Dia Menikahiku Karena Dendam

Dia Menikahiku Karena Dendam
BAB 6


__ADS_3

Semua teriak histeris tak percaya apa yang dilakukan Jason sangatlah diluar dugaan, karena mereka semua tahu alasan Jason menikahi gadis itu, tapi mengapa dia memperlakukan gadis itu dengan romantis.


"Tante sebaiknya pergi dari rumah saya!" bentak Jason.


"Oh begini cara mainmu Jason? Baiklah ingat kamu akan menyesal!" balas Berta sinis.


"Semuanya lanjutkan pekerjaan kalian!" perintah Jason.


Dalam hati rara berkata "kenapa ia begitu romantis dan mengapa dia berubah secepat itu?". Lalu rara menepis rasa sukanya terhadap  perlakuan Jason tadi.


Jika dipikir-pikir siapa yang tidak meleleh dipeluk dan dicium oleh pria tampan, dingin, dan kaya itu. Tapi bagi rara itu semua hanyalah bagian dari drama yang Jason buat dan dia sadar bahwa dia berada dirumah ini tidak lebih untuk dijadikan sebagai babu.


Beberapa jam kemudian dekorasinya pun selesai, tinggal menunggu hari esok, dimana hari itu akan menjadi hari spesial bagi gadis cantik dan lugu itu dan sekaligus akan menjadi awal dari kesialannya harus menjadi seorang babu pengusaha terkaya yang akan menjadi suaminya sendiri.


 


Drrrttt... Drrrttt... Drrrttt...


"Ya hallo mbok, ada apa?" tanya rara.


"Non ada dimana? Kami semua diusir karena rumah Tuan akan di jual, apa yang terjadi non?" tanya mbok darti.


"Maaf ya mbok, sebaiknya mbok pergi dan mencari pekerjaan yang baru, karena rumah itu sekarang milik Jason Allbert bukan Ayah ataupun Rara" jelas rara.


"Lalu non dimana sekarang? Apakah non baik\-baik saja?" tanya mbok darti.


"Iya mbok, oh ya hari ini rara akan menikah" ucap rara sedih.


"Dengan siapa non, kok bisa dadakan? tuan kan belum keluar dari penjara, non akan menikah tanpa restu tuan?" tanya mbok darti.


"Rara terpaksa mbok melakukan ini semua, kalau tidak Ayah akan dihukum mati" jawab rara.


"Non menikah dengan siapa?" Tanya mbok darti.


"Jason Allbert mbok" jelas rara.


"Apakah dia mencintai non?" tanya mbok darti.


"Tentu saja mbok" jawab rara berbohong.


"Tapi kenapa suara non terdengar sedih? Apakah mbok bisa mengunjungi pernikahan non?" tanya mbok darti.


"Rara gak apa\-apa kok mbok, mbok juga gak perlu kesini karena yang diundang hanyalah teman kerjanya Jason" jawab rara berbohong.

__ADS_1


"Baiklah non, selamat ya atas pernikahannya semoga non bisa bahagia sampai tua bersama tuan jason, mbok akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk non" ujar mbok darti senang.


"Makasi ya bik, rara mau siap\-siap dulu" jawab rara.


Belum sempat mbok darti menjawab rara langsung mematikan telepon karena Jason sudah berdiri didepan pintu sedari tadi tetapi rara baru menyadari hal itu.


"Sejak kapan kamu berdiri disitu?" tanya rara.


"Keluar, sebentar lagi acaranya mulai" jawab jason cuek.


"Dasar es batu" gumam rara.


Setelah itu rara mandi dan siap untuk di dandani, lumayan lama ia didandani sampai ia merasa sangat bosan, tetapi rasa bosannya tak menghianati hasil, dia terlihat sangat cantik bahkan tukang riasnya pun tercengang melihat mempelai wanitanya.


"Waah tumben lo baru kali ini ngerias mempelai wanita secantik ini" ujar pria tukang rias itu.


"Namanya juga cantik dari awal, diapa\-apain juga bakalan tetep cantik, ya kan kk?" ejek wanita salah satu tukang rias itu.


Rara tertawa geli karena candaan dari tukang rias itu, mereka sedikit berbincang\-bincang sambil duduk di sofa sehingga mereka lupa waktu dan acaranya pun sudah akan dimulai ketika hendak berdiri tiba\-tiba rara melihat sosok laki\-laki yang sangat ia rindukan.


