
~Flashback on~
"Ibu mau kemana?" tanya indra.
"Ibu tidak bisa terus-terusan hidup miskin seperti ini apalagi ayahmu sudah meninggal ibu akan semakin kesulitan untuk mengurusmu" jawab Siti.
Lalu perempuan itu dijemput oleh calon suaminya sang pengusaha kaya dan pergi meninggalkan indra yang tengah menangisi kepergian ibunya.
Waktu itu ia masih berusia 21 tahun lalu ia bekerja serabutan sambil melanjutkan kuliahnya, ia tak ingin kuliahnya terputus hanya karena tidak ada biaya dan ia tak ingin perjuangan almarhum ayahnya kandas ditengah-tengah kesuksesannya.
Walaupun orangtuanya meninggalkannya tetapi ia memiliki kekasih seorang gadis SMA yang selalu menemaninya dan mereka mulai berusaha dari nol, jatuh dan bangun terus ia rasakan namun karena berdua mereka jadi lebih semangat.
Tiba pada akhirnya indra wisuda dan ia melamar kekasihnya mira yang sudah menemaninya dari nol sehingga ia bisa menyelesaikan kuliahnya, merekapun menikah dan dikaruniani seorang bayi perempuan yang diberinama rara angelina gadis cantik dan mirip sekali dengan mira.
Mereka tidak memiliki keluarga karena mira sendiri hanyalah anak yatim piatu yang tinggal dipanti asuhan sedangkan indra hanya memiliki seorang ibu yang entah dimana keberadaannya sekarang.
Karena sekarang indra telah menjadi seorang ayah ia terus melamar pekerjaan di setiap perusahaan untuk memulai kesuksesannya, dan indra pun diterima disalah satu perusahaan pekerjaannya sangat bagus sehinga ia diangkat menjadi manajer dan akhirnya memiliki beberapa perusahaan.
Tetapi karena keramahannya ia tak ingin publik tau keberadaannya ia sembunyikan identitasnya selama bertahun-tahun untuk sekedar memastikan bahwa istri dan anaknya aman dan ia juga tak ingin publik tau latar belakang keluarganya bahkan ketika istrinya tutup usia publikpun tidak mengetahuinya.
~Flashback off~
"Dengan teganya kau membiarkan pembunuh itu hidup dan beberapa minggu lalu kau malah menikahi anak dari pembunuh itu!" teriak nyonya berta.
Semua orang kaget mendengar hal itu banyak yang berbisik-bisik dan bisikan itu terasa menusuk ditelinga gadis lugu itu.
"*Atsaga mengapa keluarga Allbert begitu kejam terhadap keluarga berta"
"Jadi berita ini yang disembunyikan dari publik"
"Gadis yang tidak tau diri*"
Lalu nyonya berta berjalan ke arah rara berdiri dan menarik gadis itu ketengah-tengah kerumunan.
"Lihatlah gadis yang dengan bangganya merebut posisi putri saya dan bahagia diatas kematian putri saya" ucap nyonya berta.
__ADS_1
"Betapa terlihat menjijikan gadis yang tidak tau diri ini, dasar anak pembunuh!" lanjut nyonya berta.
Lalu dengan kasar nyonya berta merobek gaun gadis lugu itu dan mengacak-acak rambutnya hingga tidak terbentuk lagi.
Rara hanya bisa diam dan menangis meratapi nasib buruknya, ia bukanlah siapa-siapa dan sudah seharusnya ia diperlakukan seperti ini.
Semua orang yang mengagumi sekarang jadi membencinya banyak yang bersorak tak suka terhadap rara dan bahkan mendukung nyonya berta.
Laki-laki yang sedari tadi hanya bisa diam dan menyaksikan apa yang terjadi akhirnya beranikan diri untuk membela gadis malang itu.
"Sudah cukup! hentikan semua ini nyonya berta, apa yang ada dalam pikiranmu itu? mengapa kau sangat kejam terhadap gadis yang tak bersalah ini" ucap kevin.
