
Seperti biasa setiap hari kamis butik fira selali sepi entah karena apa. Tapi faktanya sejak dia membuka butik itu memang selalu sepi di hari hari kamis.
"mba saya pergi keluar dulu. Sudah waktunya makan siang.."ucap seorang karyawannya.
"ya udah, nanti seperti biasa ya, kakau udah jam tiga kamu tutup butiknya, setekah kamu makan siang saya akan kembali pulang" perintah fira. Karyawannya juga mengangguk mengerti. Setelah karyawannya beranjak dan keluar dari butik fira pun memesan makanan secara online. Hari ini entah mengapa ia sangat malas untuk keluar dari butik itu. Biasanya ia rela menutup butik itu hingga selesai makan siang.
"selamat siang....". Terdengar seseorang daei arah depan
"ya, selamat datang...silahkan ada yang bisa saya bantu nona?". Sambut fira dengan sopan dan penuh dengan senyuman
"saya mau membuat baju pasangan. Yang satu untuk saya dan satu untuk pria. Apakah butik ini ready dengan keinginan saya?". Kalimat wanita yang seperrinya pelanggan baru fira. Karena fira sangat hafal sekali siapa siapa lelanggannya.
"tunggu sebentar ya nona, saya akan lihat dan semoga masih ada stok terbaru untuk nona". Fira pergi meninggalkan pelanggan wanita itu dan melihat beberapa stok yang bisa ia tunjukkan pada pelanggannya.
__ADS_1
"maaf, anda menunggu. Ini ada dua pasang dengan modelnyang berbeda. Anda boleh liht atau mencobanya nanti saya bantu". Ucap fira lagi sembari menggantungkan busana yang ada di tangannya ke sebuah gantungan khusus.
"tunggu mba, saya mau minta pendapatnya, apakah busana ini cocok untuk pria yang didalam foto ini??". Wanita itu memberikan foto itu ke hadapan fira.
Deg
Fira membeku ketika melihat wajah pria yang diperlihatkan. Benar itu adalah wajah faro suaminya saat ini. Tapi kenapa dan ada apa suaminya dengan wanita dihadapannya? Apakah faro menghianatinya dan hanya kasihan padanya sehingga menikahinya karena iba? Bertubi pertanyaan muncul dari kepala fira saat ini. Tapi fira mencoba untuk tetap profesional dalam pekerjaannya.
"kalau boleh saya sarankan lebih bagus anda dan pasangan lebih cocok mengenakan yang berwarna abu abu ini". Saran fira masih dalam senyuman. Namun dalam hati ingin rasanya ia cepat meminta kebenaran dari faro.
***
Hari masih pukul empat sore. Faro merasa ada yang aneh dengan perasaannya. Perasaan yang dulu pernah datang ketika sebelum ia kehilangan rania.
__ADS_1
"ya tuhan..ada apa ini?! Kenapa perasaanku gak enak begini..apa terjadi sesuatu dengan fira??". Faro mencoba menghubungi fira tapi tidak tersambung. Faeo juga menghubungi butik tapi ia juga tidak mendapatkan jawaban. Lalu faro ingat bahwa ia menyimpan kontak salah satu dari karyawan terpesaya fira.
"halo..saya faro suami fira, paakah butik sudah tutup? Apa kamu tahu dimana keberadaan istri saya?". kalimat faro beruntun.
"tenang tuan, mba fira sudah pulang pukul setengah empat tadi. beliau juga mengeluh bahwa baterai hpnya juga tidak ada. Tuan coba hubungi ke rumah mungkin saja mba fira lupa mengecas hp atau bagaimana". Jelas wanita itu dan fari mematikan oanggilan setwlah mengucapkan terimakasih.
Faro dengan cepat menelpon rumahnyanamun entah mengapa faro tampak seperti kecewa. Karena ketika panggilannya tersambung, pelayan dirumahnya malah berkata fira belum kembali kerumah.
"halo bi, fira udah pulang?". Tanya faro
"belum tuan. Tadi siang beliau sempat menelpon kalau akan kembali pukul tiga. Tapi bibi belum melihat kedatangan nyonya". Jujur pelayan.
Faro terhenyak tepat di kursi kerjanya ia merasa tubuhnya bak melayang dan pendengarannya sedikit terganggu. Pikirannya terus melayang dan fira yang tersenyum membayanginya.
__ADS_1
"kamu kemana fi...?? Tidak biasanya kamu seperti ini ...ya tuhan..jaga istriku dan jangan ambil orang yang aku sayangi dengan cara yang sama". Bathin faro yang tak beberapa lama meneteskan airmatanya tanpa sadar.