
Lelaki yang gagah dan kejam itu memasuki kantor polisi dengan amarah yang meluap lalu ia meminta untuk bertemu sang pembunuh almarhum tunangannya.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya orang yang ia tunggu-tunggu sedari tadi keluar dan dengan sigap ia memukul lelaki itu dengan kasar sampai lelaki itu terjatuh dan ia kembali memukulinya sampai lelaki itu mengeluarkan darah.
Para petugas tidak tinggal diam mereka mencoba menghentikan jason tapi jason tetap bersikeras memukul lelaki itu dan tiba-tiba suara ledakan dari luar terdengar yang membuat jason menghentikan aksinya.
Lelaki yang dipukuli itu hanya bisa diam dan pasrah menerima perlakuan jason terhadapnya karena dia tahu diri akan kesalahan yang telah ia perbuat.
"Berhenti!" perintah laki-laki tua itu
"Apa yang kau lakukan jason, jangan bodoh dia sudah dihukum maka serahkan semuanya pada polisi, luapkan semua amarahmu kepada istrimu itu" ucap tuan sam
Mendengar hal itu lelaki yang sedari diam dan menerima semua pukulan itu akhirnya angkat bicara karena ia tak terima anak semata wayangnya diperlakukan tidak baik.
"Jangan kau ganggu anak ku dia tidak bersalah, tolong bebaskan dia lalu kau boleh melakukan apa saja terhadap ku" ucap indra menangis.
"Apa hakmu melarangku!" bentak jason.
"Dia anakku bukan bonekamu!" balas indra.
"Dia istriku tuan indra wijaya kusuma" ucap jason santai.
"Kau menikahinya karena dendammu padaku bukan karena kau mencintainya! aku ingin melihat putri ku bahagia dengan lelaki yang bisa menjaganya bukan lelaki sepertimu yang hanya bisa menyiksanya!" bentak indra.
Sedikit lagi tangan jason akan mendarat ke wajah indra tiba-tiba ia dihentikan oleh tuan sam.
"Jangan bodoh jason, dimana kehormatanmu terhadap keluarga allbert, kau terlihat lebih rendah dari pada pembunuh ini jika kau memukuli orang yang lemah" ucap tuan sam.
Lalu jason pergi keluar meninggalkan kantor polisi.
"Hi tuan indra senang bisa bertemu denganmu lagi" sapa tuan sam.
"Apa yang kau inginkan?" tanya indra.
"Tidak, saya hanya ingin menyampaikan bahwa saat ini ibumu baik-baik saja" jawab tuan sam.
"Dasar picik!" bentak indra.
Lalu dengan keangkuhannya tuan sam allbert pergi meninggalkan indra yang penuh dengan emosi.
Di dalam mobil
"Jason, jangan kau ulangi tindakan bodohmu tadi" ujar tuan sam.
Hening tidak ada jawaban yang terdengar hanyalah suaraesin mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Sementara di kediaman rumah Allbert seorang gadis cantik dn lugu sedang terduduk melamun memikirkan bagaimana keadaan ayahnya saat ini di dalam penjara, ia seolah-olah bertanya apakah ayah sudah makan? apakah tidurnya nyenyak? apa yang dilakukannya saat ini? apakah ia baik-baik saja?.
Ingin sekali rara mengunjungi ayahnya untuk sekedar memastikan keadaan ayahnya, di kepalanya sudah banyak kalimat yang ingin ia tanyakan pada ayahnya dan ingin sekali memeluk tubuh hangat ayahnya.
__ADS_1
Lamunannya buyar ketika ia melihat sebuah mobil sport merah masuk dan ia melihat ada tiga laki-laki yang keluar dari mobil itu, salah satu dari ketiga laki-laki itu ia tak mengenalinya, siapakah ia? rara berpikir bahwa ia adalah sang kakek yang dibicarakan tadi pagi.
Dengan segera rara keluar dari kamar menuruni tangga untuk menyambut sang kakek itu.
"Lilis" panggil rara.
"Iya non?" balas lilis.
"Ada yang datang" ucap rara sambil tertawa girang.
"Siapa?" tanya lilis.
"Itu kakek-kakek yang dibicarakan oleh jason dan kevin tadi pagi mereka sudah sampai" jelas rara girang.
"Oh" balas lilis.
"Kok ka" belum sempat melanjutkan kalimatnya tiba-tiba terdengar suara laki-laki tua yang begitu lantang.
"Apa kau buta!" bentak tuan sam.
