
"Siapa sebenarnya lilis?" tanya jason kepada kevin.
"Ma mana gua tau" jawab kevin gugup.
"Lo yang bawa dia kerumah" ucap jason marah.
"Kita gak tau apa tujuan dia melamar menjadi pelayan pribadinya rara dan lo sembarangan memasukan orang asing kedalam rumah". lanjut jason sedikit kesal.
"Setauku dia wanita yang baik dan dia dari keluarga miskin " jawab kevin.
"Gua cuma mau bantu dia aja" lanjut kevin menunduk.
"Balik ke cctv depan gerbang rumah saya pak" ucap jason tak menggubris jawaban kevin.
Terlihat nyonya berta keluar menggunakan mobilnya berjalan kearah dimana lilis dan rara berlari.
"Pantau terus mobilnya pak" ucap jason penasaran.
Lalu mobil berta berjalan lurus dan terlihat lilis sedang menunggu di tepi jalan dimana rara dipukul olehnya dan dibawa oleh kedua penculik itu.
Setelah jason dan kevin selesai melihat isi rekaman cctv itu merekapun keluar dan memasuki mobil jason.
"Apa sebenarnya hubungan lilis dan berta" gumam jason.
"Mengapa mereka menculik rara" lanjut jason penasaran.
drrrtt drrrtt
Terdengar suara getaran hp yang berada di saku jason.
"Hallo dengan pak jason allbert?" tanya pria itu.
"Ya siapa?" tanya jason.
"Ini saya dr.Agung dari rumah sakit x" jawab dr.agung.
"Ada apa dok? apakah terjadi sesuatu kepada kakek saya?" tanya jason panik dan menghentikan mobilnya.
"Pasien sudah sadar, anda harus segera kesini karena pasien terus menyebut nama anda pak" jawab dr.agung.
Mendengar hal itu kevin begitu marah dan kesal.
Lalu dengan cepat jason memutar mobilnya dan melaju ke rumah sakit tempat tuan sam dirawat.
"Stop!" teriak kevin.
"Kenapa?" tanya jason.
"Gua mau turun" jawab kevin.
"Lo mau kemana? kakek baru aja sadar dan dia butuh kita" ucap jason.
"Kita? bukannya cuma nama lo yang disebut-sebut?" ucap kevin pasrah.
"Maksud lo apa!" bentak jason.
Kevin keluar dari mobil jason dan menutup pintu mobil dengan kasar dan menghentikan taxi yang kebetulan lewat di jalan itu.
Jason kembali menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi karena yang penting saat ini adalah kakeknya ia tak mau sibuk dengan masalah kevin dan rara saat ini.
__ADS_1
...Dalam Taxi...
"Hallo?" sapa kevin.
"Ya by kenapa?" jawab gadis itu.
"Kamu dimana sekarang?" tanya kevin.
"A a aku sedang dirumah" jawab gadis itu.
"Gak usah boong aku tau semuanya" jawab kevin.
"Jawab dimana kamu sebenarnya?" tanya kevin santai.
"Bukankah hari ini kamu berangkat ke singapore?" tanya gadis itu.
"Gak jadi, ini semua gara-gara kamu berbuat ulah" jawab kevin.
"Kau tau apa?" tanya gadis itu.
"Semuanya" jawab kevin.
"Baiklah kita lanjutkan lewat sms aku sedang bersama mama"
"Oke" jawab kevin.
...Gudang x...
Saat rara sadar dari pingsannya ia melihat dua laki-laki berbadan kekar sedang mengawasinya, laki-laki itu terlihat seperti penculik dan mereka membuat rara takut dan panik.
"Mmmm mmmm mmm" pekik rara karena mulutnya ditutup kain.
"Rupanya kamu sudah sadar gadis cantik" ucap salah satu penculik itu.
"Apa yang kalian tertawakan?" tanya berta.
"Nyonya" ucap kedua penculik itu menunduk.
"Apa yang kau lakukan! lepas kain itu biarkan dia bicara!" bentak berta.
"Mungkin dia mau mengatakan sesuatu sebelum dia mati" lanjut berta santai.
"Baik nyonya" jawab kedua penculik itu.
