
Sebulan sudah raya berada di kota kelahirannya, tapi ia belum bertemu dengan faro karena sibuk dengan pekwrjaannya yang ada di indonesia. Raya hanya bertemu dengan lidya setelah satu minggu berada di kota itu.
"hah! Capek bangen ternyata hari ini. Aku istirahat sebentar deh!". Raya yang sejak tadi pagi sibuk dengan pekerjaannya di perusahaan keluarganya.
"permisi nona raya, ada yang ingin bertemu dengan anda nona". Seorang sekretaris masuk ke ruangan raya dengan menyampaikan informasi untuk bosnya.
"siapa?". Tanya raya penasaran karena dia tidak memiliki janji dengan siapapun hari ini.
"aku". Tiba tiba seorang pria masuk ke ruangan raya sembari menunjukkan senyumnya yang khas
"faro?!! Ya tuhan....!". Raya terkejut bercampur senang. Ia menyingkirkan beberapa dokumen yang ada di hadapannya.
"saya permisi nona". Kalimat sekretaris raya
"baiklah. Lanjutkan kegiatan kamu. Oh iya. Tolong suruh OB buatkan minuman untuk saya dan faro". Kalimat raya yang di pahami oleh sekretarisnya
"ray, kamu sibuk?". Faro memulai kalimatnya
"aku tengah istirahat, dari pagi aku gelut sama tu berkas berkas!". omel raya
"kamu sudah bertemu mami?". Tanya faro lagi
"sudah. Seminggu aku di sini aku temui rante dan bercerita panjang dengannya. Seperrinya tante sedikit tak beremangat. Ada apa?? Hem?!". Kalimat raya
__ADS_1
Keduanya berjalan menuju sifa yang ada di ruangan raya. Beriringan dengan itu seorang masuk dengan izin yang audah diberikan dan meletakkan dua minuman dan beberapa camilan di atas meja yang disana audah duduk faro dan raya.
"minumlah. Jadi.kamu dan fira masih belum baikan??"" sembari menawari raya juga langsung menanyakan hal yang sedang menjadi pikirannya
"fira tidak mau mendengarkan penjelasanku. Aku sudah berusaha untuk membuatnya mengerti tapi vanya selalu datang ke butik untuk membuat pikiran fira berubah ubah! Ck! Aarrghh!! Aku frustaai ray!!". Faro putus asa
"hahaha. Far..far....iasanya kamu bisa menangaji masalah seperti ini. Sewaktu rania di cuci otaknya sama vanya juga kamu bisa memberikan pengertian padanya?! Sekarang kenapa kamu terlihat tak berdaya?". Selidik raya yang tidak percaya bahwa sahabatnya itu tidak bisa menyelesaikan masalahnya dengan sang istri.
"fira sangat keras kepala. Dia jauh daei rania yang dapat percaya padaku dengan semua penjelasan. Sedang fira...dia tidak mempercayaiku karena di masalaluia peenah di kecewakan oleh pria yang semoat singgah dalam hidupnya!". Faro tak bersemangat.
"hehe..dasar kamu. Setelah kamu menghadapi rania bertahun tahun kamu malah tidak bisa membuat fira peecaya padamu". Kalimat raya
"mau gimana ray...fira sangat berbeda dengan rania. Fi lebih keras kepala dari rania! Aku kewalahan jika keadaan hatinya seperti ini wakauoub dia tidak oeegi jauh tapi sama saja aku tidak bisa dekat dengannya. Aku dibuat seperti orang bodoh olehnya raya?!!" keluh faro lagi
"ray...plis...??!!". Faro meohon agar raya mau membntunya kali ini.
"oke oke! Nanti sore aku akan temui fira dan membntumu menjelaskan semuanya. Tapi ingat?!!! Aku dapat imbalan setara ya....". kalimat raya menggoda faro
"aku akan berikan kamu hadiah yang belum peenh aku berikan padamu bagaimana?!". Jawab faro semngat.
"deal!". Keduanya pun memecah tawa.
***
__ADS_1
tiga hari sejak kedatangan raya ke butik fira dan menjelaskan semua secara perlahan dan detail. Fira mengerri dan memahami apa yang sebenarnya terjadi. Walaupun awalnya fira tidak percaya pada raya karena dia baru bertemu dengan raya. Faro tidak banyak bercerita tentang sahabatnya ini pada fira dengan terperinci.
tiga hari lalu di butik fira...
Butik sore itu tampak ramai. Fira yang melayani para oelanggan juga menahan pegal di betisnya karena hari ini iya memakai seoatu dengan tumit tinggi. Bukan sengaja ia memakai sepatu itu hari ini. Jika tidak bertemu pelanggan pentingnya yang selalu memesan busana di tempatnya. Ia tidak akan memakai dan berpenampilan luar biasa.
"selamat sore...". raya sampai di depan pintu butik dan menyapa pelayan lebih dulu. Raya masuk dan melihat lihat lebih dulu bak pelanggan baru.
"selamat sore nona...anda mencari model apa?? Saya bisa membantu dan mungkin ada beberapa rekomendasi dari kami. Ya itu adalah fira.
"oh..saya mau bertemu dengan pemilik butik ini, apa dia ada ditempat saat ini?". Kalimat raya
"maaf, kalau saya boleh tau ada keperluan apa nona dengan beliau?". Pura fira bertingkah seperti pelayan.
"kalau begitu mari ikut saya". Kwduanya pun berjalan menuju ruangan yang disebut kantor di butik itu. Setibanya di kantor fira. Raya di persilahkan duduk dan disuguhi camilan dan minuman.
"ada keperluan apa nona dengan saya??". Kalimat fira ramah.
"e..jadi kamu fira???". Raya terkejut dan memerhatikan fira dengan lama
"iya. Benar. Ada apa dan keperluan ap...". kalimat fira terhenti.
"aaa..ternyata kamu orangnya..selamat ya atas pernikahan kalian berdua. Maaf aku tidak bisa datang karena aku terlalu sibuk. Oh iya. Aku lupa. Aku raya. Sahabat faro dan rania. Tenang aja..aku bukan orang jahan. Aku kesini diminta faro untuk menjelaskan sesuatu katena dia bilabg kamu gak mau dengar penjelasan dia saat ini. Tapi tenang aja...aku tidak memihak siapapun di sini. Aku hanya ingin menjelskn kenapa dan bagaimana sebenarnya vanya di keluarga sahabatku itu....". Raya menjelaskan semua daei nol hingga menemukan titik sambung di akhir penjelasannya.
__ADS_1
Fira di buat tertegun mendengar semua penjelasan dari raya. Ia sangat memahami.tapi ia sama sekali tidak menyesal sudah marah pada faro karena ia ingin melihat sampai mana faro bisa memperrahankan tindakan dan sikapnya yang keras kepala.