
Fira pergi dengan perasaan kecewa pada faro. Walaupun faro belum menceritakan siapa wanita itu dan apa hubungannya dengan masalalu faro.
Sedang di sisi lain, faro hendak ingin memaki wanita yang membuat fira pergi begitu saja dari sisinya.
"apa maksud semua ini". kalimat faro dingin
"faro....kamu belum berubah. Masih dingin seperti kulkas. Kamu sepertinya sangat bahagia dengan wanita itu. Apa kamu sudah melupakan rania??". Kalimat vanya penuh dengan penekanan.
"jangan berulah atau kau akan tahu akibatnya!". Kalimat faro terdengar mengancam. Faro pergi dengan tergesa karena dalam otaknya hanya fira.
"aku tidak akan melepasmu begitu saja. Jika aku tidak bisa mendapatkanmu maka tidak ada seorangpun yang mendapatkan cintamu!". Gumam vanya penuh hasrat dan senyum horor membayang dibibirnya
Vanya menyukai faro sejak pertama kali mereka bertemu di acara kekuarga besar. Tepatnya acara kumpul kumpul keluarga ketika hari ulang tahun vanya yang ke tujuh belas. semua keluarga berkumpul semua dari anak hingga cucu.
Vanya yang di hadiahi kado oleh faro menganggap itu kado istimewa bagi vanya. Karena faro sangat ramah dan baik padanya ketika itu. Perlakuan faro saat itu membuat vanya salah mengira. Sedangkan faro bersikap sama kepada semua sepupunya.
***
"bisa bisanya dia memeluk faro didepanku! Apa wanita itu tidak tahu kalau aku istri faro?!". Rutuk fira dalam mobil yang sedang dikendarainya. Fira tidak tahu kemana ia akan membawa mobil itu pergi. Fira hanya terus mengemudi dan sesekali berhenti entah itu di sebuah cafe di pinggir jalan ataupun taman taman kecil yang ada di sudut jalan yang ia lalui.
Pikirannya saat ini sedang tidak baik. Hatinya juga kacau. Jika ia kembali kerumah ia sudah pasti akan bertemu dengan faro, sedangkan saat ini fira sedang tidak mau bertemu dan berbicara pada faro saat ini karena ia sedang kesal.
Fira merasa bahwa hidupnya oenuh dengan kekecewaan. Entah itu di masalalu ataupun saat ini.fira jug seeing berpikir antah kesalahan apa yang ia pervuat sebelumnya sehingga ia hanya menerima kekecewaan.
***
Dilain tempat. Faro menelusuri setiap ruangan yang ada didalam rumahnya namun tidak ada tanda tanda keperadaan sang istri. Faro tak berhenti hanya dirumahnya saja. Faro juga mencari keberadaan fira di rumah mami lidya.
"sayang!!". Entah apa yang terjadi dengan faro tak biasanya ia secemas ini pada fira. Lidya yang melihat sikp uring uringan faro membuat lidya menghentikan langkah sang anak yang hendak keluar dari rumah.
"faro...". Sapa lidya tenang
__ADS_1
"mi!". Faro menoleh ke arah lidya dan langaung menghambur ke pelukan mami lidya. Faro menangis sejadi jadinya.
"kamu bertengkar dengan fi??". Lidya yang tidak tahu peemasalahan yang terjadi dengan anak dan menantunya.
"wanita itu kembali mi!". Faro mencoba menormalkan emosinya."vanya datang ke butik dan membuat fi marah karena sikapnya yang seperti orang tidak waras!". Jelas faro
"apa nak??!!! Untuk apa dia datang setelah sekian lama??? Kamu cepat cari fira. Mami tidak rela jika vanya berbuat sesuatu yang membuat kita kehilangan untuk kedua kalinya faro. Cepat cari fira kerahkan semua anak buahmu untuk menemukan fira secepat mungkin!". Pinta lidya pada sang anak.
Faro yang di beri mandat yang tidak biasa daei sang ibu. Membuatnya kembali bangkit dari kesedihannya. Ia kembali bertenaga setelah lidya memberikan semangat pada sang putra.
***
Sudah seminggu fira tidak pulang ia menginap disalah satu hotel milik faro. Fira yang mengenal faro memutuskan untuk memilih hotel untuk tempat istirahat karena ia tahu bahwa faro tidak akan pernah mengira jika ia akan menginap disana. Faro sangat jarang datang ke hoyel itu karena hotel yang satu ini tidak pernah bermasalah daei awal berdiri hingga saat ini.
