DIA MENGUBAH HIDUPKU

DIA MENGUBAH HIDUPKU
KUNJUNGAN


__ADS_3

lidya terlihat lesu dan tak bersemangat, iya merindukan fira. Karena setelah menikah anak dan menantunya hanya tinggal seminggu saja di rumahnya, faro tidak mau jika lidya mengetahui jika mereka belum memimirkan keturunan karena alasan daei fira.


"nyonya mami kenapa??.". Pelayan mendekat dan menanyai tuannya.


"bi, telepon faro, suruh dia kesini. Juga bilang kalau saya menyuruhnya menginap disini beberapa hari". suruh lidya, segera pelatan itu menghubungi faro.


***


faro pulang dengan keadaan muka masam dan kesal. Entah apa yang menyebabkan dia seperti itu. Fira yang sudah pulang lebih dulu dari butik, fira sudah tampak bersih dan segar.


"kamu udah balik". Fira menyapa faro seperti biasa.


"hmm". Jawab faro singkat. Fira yang melihat ekspresi faro merasa bahwa ada yang berbeda dengan pria yang saat ini sudah menjadi suaminya walaupun belum seutuhnya mereka melakukan kewajiban suami istri. Tapi faro telah berjanji untuk menunggu kesiapan dari fira.


Fira mengikuti suaminya ke kamar mereka. Fira baru mengetahui jika faro dapat mengekspresikan kekesalannya. Selama fira mengenalnya, faro selalu bisa menahan emosi walaupun ada masalah dikantor.


"kamu kenapa? Gak biasanya kamu terlibat seperti ini?! ada apa?". Tanya fira sembari mengarahkan wajah faro padanya. Faro yang mendapat perlakuan seperti itu dari fira merasakan hatinya tak karuan.


"ya tuhan...menatapnya dengan jarak seperti, semua kemarahan dalam hati hilang begitu saja. Apa sedamai ini hidup denganmu fi?". Bathin faro

__ADS_1


"far...faro..". Fira lagi lagi heran melihat tingkah faro


"mh yya..kenapa sayang...??" faro memeluk fira


"kau kenapa...tdi wajhnya marah pas masuk rumah tadi?". Tanya fira penasaran


"gak ada apa apa sayang. Gak tau kenapa hari ini di kanyor tiba tiba banyak sekali masalahnya. Sejak arga minta cuti liburan bersama keluarganya kantor jadi gak terkontrol. Padahal sebelumnya arga juga sering ke luar kota tapi gak seeulit ini". jujur faro lemas


"ya sudah..sekarang kamu bersihkan badan kamu dulu. setelah itu kita makan. Aku nungguin kamu supaya bisa barengan". Kalimat fira.


"oh ya ampun! Sayang..aku lupa kalau malam ini mami nyuruh kita makan malam dan nginap juga beberapa hari. Kamu gak keberatan kan??"". Tanya faro ragu


"gak usah sayang. Kan bju bju kita sudah ada disana...kamu lupa...kan kita yang beli dan kit tinggalin disana...". ingat faro


"oh iya. hehe aku lupa".


Setibanya di rumh lidya. Keduanya disambut hangat oleh lidya sampai sampai lidya hanya memeluk fira dan melupakan anaknya itu karena lidya kali ini hny merindukan sang menantu.


"lupa deh kalau punya anak!". Rajuk faro dibuat buat

__ADS_1


"gak bkalan lup dong! Ank nakal mami satu satunya". Sambut lidya yang masih memandang rindu pada menantunya.


"mi! Apaan sih...gak banget deh!". Faro segera menaiki anak tangga dan melangkah menuju kamarnya. Faro berniat hedak memeriksa pkaiannya dengan fira. Seingatnya mereka memang meninggalkan beberapa pakaian di rumah ini. Tapi ketika dibuka....


"SAYANG.....". teriakan faro memekakkan telinga penghuni rumah.


"astaga....kenapa sih tuh anak...!". Kesal lisya berpura. Ia tau pa yang sedang terjadi dengan putranya itu.


"mi, fira lihat dulu ya..." lidya langsung mengangguk


...


"ada faro...kenapa kamu teriak kyak gitu..malu maluin aja...!". Ungkao fira


"sayang. Maaf. Tapi ini darurat!". Kalimat faro


"ada apa??". Fira dibuat penasaran


"kamu lihat?!".firo mematuhi kalimat faro dan keduanya saling memandang

__ADS_1


__ADS_2