
Bangunan Apartemen kecil yang padat penyewa disebuah kawasan yang berada di sudut kota. Apartemen itu terlihat para penghuni yang ramah dan sopan. Kenapa tidak. Karena mereka semua bersebelahan. Swpwrri sebuah kost an yang biasa kita tahu. Namun bedanya dengan apartemen ini memiliki luas yang sedikit lebih besar dari rumah kost an.
Fira, wanita yang sudah berumur 30an masih memiliki paras cantik dan juga masih tampak muda. Banyak yang tertipu dengan penampilannya saat usianya sudah menginjak kepala tiga itu.
Fira adalah wanita perantau dengan status janda tanpa anak. Fira memiliki usaha online, di lain itu Fira juha membuat konten yang dapat memberinya penghasilan mencukupi hidupnya di perantauan. Namun tidak ada yang tahu konten yang dibuat oleh Fira itu adalah hasil editan dirinya. Karena ia sengaja menutupi identisnya di akun tersebut. Orang-orang hanya kenal Fira di akun jualan onlinenya bukan konten di akun sebelah miliknya.
Penyebab fira memilih menjadi seorang janda karena ia tidak sanggup menghadapi mantan suami yang selalu membuatnya tersiksa baik jasmani maupun rohani. Ditambah dengan sikap mertuanya yang menyiksa bathin setiap kali berkunjung kerumahnya dan mantan suami dulu.
Fira memiliki sahabat yang selalu membantunya dari mereka masih sekolah dulu. Fania wanita yang sudah berkeluarga dan masih setia pada sahabatnya. Fania saat ini bekerja diperusahaan besar di kota yang saat ini ia tempati begitupun dengan suaminya. Mereka bekerja di perusahaan yang sama namun bidang mereka berbeda. Fania dan sang suami tidak memiliki keturunan sehingga mereka masih bisa berkumpul dengan fira kapanpun setelah bekerja.
"fi, biasanya sore-sore gini bakso yang jadi lagganan kita udah lewat, tapi udah jam segini kok masih gak kelihatan ya?!". Fania yang sudah lama duduk di tempat yang disediakan pihak apartemen untuk penyewa bersantai sore hari.
"tunggu aja bentar lagi juga datang, mungkin ada pelanggan juga dia disana fan, emangnya udah berapa hari sih gak makan bakso?". Sahut fira yang tengah asik dengan ponselnya.
Teng! Teng! Teng!
Terdengar bunyi yang khas memanggil para pelanggan setianya. Akhirnya bakso keliling yang menjadi jajanan sore penyewa apartemen sudah datang.
__ADS_1
"hari ini makan makso mbak?". Abang bakso itu berhenti tepat didepan pagar batas apartemen.
"iya bang! Dua bakso satu mie ayam!". Teriak fira
"loh?! Satu lagi buat siapa? bukannya cuma kita berdua?". Fania bingung dengan tiga pesanan fira. Karena ia tahu hanya dalam keadaan kesal fira mampu membuat porsi makan sahabatnya bertambah.
"lagi pengen makan doble aja..". Sahut fira santai
"ini mba, ". Tukang bakso mengantar tiga mangkok pesanan fira.
"hehe, iya mba.. Tadi di apartemen mewah dan elit ada ibu ibu yang beli. Habis 3 porsi dia sendiri mba, mungkin udah kelamaan puasa makan bakso jadi ibu itu melampiaskannya hari ini". Jelas tukang bakso yang hanya di balas nggukan oleh keduanya.
"sshhh...haa..mantap pedesnya! Oh iya, giman jualan online kamu minggu ini?! Banyak di chekoutin pembeli gak?". Kalimat fania sambil menikmati kiah pedas dihadapannya.
"mmm lumayan, ada kenaikan sedikit minggu ini. Shhh..mch cuma aku mungkin bakan tutup dulu di awal bulan soalnya aku dapat kontrak dari sebuah platform yang katanya karya aku yang ke dua begus dan berhak mendapatkan lebih dari para pembaca offline. Katanya juga mau dicetak untuk tahan pertama. Menurut kamu gmn?". Jelas fira yang kembali menyendok bakso dalam mangkok.
"ya bagualah. Jadi kamu bisa fokus juga kan? Lagian karya kamu yang kedua terlihat seperri nyata aku udah baca. Itu tentang kehidupan kamu bersama pria itukan?". Fira yang melihat ekspresi fania hanya mengangguk.
__ADS_1
Setelah menikmati bakso di sore hari, akhirnya fira dan fania pergi ke supermaket terdekat untuk menemani fira membeli kebutuhan bulanannya seperti sembako dan lainnya. Selama berbelanja mereka berdua tengah asik bergurau entah apa topik saat itu.
"fi, kamu udah coba mie yang baru ini gak?". Saat ini fira dan fania berada di rak khusus makanan instan.
"udah, jurang enak rasanya. Bagusan yang ini. Rasanya bikin nagih. Aku malah pernah kalap. Lupa diri masak 3 bungkus sekaligus". Jawan fira.
"tidak baik untuk kesehatan apalagi kalian masih terlihat muda, ingat masa depan jika nanti berkeluarga..". Seorang ibu-ibu yang sedari tadi berdiri di belakang fire dan fania tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Memang bukan disengaja karena iya juga memerlukanan makanan yang teletak di rak depan makanan instan.
"eh, iya bu, gak tiap hari juga bu. Cuma ketika lagi oengen makan aja dan jiga ketika akhir bulan". Jawab fira sedikit tersenyum.
"oh..begitu..kalian sudah berumah tangga? Maaf ibu cuma bertanya. Katena ibu lihat kalian masih muda dan terlihat seperti gadis". Tanya ibu itu lagi.
"ibu...jangan percaya sama penampilan bu..nyatanya kita berdua udah ga gadis lagi, say sudah bersuami, sedangkan dia sudah janda". Ujar fania terkekeh kecil
"oh ! Astagaa...kalian awet muda, baiklah klau begitu. Saya duluan, ingat jaga pola makan selagi bisa. Apalahi kamu, pasti ada pria yang akan setia dan baik nantinya hidup bersamamu". ucap ibu ibu yang tidak memperkenlkan dirinya.
Fanoa dan fira membayar semia belanjaan mereka dikasir dan kembalo le apartemen kecil milik fira.
__ADS_1