
"Ngapain kamu kesini!!" bentak Jason.
"Kak dia perempuan seharus_" belum selesai bicara jason memotong kalimat kevin.
"Pergi!!" bentak Jason.
Rara berlari ke arah Jason dan berlutut dihadapan seorang Jason Allbert, seisi rumah melihat hal itu dan mereka merasa kasihan terhadap gadis cantik yang lugu itu.
"Apa-apaan ini!!" ujar Jason geram.
"Saya rela ngelakuin apa aja asalkan ayah saya tidak dihukum mati, hanya ayah yg saya punya, saya tidak ingin kehilangan lagi orang yang penting dalam hidup saya" ucap rara terisak.
"Lalu bagaimana dengan saya" jawab Jason.
"Saya ngerti perasaan kamu tapi tolong beri keringanan kepada ayah saya, saya mohon" ucap rara terisak.
"Gak bisa!! Apa yang dilakukan lelaki itu sudah keterlaluan dia tidak pantas untuk hidup!!" bentak Jason.
"Apapun... Apapun itu akan saya lakukan asalkan ayah saya tidak diberi hukuman mati" ucap rara terisak.
"Bawa anak pembunuh ini keluar dri rumah saya!!! Cepaat!!!" bentak Jason keras.
Kevin hanya bisa terdiam karena ia tak mampu melawan ego kakaknya yang memang sekeras batu, lalu satpam dengan kasar menarik gadis cantik yang lugu itu keluar dari rumah yang megah itu dan mendorongnya hingga gadis itu terluka.
Rara tak ingin menyerah dan ia memutuskan untuk menunggu diluar gerbang hingga Jason mau meringankan hukuman untuk ayahnya, karena tidak ada waktu lagi untuk memohon, besok adalah dimana sidangnya akan berlangsung dan ia tak sanggup mendengar kematian ayahnya tercinta.
Rara terus menangis mengingat masa-masa indahnya bersama sang ayah yang telah menjaganya hingga ia sebesar ini, rara mencari kardus dan meletakkannya di dekat gerbang lalu ia terjaga sambil menangis sepanjang malam.
Satpam itu awalnya ingin mengusir rara tapi dia merasa iba karena anak itu berjuang hidup dan mati demi ayahnya, satpam itu tidak bisa melakukan hal yang lebih selain membiarkannya tinggal dijalan yang sepi dan dingin itu.
Pagipun tiba rara tidak sadar bahwa ternyata ia sempat mengantuk dan tertidur beberapa jam, lalu ia mendengar suara klakson dari sebuah mobil dan terdengar sebuah gerbang terbuka yang membuatnya terbangun.
Rara melihat mobil Jason yang keluar dari rumah itu, ia yakin bahwa Jason akan pergi ke persidangan ayahnya, lalu dengan segera ia menghentikan mobil itu dan hampir saja menabrak tubuhnya yang mungil itu.
"Dasar gadis gila!" geram Jason.
"Apa dia tidur diluar gerbang semalaman?" guman kevin.
__ADS_1
"Minggir!" bentak jason.
"Saya mohon jangan bunuh ayah saya" ucap rara terisak.
Karena geram dengan kalimat gadis itu Jason pun keluar dari mobilnya dan menutup pintu mobil dengan kasar.
"Apa membunuh!!! Gua? Bunuh ayah lo!" bentak Jason.
"Bukan begitu" jawab rara terisak.
"Minggir sebelum saya benar-benar jadi pembunuh!" bentak Jason.
"Saya rela ngelakuin apa aja, tolong jangan bunuh ayah saya" ucao rara terisak.
"Sekali lagi gua tekanin ya sama lo gua bukan pembunuh, lagian kalo ayah lo dibunuh pun itu bukan gua yang ngebunuh tapi polisi *****!" bentak Jason.
Di dalam mobil kevin malah tertawa melihat kelakuan kakaknya dan gadis itu, ia berpikir bahwa mereka sungguh kekanak-kanakan, lalu ia memutuskan untuk keluar dari mobil dan memberi sedikit solusi.
"Kak udahlah jangan memperpanjang, kasian gadis ini liat dia cuma anak lulusan SMA dan dia masih butuh orangtua" jelas kevin.
"Ok, gua bakalan kasi lo satu solusi" ucap Jason santai.
"Maksud kamu?" tanya rara.
