bisa jauh darimu, walau sebentar". Jujur faro.


"tapi faro...???". Keluh fira lagi


"apa kamu bersesia menikah denganu fi??". kalimat faro penuh harap


Fira tampak berfikir. Ia tampak masih ragu. Karena dalam pernikahan nanti ia mempunyai kewajiban sebagai istri faro. Walaupun faro tidak menuntutnya.


"baiklah...tapi maafkan aku jik aku nanti belum bisa memenuhi hak mu faro". Kalimat fira


"aku hanya ingin kamu selalu ada didekatmu dan menemaniku di hari hariku. Terimakasih sayang!". Faro memeluk dan mencium kening fira dengan penuh kehangatan.

__ADS_1


***


Beberapa bulan setelah pernikahan, faro dan fira sudah tinggal dalam satu rumah yaitu apartemen Faro. Fira melaksanakan kewajibannya sebagai istri menyiapkan makan, membantu faro setiap pagi berpakaian sebwlim ke kantor. Walaupun faro sudah memanggil pelayan dari rumah lidya untuk membantu dan meringankan pekerjaan rumah sang istri. Tapi itu tidak membuat fira luoa dengan kewajibannya melayani dan menyiapkan kebutuhan faro.


"far...kamu gak kerja...kenap masih tidur...far...faro...". Fira membangunkan faro dengan caranya sendiri. Tapi tidak seperti biasanya faro masih lelap dalam tidurnya.


"faro..kamu sakit??!". Fira curiga . Ia kembali membuka selimut yang menyembunyikan tubuh faro.


"kenapa sayang...". suara faro lemas tak bertenaga


"ya ampun..kamu demam far??!". Fira memegangi dan merasakan suhu tubuh faro yang terasa hangat. Fira bergegas mengambil apa yang dibutuhkan faro saat ini.


Faro yang mendapatkan oerlakuan itupun dibuat kagum. "pria mana yang menyianyiakan wanita baik seperti mu fi, sebodoh apa lelaki yang dulu membuatmu kecewa fi. seandainya itu aku..aku tidak akan menyia-nyiakan kamu". bathin faro yang setengah sadar karena pengaruh obat yang diminumnya.


Dari pagi faro hanya tidur, sedangkan fira saat ini tengah melihat pelayan membuat makan malam. Fira hanya melihat dan menemani pelayan itu bekerja. Sesekali fira membantu mengaduk atau mencicip masakan pelayan yanh sudah berumur itu.


Fira teringat akan faro. Ia belum melihat kondisi faro sejak terakhir ia memastikan faro terlelap setelah meminum obat penurun demam. Fira pegi menuju kamar mereka dan meliht keadaan faro sore ini.

__ADS_1


"loh, kenapa gak ada...apa di kamar mandi?". Fira tidak menemukan faro di tempat tidurnya. Lalu fira mengecek kamar mandi yang da di kamar itu. Faro juga tidak ada dikamar mandi.


"kamu nyari aku..". Tiba tiba faro memeluk fira dari belakang dengan kalumat manjanya. Entah sejak kapan faro seperri itu fira juga tidak mengi gat. Kalau istilah sekarang banyak yang menyebutnya Bucin.


"faro..?! Kamu ngagetin aku!". Kesal fira karena ulah faro.


"hahaha..kamu terkejut...maaf sayang..". Lagi lagi faro mengeratkan pelukannya pada fira.


"dasar kamu. Coba sini aku lihat. Panas kamu udah turu . Kamu masih pusing tau ada yang maaih terasa sakit?!". tanya fira yang membuat faro teecengang. fira memang menunjukkan sifataslinya pada faro termasuk kecerewetannya saat ini.


"sstt...udah. Jangan ngomel. Aku udah baikan. Makasih ya sayang..udah rawat aku. Biasanya bisa dua atau tiga hari begini kalau demam. Tapi kali ini gak cukup satu hari aku sudah merasa baikan. Terimakasih istriku sayang...". Kalimat faro membuat fira tersipu. Fira tidak bisa menyebut kata sayang pada faro. Entah kenapa ia juga tidak tahu. Karena kata itu baginya saat ini sangat berat untuk diungkapkan.


"sama sama. Sekarang karena kamu udah bangun bagaimana kalau kita makan? Tadinya aku mau nunggu kamu bangun untuk makan". Ajak fira yang diangguki oleh faro.


Mereka bersua menuju meja makan dan menikmati semua menu yang dibuat oleh pelayan mereka.


Sejak faro hidup satu rumah dengan fira. Faro memahami fira dengan cepat begitu juga dengan fira. Ia tidak pernah melakukan kesalaha yang akan membuat faro kesal atau bertanya hak aneh padanya.

__ADS_1


Kebahagian dan kenyamanan selalu bersama mereka dari pertemuan awal mereka hingga saat ini kehiduoan rumah tangga mereka.


__ADS_2