"Malah bengong lagi, sana lepasin kainnya!" bentka salah satu penculik kepada temannya.
"Gua terus gua terus, terus tuges lu apa?" jawab salah satu penculik itu.
"Ya awasin kerjaan lo" jawab salah satu penculik itu.
"Apa yang kalian lakukan! cepat lakukan!" bentak berta.
Dengan segera mereka melepaskan kain yang sedari tadi menyumpal mulut rara.
"Hhh apa yang kau inginkan?" tanya rara ketakutan.
"Aku hanya ingin nyawamu sayang, setelah dipikiri-pikir aku akan mencabut perkataan ku yang di rumah kediaman allbert" jawab berta.
"Yang mana?" tanya rara.
__ADS_1
"Masih gadis sudah pelupa apalagi sudah tua" jawab berta.
"Aku tidak akan membunuhmu secara perlahan tapi aku akan membunuhmu secara sungguh-sungguh, ya sekarang saat ini juga aku akan menyuruh dua pria ini menmmperkosamu lalu mereka akan mencabik-cabik dan menusuk tubuhmu dengan pisau mereka masing-masing, karena aku mau kau merasakan 2 kali lipat dari apa yang dirasakan putri ku" lanjut berta sembari meneteskan air mata.
"Jangan, aku mohon" ucap rara meminta belas kasihan.
"Itu tidak mempan sayang kau mau menangis sampai gudang ini penuh dengan air matamu saja tidak akan membuat pikiran ku berubah" jelas berta.
"Tidak, kumohon lepaskan aku, kumohon" ucap rara menangis.
"Apa disaat putri ku memohon kepada ayahmu yang biadab itu dia mau mendengarnya? hah! tidak! dia malah semakin menjadi-jadi membunuh putriku!" teriak berta.
"Berhenti!" teriak lilis.
"Lilis" panggil rara.
"Apa yang kau lakukan lilis. keluar!" bentak berta.
Rara bingung mengapa nyonya berta seolah-olah mengenal lilis dengan baik.
"Tidak lepaskan rara!" teriak lilis.
"Drama apalagi yang di jalankan anak ini" batin berta.
"Tolong lepaskan rara" ucap lilis.
"Tangkap dia!" perintah berta kepada dua penculik itu.
"Baik nyonya"
Dengan sigap mereka menangkap lilis.
"Lilis! tolong lepaskan lilis, jangan sakiti dia! aku mohon lepaskan dia, dia tak bersalah" teriak rara sambil menangis.
"Baiklah bunuh aku secepatnya lalu bebaskan lilis, kumohon" lanjut rara terisak.
"Gadis cantik mengapa kau begitu membela pelayanmu itu, apakah dia sangat setia kepadamu? atau mungkin karena dia selalu menolongmu dan berada di pihakmu?" ejek berta.
"Tidak, dia sudah ku anggap saudari ku, aku tak mau dia tersakiti hanya karena aku" jawab rara terisak.
"Hmm gadis yang baik, baiklah aku akan lepaskan lilis setelah aku membunuhmu gadis cantik" ucap berta.
"Berjanjilah!" bentak rara.
"Tentu saja" jawab berta.
"Ikat lilis dan mulai aksi kalian!" perintah berta.
Lalu kedua penculik itu mengikat lilis dan berjalan ke arah rara, membuka tali itu dan ketika mereka hendak membuka baju rara suara pintu di dobrak.
"Dasar ********!" teriak laki-laki itu dan bruk bruk suara pukulannya tepat mengenai sasaran, kedua penculik itu tersungkur dan mengeluarkan darah dari bibirnya.
Dengan sigap rara berjalan menuju lilis yang diikat dan sesampainya disana ia berusaha membuka ikatan itu dan membantu lilis berdiri.
Ketiga laki-laki itu masih bertarung. Tanpa sadar rara telah di tusuk dari belakang oleh berta hingga ia kesakitan dan menjerit.
"Ayo pergi!" lerintah berta kepada anak buahnya dan melenggang pergi meninggalkan mereka bertiga di dlaam gudang itu.
"Non rara!" teriak lilis.
__ADS_1
"Rara!" teriak kevin.
"Aw ah shh sa sakit sekali hhh" jerit rara kesakitan.