Dia Menikahiku Karena Dendam

Dia Menikahiku Karena Dendam
BAB 2


__ADS_3

Di dalam mobil rara terus memikirkan bagaimana keadaan ayahnya, ia sangat khawatir dan merasa menjadi anak yang tidak becus karena seharusnya ia menemani ayahnya tadi malam tapi karena sikapnya yang gegabah membuatnya nyaris tidak bisa melihat ayahnya lagi, lalu ia melaju dengan kecepatan maximal.


Di pertengahan jalan sesampainya di Kota, tiba-tiba mobilnya berhenti, lalu rara melihat bahwa bensin mobilnya sudah habis karena perjalanannya yang sangat panjang itu, lalu rara memutuskan untuk meninggalkan mobilnya dan berjalan mencari taksi, ketika ia menyebrang tiba-tiba datang sebuah mobil srrrrttt... Rara terjatuh dan hampir saja ditabrak oleh mobil itu.


Rara menangis dan syok rara takut bukan karena keadaannya saat ini melainkan keadaan ayahnya, kemudian si pemilik mobil turun dan melihat keadaan rara, karena rara terus-terusan menangis ia mengangkat rara dan melihat wajah gadis cantik dan lugu itu tampak jelas dimatanya ia sedang mempunyai masalah besar.


"Apakah kamu tidak apa-apa? Mengapa kamu terus menangis? Apakah ada yang sakit? Mari saya bawa ke rumah sakit" ujar pria itu khawatir


"Sa saya tidak apa-apa, saya butuh tumpangan menuju kantor polisi, bisakah kamu mengantarkan saya?" jawab rara terisak


"Eh kebetulan sekali, saya juga akan pergi ke Kantor Polisi, mari ikut dengan saya" ucap pria itu


"Baik terimakasih" ucap rara tersenyum


"Mari masuk" ucap pria itu


Lalu mobil pria itu melaju dengan kecepatan sedang, dipertengahan jalan menuju kantor polisi ia sesekali melirik gadis cantik yang ada disampingnya itu, ia merasa pernah melihat gadis ini tapi entah dimana ia lupa.


Selang beberapa menit sampailah mereka di Kantor Polisi tempat dimana seharusnya rara berada tadi malam bukannya sekarang, rara dengan tergesa-gesa membuka pintu mobil lalu berlari ke dalam kantor polisi meninggalkan pria yang telah membantunya tanpa sepatah katapun.


Sampainya di dalam kantor polisi rara bingung ia harus bagaimana karena ini kali pertama rara berkunjung ke kantor polisi, ia terus mencari ayahnya karena kantor ini sangat luas lalu ia menabrak seorang pria tampan dengan jas hitam serta rambut yang tertata rapi, hidung mancung, bibir tipis dan bentuk badannya yang membuat para wanita terpesona.


Jason Allbert keluarga pengusaha terkaya yang berada di urutan pertama di Kota ini yang membuat ayahnya harus berada di dalam penjara.


"Maaf saya tadi sedang terburu-buru" ucap rara gemetar.


"Apakah kamu anak dari Indra Wijaya Kusuma?" tanya Jason sinis.


"Apakah kamu tahu ayah saya dimana? bagaimana keadaannya sekarang? Saya ingin bertemu dengannya" ucap rara sambil menangis.


"Mari saya antarkan" ucap jason singkat.


Lalu mereka berjalan menuju sel dimana ayahnya rara dipenjarakan karena kecerobohannya telah mencelakai seseorang yang sangat berarti di hidup seorang Jason Allbert sampai membuatnya tewas tanpa sempat mengatakan kata sepatahpun kepada Jason Allbert.

__ADS_1


"Ayaaah..." teriak rara sambil menangis.


"Rara, kenapa kamu disini nak, apa yang sedang kau lakukan disini? Cepat sana pulang Nak" ucap Indra sembari memeluk dan mengusap rambut anaknya.


"Tentu saja rara kesini karena rindu pada ayah, bagaimana keadaan ayah?" tanya rara terisak.


"Apakah rara baik-baik saja nak, ayah sangat menghawatirkanmu, apakah kamu tidur dan makan dengan baik semalam?" tanya Indra.


"Ayah jawab pertanyaan rara, apakah ayah baik-baik saja disini?" tanya rara terisak.


"Ia Nak ayah baik-baik saja, sebelum kesini apakah rara sudah sarapan tadi?" tanya Indra khawatir.


"Iya yah rara sudah sarapan, kalau ayah bagaimana?" tanya rara.


Belum sempat menjawab tiba-tiba jason menghentikan semua aktivitas tangisan antara ayah dan anak ini. "Apa-apaan ini, kenapa disini seolah anda yang menjadi korban!!" bentak Jason.


"Maksud kamu?" tanya rara.