"Karena emang seharusnya ayah kamu harus dibunuh maka ketika ayahmu sudah meninggal kamu akan saya tampung" jelas Jason.
"Saya hanya ingin ayah saya hidup bukan ditampung sama lelaki tidak berperasaan seperti kamu" jawab rara.
"Walaupun ayahmu hidup juga gak guna, dia bakalan membusuk dipenjara! Karena perbuatannya itu sudah tidak bisa ditoleransi!!" bentak Jason.
"Walaupun ayah saya harus berada di penjara selamanya, setidaknya saya masih bisa melihatnya" jawab rara terisak.
"Baiklah begini saja, saya akan mencabut hukuman mati untuk ayahmu tetapi kamu harus memenuhi tiga syarat dari saya" jelas Jason.
"Apapun syaratanya untuk ayah saya, saya akan melakukannya" jawab rara.
"yang pertama lo harus nikah sama gua, yang kedua lo harus kasih semua harta dan perusahaan milik ayah lo, dan yang terakhir lo harus nurut kalo gak lo gak bisa liat ayah lo lagi" jelas Jason.
__ADS_1
"Syarat macam apa itu?" jawab rara.
"Lo gila kak? Lo baru kehilangan dan lo malah mau nikahin gadis dari anak yang ngebunuh kakak ipar?" tanya kevin heran.
"Gimana lo terima atau gak, gua gak bisa lama sidangnya udah mau mulai" ucap Jason.
"Baik saya terima semua syarat itu" jawab rara.
"Ok" jawab Jason singkat.
"Apakah saya boleh ikut kepersidangan?" tanya rara.
"Masuk!" perinta Jason.
Kemudian mereka pergi menuju kepersidangan dan sesampainya disana mereka langsung memasuki ruangan sidang dan rara melihat ayahnya yang sedang duduk menanti keputusan sang hakim.
Rara merasa kasihan kepada ayahnya, mengapa semua ini harus menimpa keluarganya, apa yang telah ia perbuat sehingga Tuhan memberi hukuman yang berat ini kepada gadis cantik dan lugu ini.
Tidak ada yang duduk untuk berpihak kepada Ayahnya, bahkan dia pun tak bisa duduk disana untuk mendukung ayahnya, padahal ia amat ingin duduk paling depan untuk mendukung ayahnya, tetapi Jason menariknya untuk duduk didekatnya.
Indra terus memandang putrinya yang sedari tadi melihat kearahnya sambil menangis dan sesekali menunduk, ia tak tahan melihat putrinya dalam keadaan seperti itu begitupun dengan rara yang tak tahan melihat ayahnya memakai baju tahanan yang memperlihatkan betapa terpuruknya orang yang begitu berharga dihidupnya.
Terlihat jelas dimata ayahnya, seolah\-olah ia sedang bertanya "apa yang terjadi dengan putriku? Mengapa ia duduk di sana dan tidak mendukung ayahnya sendiri?".
Ketika hakim memutuskan untuk memberi hukuman mati tiba-tiba Jason berdiri dan berkata "Tidak pak, saya mau mengganti hukuman mati dengan dipenjarakan selama hidupnya" Jelas Jason.
Tak terima dengan pernyataan itu nyonya berta angkat bicara "Maksud kamu apa Jason? anak saya meninggal karena lelaki itu!!" bentak nyonya Berta ibu dari tunangan Jason.
"Tenang buk, saya ingin dia menderita dan membusuk dipenjara! Saya ingin melihat betapa menderitanya dia karena telah gagal menjadi seorang ayah dan tidak bisa menemani anak satu-satunya menjadi tumbuh dewasa!!" tegas Jason.
Hening ya seisi ruangan hening mendengar jawaban jason yang begitu kejam terhadap indra pembunuh brutal tunangannya. Jason mersa puas telah membuat indra merasa terpukul karena kalimatnya yang kejam itu.
"Itu belum seberapa Pak Indra Wijaya Kusuma masih banyak kejutan lainnya" dengan berani ia mengancam Indra dihadapan hakim dan banyak orang sungguh lelaki yang kejam.
"Maksud lo apa!!" bentak gadis cantik dan lugu itu yang sedari tadi diam mendengar ocehan-ocehan seorang Jason Allbert yang membuatnya muak lalu angkat bicara.
__ADS_1