
"Ketemu" gumam jason.
Jason keluar dari ruangan yang di penuhi dengan komputer itu lalu kembali menuju ruang tamu.
Sembari menuruni tangga dalam hati Jason berkata "Sungguh gadis yang malang" tersenyum sinis.
"Lilis" panggil jason.
"Ya tuan" balas lilis.
"Kemari" perintah jason.
Lilis berjalan dengan gemetar dan ketakutan ke arah Jason yang terlihat seperti binatang buas yang sangat kelaparan.
"Apa hubunganmu dengan gadis ini, kenapa kau begitu baik kepadanya? Kau tidak khawatir akan nasib mu setelah kau membantunya?" tanya Jason santai.
Lilis hanya terdiam dan menunduk.
"Jawab!" bentak Jason.
"Maafkan saya tuan" mohon Lilis.
Seketika tangan Jason melayang hampir mengenai pipi lilis untung saja rara dengan cepat mendorong lilis dan menggantikan tamparan Jason yang seharusnya untuk lilis.
"Aww" lilis terjatuh
"Sungguh drama yang hebat" ujar jason sambil tertawa sinis.
"Lilis tidak bersalah! Mengapa kau menghukumnya!" bentak Rara.
"Baiklah jika kau tak mau lilis di hukum maka kau bisa menggantikan posisinya" ujar jason santai.
"Baiklah apapun untuk lilis" balas rara sembari melihat lilis.
Jason menarik tangan rara dengan kasar menuju kamarnya dan melemparnya ke dalam kamar mandinya, lalu Jason menyalakan shower dan menyirami seluruh tubuh rara dengan suhu air yang sangat dingin itu.
"Bagaimana? Apakah airnya hangat sayang?" ejek jason sambil memegang dagu rara.
Rara hanya bisa menggigil kedinginan, kemudian dengan kasar Jason melepas semua pakaian rara satu persatu hingga ia bertelanjang bulat, rara hanya bisa menangis dan menahan rasa malunya, betapa ia ingin menampar dan menendang pria jahat seperti iblis ini.
Rara menutupi bagian depan tubuhnya dengan lututnya dan duduk di pojok kamar mandi karena ketakutan akan perlakuan dari iblis jahat itu.
Jason menghampiri rara yang sedang ketakutan setengah mati dan menggigil di pojok kamar mandi dengan wajahnya yang menjengkelkan itu.
"Hai sayang, apa yang kau lakukan? Kenapa kau begitu takut terhadap suamimu ini? Tenang saja sayang aku tidak akan menyakitimu" ujar Jason merayu.
"Tidaaaak! Pergi kau! Aku tidak ingin melihatmu! Jangan sentuh aku!!" bentak rara terisak.
"Sayang apa kau tidak mau melayani suami mu ini hah?" ejek Jason.
__ADS_1
"Hiks hiks hiks" tangis rara.
Lalu Jason melanjutkan aktivitas memandikan istrinya yang malang itu, rara terus menolak dan memberontak tetapi ia tak bisa karena tenaganya dengan Jason sungguh jauh berbeda, rara hanya bisa pasrah dan menerima perlakuan suaminya itu.
Setelah aktivitas mandi itu selesai Jason menggendong rara menuju ranjangnya dan melempar rara di kasur dengan kasar tanpa sehelaipun benang yg melekat di tubuh mungil dan putih itu, rara malu setengah mati karena Jason harus menyaksikan bentuk tubuhnya seperti dia bukanlah istrinya melainkan seperti perempuan ****** yang menjual diri kepada om-om.
Lalu Jason dengan kasar memainkan istrinya di atas ranjang, merobek perawan gadis malang itu dengan kasar dan terus mempermainkannya tanpa jeda sampai berjam-jam yang membuat gadis itu tak berhenti meringis kesakitan dan menangis karena perbuatan suaminya yang brutal.
Rara merasa lelah, lemah, kesakitan, marah, dan ingin mati saja agar pria seperti iblis yang jahat ini bisa puas. Setelah berjam-jam berlalu Jason merasa letih dan menghentikan aktivitasnya segera membersihkan diri dan meninggalkan rara sendirian tergeletak di atas ranjang tanpa sehelaipun benang.
Setelah Jason sudah selesai mandi ia kembali melihat istrinya yang malang itu masih tergeletak lemah tak berdaya di atas kasur yang di penuhi bercak darah akibat perawannya yang sudah di bobol dengan kasar olehnya.