"Oh kamu belum tahu alasan kenapa ayah kamu bisa berada di dalam penjara?" tanya Jason cuek.


"Ay Ay Ayahhh..." ucap Indra terbata-bata.


"Lelaki ini telah membunuh tunangan saya!!" bentak Jason.


Rara terjatuh dan melepas tangan ayahnya, rara bingung harus percaya atau tidak, karena setahunya ayahnya bukan orang yang kasar dan tega, ia adalah ayah yang paling baik dan lembut didunia ini tapi mengapa ia terjebak di dalam sel dengan tuduhan sebagai pembunuh.


"Gak mungkin!! Ayah rara adalah orang baik!! Ayah gak mungkin membunuh orang!!" bentak rara sambil menangis.


Melihat keadaan anaknya Indra tak tahan dan merasa telah gagal menjadi seorang ayah karena gadis kecil dan polosnya sangat memepercayai ayahnya yang ceroboh ini bahkan membela orang yang bersalah ini tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya.


"Lelaki ini dengan brutal memperkosa dan mencabik-cabik tubuh tunangan saya!! Apakah menurut kamu itu tidak kejam hah!!" Bentak Jason sambil menahan air mata.


"Ayah, katakan pada rara bahwa itu tidak benar, bukan ayah kan yang telah membunuhnya? Bukan ayah kan? Jawab ayah jawaaaab jawab rara yaah!!" teriak rara sambil menangis dengan sejadi-jadinya.

__ADS_1


"Benar Nak itu ayah, ayah yang dengan brutalnya telah memperkosa dan mem_" Indra tak sanggup melanjutkan kata-katanya karena ia tak mampu melihat anaknya yang sudah lemah dan tak mampu mengangkat kepalanya lagi.


Lalu Jason Allbert pergi meninggalkan Indra dan Rara yang sedang menangis terisak, ia melenggang pergi tanpa kata sepatahpun karena hatinya sangat hancur dibandingkan dengan hati rara saat ini, karena ia harus kehilangan perempuan yang sangat ia cintai karena selangkah lagi mereka berdua akan menikah tetapi karena Indra ia harus kehilangan tunangannya.


Rara berlari dan meninggalkan ayahnya yang sedang meratapi nasibnya, ia tak sanggup harus menerima kenyataan bahwa ayahnya adalah seorang pemerkosa dan pembunuh yang kejam, rara tidak bisa membayangkan betapa sakitnya menjadi wanita itu dan betapa sedihnya Jason Allbert karna kehilangan tunangannya, karna rara tahu betul bagaimana rasanya kehilangan orang yang berharga.


 Kevin Allbert pria tampan menuju kantor polisi untuk menjemput seseorang, kini sedang berada didalam mobil yang sedari tadi menunggu orang itu keluar dari kantor polisi. Karena orang itu lama lalu ia memutuskan untuk menyusulnya kedalam kantor polisi.


Sesampainya didalam ia melihat gadis cantik dan lugu yang sedang menangis dipojok sambil terisak. Lalu ia berjalan kearah gadis itu.


"nih" ucap kevin sembari memberikan sapu tangan miliknya.


Rara mendongak dan melihat pria tampan yang membantunya menuju Kantor Polisi.


"Eh kamu..." ucap rara


"Kamu kenapa menangis dipojokan seperti kucing yang tidak diberi makan seharian" ejek kevin.


Bukannya marah rara malah tertawa geli entah mengapa sedikit kata dari pria ini membuat ia tertawa dan melupakan kesedihannya. Lalu ia menarik tangan kevin keluar menuju parkiran.


"Bantu aku, aku mohon" ucap rara memohon.


"Kamu butuh tumpangan lagi, aku tidak bisa mengantarmu karena aku kesini untuk menjemput seseorang" jawab kevin.


"Bukan" ucap rara singkat.


"Lalu?" tanya kevin.


"Ayahku ditahan karena tuduhan pembunuhan, aku tahu betul bagaimana sifat ayah, dia tidak mungkin memperkosa dan membunuh orang dengan brutalnya" jawab rara.


Dalam hati kevin berpikir "apakah dia anak Indra Wijaya Kusuma? Kenapa ciri-ciri pelaku pembunuh tunangan kakak dan ayah gadis ini sama persis? kalau benar gadis ini anaknya Indra pantas saja aku seperti pernah melihatnya".


"Eh bagaimana apakah kamu bisa membantuku?" tanya rara.

__ADS_1


"Aku" belum sempat melanjutkan kalimatnya tiba-tiba seorang pria memanggil kevin dari kejauhan yang membuat kevin dan rara melihat ke arah pria tersebut dan rara pun syok melihat siapa pria tampan yang memanggil kevin dengan sebutan "Vin".


 


__ADS_2