"Ayah..." lirih rara.


Rara menangis kemudian berlari menuju Ayahnya dan memeluk Ayahnya dengan erat, sosok yang sangat ia rindukan yang tak ingin melepas pelukan itu dan tak ingin jauh dari laki\-laki itu, karena dia adalah pahlawan bagi rara dan akan terus menjadi pahlawan sampai kapanpun itu.


"Ayah dimana?" tanya rara polos.


"Dipenjara lah kakak ipar, ayok acaranya udah mulai tuh" ajak kevin.


"Apakah ayah tidak akan datang?" tanya rara.


"Kayaknya gak deh" jawab kevin.


"Tapi bagaimana pernikahan ini terjadi jika wali dari mempelai perempuan saja tidak bisa datang?" jelas rara.


"Kakak udah siepin keluarga palsu buat lo" jawab kevin.


"Apa! Keluarga palsu? berarti dia menganggap pernikahan adalah mainan saja?" ujar rara sedih.


"Gua gak tau pasti, intinya lo harus keluar karena acaranya udah mulai" jawab kevin.


Kemudian rara dan kevin keluar meninggalkan ruangan rias menuju Ruangan yang sudah disiapkan untuk dijadikan tempat resepsi pernikahan.


"Wah cantik sekali gadis itu"

__ADS_1


"Wah beruntung sekali Jason memiliki gadis cantik dan lugu seperti itu"


"Eh liat itu kah anak yang telah membunuh tunangan Jason?"


"Itu kan anak pengusaha kaya yang sekarang sedang dipenjara"


"Heran deh kenapa sih Jason menikah sama anak pembunuh Tunangannya sendiri"


Dan masih banyak lagi bisikan\-bisikan para tamu yang hadir di acara pernikahan rara dan jason.


"Saya terima nikahnya Rara Angelina bin Pembunuh eh bener sorry sorry" ejek Jason.


Semua tertawa mendengar kalimat Jason, sedangkan Rara merasa sangat malu hingga rasanya ia ingin lenyap dari muka bumi ini. Tiba\-tiba ia meneteskan air matanya yang sedari tadi membendung yang sudah tak bisa ia tahan lagi sehingga keluar dengan sendirinya.


"Mari kita ulangi sekali lagi, tolong ucapkan dengan baik" ujar penghulu.


"Saya terima nikahnya anak pembunuh eh bener lagi sorry\-sorry" ejek Jason.


Rara sudah tak tahan dan berlari keluar ketika rara hendak membuka pintu tiba\-tiba Jason teriak dengan keras.


"Selangkah lagi lo lari gua sendiri yang bakalan bunuh ayah lo!" teriak Jason.


Seketika rara berhenti, ia bingung harus mengikuti kata hatinya atau mendengar kata pria itu, kalau ia mengikuti kata hatinya ayahnya akan di bunuh tapi jika ia kembali ia akan disiksa dan dibuat malu di hadapan banyak orang.


"Gua itung sampe 1!" bentak Jason.


"Saaa.." belum sempat meneruskan rara langsung balik badan dan berjalan kearah Jason.


"Duduk!" bentak Jason.


"Baiklah sudah cukup drama ini, mari ucapkan dengan baik dan benar" ujar penghulu itu.


"Saya terima nikahnya Rara Angelina Bin Indra Wijaya Kusuma dengan seperangkat alat shalat dan uang tunai sebesar 1 juta dibayar sah" jawab Jason cuek.


"Apakah para saksi sah?" tanya penghulu.


"Sah" serempak para hadirin.


Dalam hati rara berkata "awal dari penderitaan gua sudah dimulai".


Acara selanjutnya adalah salam\-salaman, foto keluarga dan yang terakhir adalah makan\-makan. Beberapa jam kemudian Acaranya pun berakhir dan para tamu sudah pulang dan dekorasinya pun dilepas, seketika rumah yang tadi sangat ramai pun menjadi sepi.


"Ini adalah awal dari penderitaan lo" gumam Jason yang melirik ke arah gadis cantik dan lugu yang sedang melepas gaunnya itu.

__ADS_1


 


__ADS_2