Lama menatap rara dengan penuh kepuasan rara pun terbangun dan ia melihat Jason sedang memperhatikannya, mengingat kejadian tadi rara merasa sangat risih dan kesal terhadap perbuatan Jason.
"Mengapa tidak sekalian kau mencabik-cabik tubuh ku?" tanya rara serius.
"Tunggu setelah aku puas menyiksamu istriku yang malang" ejek Jason.
"Dasar iblis" gumam rara.
Kemudian Jason memakai bajunya dan pergi meninggalkan rara sendirian merenung akibat kejadian tadi.
"Lilis" panggil jason.
"Masuk ke kamar saya dan lihat keadaan rara" perintah jason.
"Baik tuan" jawab lilis.
Kemudian lilis pergi ke kamar jason dan melihat rara sudah tergeletak tanpa sehelaipun benang di tubuhnya yang mungil dan putih itu.
"Non rara" panggil lilis.
"Lilis" balas rara sambil menangis.
"Apa yang sudah terjadi?" tanya lilis sembari menyelimuti rara.
"Jason menyiksaku" jawab rara.
"Ya ampun banyak sekali darah di kasur ini, apa perlu saya antar ke rumah sakit non?" tanya lilis panik.
"Aku tidak apa\-apa lilis, kau hanya perlu mencuci seprei ini, dan membantuku mandi, karena sungguh aku tak kuat menahan perih ini" pinta rara.
"Baik non, mari saya bantu ke kamar mandi" jawab lilis.
Rara pun mandi dengan di bantu oleh lilis, membersihkan badannya yang amat kotor karena telah di setubuhi oleh iblis seperti Jason Allbert manusia yang sangat kejam.
"Non maafkan saya, gara\-gara non rara membela saya, non rara harus di hukum seperti ini oleh tuan" ujar lilis iba.
__ADS_1
"Tidak lilis, ini sudah menjadi keputusan saya, jika saya mengambil keputusan itu maka saya harus menerima kosekuensinya" jawab rara.
"Non rara sungguh baik, masih gadis begini sudah sangat berpikir dewasa" ujar lilis ramah.
"Semenjak saya menikah dengan jason, saya tiba\-tiba menjadi bisa berpikiran dewasa padahal awalnya saya anak yang sangat manja" ucap rara tersenyum.
"Mengapa tuan jadi sekejam itu ya, saya tidak menyangka tuan akan seperti ini terhadap gadis apalagi non rara itu istrinya, seharusnya tuan memperlakukan non rara dengan baik bukan malah menyakiti non rara seperti ini" ujar lilis heran.
"Mungkin dia mengingat almarhum tunangannnya yang di perkosa dengan kasar oleh ayah saya" jawab rara sedih.
Lilis terdiam dan sedang memikirkan sesuatu seakan\-akan ada yang sedang ia sembunyikan.
"Lilis kok bengong sih?" tanya rara.
"Eh lu kepo banget sih!" bentak lilis.
"Kok lilis berubah?" tanya rara.
Lilis langsung teringat atas siapa dirinya sekarang dan apa yang ia sedang lakukan sekarang dan dengan siapa ia sedang berhadapan sekarang.
"Maaf kan saya no rara, saya terbawa emosi karena perlakuan tuan yang begitu kejam terhadap non rara" jawab lilis terbata\-bata.
"Rara ngerti kok lis, ya sudah mandinya udah selesi bantu rara memakai pakaian ya" ujar rara.
"Yaudah yuk" balas rara.
Ketika Lilis sedang membantu rara memakai pakaiannya tiba\-tiba terdengar suara dering hp dari saku lilis.
"Eh sebentar ya non, saya angkat telepon dulu" ujar lilis terburu\-buru.
"Yaudah sana" jawab rara.
Dengan segera lilis melenggang pergi keluar dari kamar Jason dan segera mengangkat teleponnya yang tak kunjung henti berdering.
"Hallo mah?"
"Bagaimana keadaanmu?" tanya wanita paruh baya itu.
"Baik mah" jawab lilis.
"Apakah ada berita baru?" tanya wanita paruh baya itu.
"Nanti kita lanjutkan pembicaraan ini mah, lilis sedang sibuk" jawab lilis.
"Ingat kamu harus hati\-hati jangan sampai dia tahu" pinta wanita paruh baya itu.
"Baik mah" jawab lilis.
__ADS_1