Seorang pelayan menabrak tuan sam yang sedang berjalan santai.
"Maaf tuan saya tidak sengaja" ucap pelayan itu ketakutan.
"Kamu saya pecat!" ucap tuan sam.
"Saya tadi terburu-buru tuan karena anak saya sedang sakit parah dan saya tidak melihat ada tuan yang sedang berjalan" ucap pelayan itu.
Tanpa basa-basi tuan sam mendorong pelayan tua itu dengan keras.
Karena merasa iba lalu rara menghampiri pelayan tua itu dan membantunya berdiri, tapi pelayan itu tetap tak mau berdiri sebelum ia dimaafkan.
"Buk semuanya akan baik-baik saja, tidak ada yang akan memecatmu buk" ucap rara kasihan.
"Tidak tuan tolong maafkan saya, saya salah tuan tolong jangan pecat saya" ucap pelayan itu terisak.
"Tolong maafkanlah dia, biar saya yang menanggung hukumannya kasian dia sudah tua" ucap rara iba.
"Apa kamu yang bernama rara?" tanya tuan sam.
"Iya tuan" jawab rara.
"Sudah lupkaan kejadian ini, tapi ingat jika kau mengulangi kesalahanmu maka aku tak akan segan-segan untuk membunuhmu!" ucap tuan sam kasar.
"Baik tuan terimakasih" jawab pelayan itu.
Lau ia berdiri dengan dibantu oleh rara, semua hanya bisa terdiam menyaksikan drama itu termasuk Jason karena ia sudah lelah dengan tingkah istrinya yang bak pahlawan itu.
"Baiklah rara mari kakek ingin bicara denganmu" ajak tuan sam.
"Baik tuan" jawab rara.
__ADS_1
"Tidak usah memanggil tuan, panggil saja saya dengan sebutan kakek, karena kamu kan istrinya cucu saya" ucap tuan sam.
"Baik kek" balas rara tersenyum.
"Hhh drama apalagi yang kakek mainkan" gumam kevin.
"Lebih baik lo urusin tuh kado lo udah numpuk di gudang" ujar jason.
"Bakar aja" ucap kevin singkat.
Lalu ia melenggang pergi meninggalkan rumah mewah itu pulang menuju apartementnya yang penuh dengan ketengangan.
"Siapkan makanan yang banyak malam ini akan ada pesta!" perintah tuan sam.
"Baik tuan" jawab semua pelayan.
"Kek jason mau balik ke kantor dulu ada hal yang harus jason selesaikan" ucap jason.
"Ingat ada pesta malam ini, kamu harus pulang cepat" ucap tuan sam.
"Hmm" jawab jason singkat.
Sedari tadi rara bingung mengapa jason tak meliriknya sama sekali, bahkan jason tidak menyakitinya hari ini.
Dalam hati ia berkata "apakah karena ada kakek? semoga saja dengan kepulangan kakek sikap jason terhadaku jadi lebih baik".
"Rara mengapa kamu bengong?" tanya tuan sam.
"Eh tidak kek, rara hanya memikirkan seperti apa pesta nanti malam, pasti sangat ramai dan mewah" jawab rara.
"Tentu saja akan ramai dan mewah, karena kakek akan mengundang semua rekan\-rekan bisnis kakek, tentunya mereka semua orang kaya dan terpandang" jelas tuan sam.
"Baik kek, kalau begitu biar rara bantuin mendekor dan memasak" ucap rara girang.
"Tidak usah, kamu hanya perlu bersiap\-siap dan dandan yang cantik karena malam ini juga kakek akan mengadakan pesta dansa, dan tentunya kamu akan berdansa dengan jason" jelas tuan sam.
"Benarkah?" tanya rara.
"Tentu saja" jawab tuan sam.
"Tapi apakah jason sudi berdansa dengan ku kek" gumam rara.
"Mengapa kau berkata seperti itu? kau kan istrinya, apakah telah terjadi sesuatu diantara kalian?" tanya tuan sam pura\-pura tidak tahu
"Tidak kek semuanya baik-baik saja, baiklah kalau begitu rara akan bersiap-siap dulu ya kek" jawab rara.
"Baiklah ingat ya harus dandan yang cantik" ucap tuan sam.
"Siap kakek" jawab rara.
Lalu rara pergi menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
__ADS_1
Tuan sam yang sedari tadi melihat kepergian rara tersenyum sinis entah apa yang ada dipikirannya, entah apa yang ia rencanakan terhadap rara.