"selamat malam nyonya..". Sapa sambutan seorang wanita muda di resepsionis.
" selamat malam, saya mau satu kamar biasa untuk satu orang". Kalimat fira santai.
"baiklah yang penting saya bisa istirahat dengan nyaman". Ucap fira mengalah.
Wanita itu langsung memberikan kunci dan mengantarkan fira menuju kamarnya. Fira sudah tampak tenang. Namun ia masih enggan untuk menghubungi faro dan untuk mengaktifkan kembali hp yang saat ini ia simpan didalam tas.
***
Faro tampak frustasi karena dia sudah seminggu tidak dapat menwmukan sang istri wajah kusam dan rambut berantakan bukanlah faro yang sebenarnya seorang yang rapi dan menyenangi kebersihan.
Lidya yang melihat kondisi sang anak juga ikut merasakan kasihan. Tidak pernah ia melihat faro seperri orang yang tidak waras. Ketika kehilabgan raniapun faro maaih biaa mengonteol dirinya. Tapi tidak dengan kehilangan fira walau wanita itu hanya pergi untuk menenangkan diri.
"faro...kamu sudah periksa semua tempat yang mungkin terlewatkan nak???"
"faro sudah mencari ketwmot yang duku fira datangi dan tempati mi. Tapi tidak ada hasil". Kalimat faro lemah.
__ADS_1
Lidya hanya dapat memberikan semangat untuk sang anak agar ia bisa membawa kembali istrinya dan semua kesalah pahaman segera berakhir.
***
Fira tiba tiba ingat untuk mengaktifkan kembali ponselnya. Fira sudah begitu tenang dan sudah siap jika tiba tiba faro menghubunginya.
Benar saja, baru saja ponsel diaktifkan sudah banyak pesan dan panggilan yang datang memenuhi ponselnya. Fira hanya membersihkan semua yang membuat ponselnya menjadi lambat.
Disisi lain arga sedang menyuruh seseorang untuk mencari dimana loksai fira saat ini. Ketika orang suruhannya menemukan titik terang dan menjelaskan pada arga, tidak perlu menunda arga segera memberikan informasi pada faro.
faro sangat senang ketika arga menghubunginya, faro tidak lagi menunggu lama ia langsung peegi membersihkan diri dan berpenampilan rapi seperti semestinya.
***
Fira sangat menikmati kesendiriannya saat ini ia belum ingin menemui faro. Siang ini fira memesan makanan yang menurutnya enak di hotel itu. Setelah makan siangnya datang fira tidak langsung memakannya, iya tengah asyik dengan televisi dihadapannya. "tidak begitu membosankan jika vasilitasnya cukup baik seperti ini". Gumam fira.
Tok tok tok
Suara ketukan dari luar membuat fira teralihkan dari televisi di hadapannya. "aku tidak memiliki janji atau membutuhkan bantuan! Lalu siapa dan mengapa ada yang mengetuk pintu kamarku?!". Fira meneliti kembali makan siangnya, ternyata memang disana belum ada air mineral yang ia besan sebelumnya. "mungkin itu pelayan yang mau antar kekurangan ku". Fira langsung membuka lebar pintu kamarnya tanpa ada kecurigaan.
Jeng.....
Benar, yang mengetuk tadi adalah faro, suaminya sendiri. "sayang...."sapa faro lembut.
Bukannya menyambut fira malah dengan gerakan cepat menutup kembali pintu itu. Tapi kecepatan fira terkalahkan oleh kecepatan faro yang lebih dulu menahannya.
"pergi...aku gak mau bicara atau mendwngarkan apapun saat ini!". Ketus fira dengan wajah yang dibuat marah.
"aku tidak akan melakukan itu. Aku akan terus disisimu". Faro menjawab sembari memaauki kamar itu dengan cepat.
"aku minta kamu keluar atau aku teriakin kamu maling!?". Fira masih mendorong tubuh suaminya
__ADS_1
Faro memanfaatkan siatuasi dengan memeluk tubuh fira dengan merangkul pinggang kecil istrinya. Fira tampak terkejut dengan apa yang sedang dilakukan oleh suaminya. Mata mereka bertemu dan tatapan itu terbagi dua. jika pandangan fira penuh dengan kekesalan berbeda dengan faro tatapannya penuh dengan kerinduan dan kasih sayang.