Ya Kevin Allbert adik kandung dari Jason Allbert salah satu cucu Tuan sam Allbert dia satu-satunya orang yang perduli terhadap gadis lugu itu.
"Dengan kau memperlakukan dia seperti ini bukan terlihat seperti pahlawan malah kau terlihat seperti orang yang hina, kau sama saja seperti pembunuh putrimu" jelas kevin.
"Apa urusannya denganmu, kau ini masih bocah kau tidak tau apa-apa!" bentak nyonya berta.
"Lalu apa bedanya aku dengan rara bukankah dia juga masih bocah? dia baru saja lulus SMA dan kau bilang bocah tidak tahu apa-apa berarti rara juga tidak tahu apa-apa tentang apa yang terjadi" jelas kevin.
"Dan kau tidak berhak menghakimi gadis lugu seperti rara, dia juga tidak ingin berada diposisinya yang sekarang, lalu apa urusanmu jika kakak ku menikahi anak pembunuh itu bukankah kau tidak mengeluarkan duit sepeserpun nyonya berta?" tanya kevin seolah-olah mengejek.
Karena malu akan perkataan kevin terhadapnya lalu ia pergi meninggalkan pesta itu tak lupa ia memberi ancaman terhadap mereka.
"Ingat semuanya belum berakhir keluarga kalian tidak akan tenang, dan kau anak pembunuh sebaiknya kau persiapkan diri!" teriak nyonya berta bak orang gila.
Karena kejadian itu semua tamu pergi meninggalkan pesta tanpa berpamitan kepada tuan sam yang telah mengundang mereka.
Seketika semuanya menjadi kacau dan kekacauan ini membuat tuan sam sangat malu dan marah lau ia pergi kedalam kamarnya untuk beistirahat tanpa berkata apapun.
Begitupun dengan jason yang sedari tadi muak akan drama yang terjadi lalu ia pergi meninggalkan pesta yang kacau itu menuju kamarnya untuk beristirahat.
Rara yang sedari tadi tak henti menangis atas apa yang telah nyonya berta perbuat terhadap dirinya.
"Udah gak usah nangis semuanya udah berakhir kok" ucap kevin menenangkan rara.
__ADS_1
"Tapi bagimana dengan kakek pasti dia sangat marah kepadaku" ucap rara terisak.
"Tenang aja kakek gak marah sama lo palinga kakek cuma marah sama nenek lampir karena dia yang ngerusak pestanya bukan lo". balas kevin.
"Makasi ya vin kamu udah bantuin aku dan udah peduli sama aku" ucap rara terharu.
"Sudah seharusnya keluarga saling perduli bukan?" ucap kevin.
"Tentu saja, pasti suatu saat nanti aku bisa membalas kebaikanmu" ucap rara senang.
"udah lupain, ayo gua anter lo ke kamar" ajak kevin.
"Gak usah aku bisa sendiri kok, sekali lagi makasi ya vin" ucap rara.
"oke, klo gitu gua balik dulu ya" pamit kevin.
"ya hati-hati ya vin" balas rara.
Kevin pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Allbert pulang menuju ke apartemennya dimana sekarang ia menetap.
"Non rara" panggil lilis.
"Lilis kamu kemana aja dari tadi kok aku gak pernah liat kamu?" tanya lilis.
"Saya sibuk di dapur non" jawab lilis.
"Ya sudah saya ke kamar dulu ya" ucap rara.
"Non apa yang terjadi mengapa gaun non rara sobek dan rambut non berantakan sekali? dan mengapa pesta ini begitu berantakan dan lara tamu dimana? apakah mereka sudah pulang non?" tanya lilis.
"Tadi ada nyonya berta lis dia mempermalukan aku di depan semua tamu kakek dan mengungkap semua kebenarannya lalu dia merobek gaunku dan mengacak-acak rambutku, tapi untung saja ada kevin yang membantuku, ya sudah aku capek lis aku mau istirahat dulu selamat malam" ucap rara.
Lalu rara pergi meninggalkan lilis yang sedari tadi berdiri melihat kearahnya.
"hhh awal yang menarik" (tersenyum sinis).
__ADS_1