
Disepanjang perjalanan sambil menggendong si kucing, rara teringat akan ayahnya lalu ia berencana untuk berkunjung ke kantor polisi untuk bertemu dengan ayahnya yang sangat ia rindukan.
Rara berdiri di tepi jalan untuk menunggu taksi lewat karena kantor polisi sangat jauh dari lokasinya sekarang, tiba-tiba mobil merah berhenti tepat di depannya.
"Kakak ipar" sapa kevin.
"Eh kevin" balas rara.
"Lo mau kemana?" tanya kevin
Dalam hati rara berkata "Kalau gua bilang nanti dia ngadu lagi sama Jason, tapi mungkin kevin bisa bantu gua".
"Eh lo gak denger? Gua nanya" ucap kevin.
"Eh ini vin, sebenernya gua pengen jenguk ayah di kantor polisi tapi takutnya Jason marah" jelas rara.
"Bareng gua aja yuk" ajak kevin.
"Tapi Jason?" tanya rara.
"Lo tenang aja gua gak bakalan kasi tau dia" balas kevin.
"Yaudah yuk" jawab rara.
"Lo yakin bawa tu kucing kotor banget" ucap kevin risih.
"Kasian vin" jawab rara.
"Okeh" pasrah kevin.
Disepanjang jalan mereka hanya terdiam tidak membicarakan apapun sampai rara angkat bicara.
"Vin gua mau nanya" ujar rara ragu.
"Mm" balas kevin singkat
"Gak jadi deh" ujar rara menyesal.
"Gua jawab mm bukan berarti gua gak mau di tanya, gua cuma males memperpanjang aja" timpal kevin kepada rara.
"Tadi gua pergi ke kantor Jason" ujar rara ragu.
"Mmm" balas kevin singkat.
"Kok cuma Mmm?" tanya rara.
"Kan gua udah bilang untuk mempersingkat, gua orangnya gak mau ribet" jawab kevin.
"Seharusnya lo jawabnya dengan kalimat ngapain lo kesana? Gitu" jelas rara.
"Itu namanya nanya bukan jawab" jelas kevin.
"Hmm yaudah" ujar rara sedih.
"Ngapain lo kesana?" tanya kevin malas.
"Gua anterin dia sarapan soalnya kata lilis dia berangkat kerjanya pagi banget, gua kira dia belum sempat sarapan" jawab rara senang.
"Hmm bagus dong kalo gitu" balas kevin.
"Hmm" lirih rara tak semangat.
__ADS_1
"Loh koo sedih?" tanya kevin.
"Jason selingkuh sama perempuan dewasa, mereka pelukan dan ciuman di depen gua" curhat rara sedih.
"Maklumin aja, pria mana yang tahen liat cewek seksi penggoda, dan kakak gua termasuk laki-laki normal jadi gpp dong" jelas kevin.
"Tapi aku kan istrinya vin" ucap rara.
"Dah sampe" singkat kevin.
"Titip cici yah" ucap rara melenggang pergi.
"Lah nama lu cici?" tanya kevin kepada kucing itu.
Rara keluar dari mobil merah itu dan pergi menuju kantor polisi, lalu ia menunggu ayahnya untuk keluar karena dia hanya pengunjung dan waktu bertemu pun sangat terbatas jadi tidak bisa berlama-lama.
"Ayah" panggil rara dengan berlinang air mata dan memeluk ayahnya erat.
"Rara" balas indra dengan membalas pelukan anaknya dengan erat.
Lama berpelukan akhirnya tangis mereka pun pecah betapa rindunya indra terhadap anaknya begitu pula dengan rara sangat rindu terhadap sosok ayahnya ini.
"Ayah baik-baik saja kan? Apa ayah makan dengan teratur?" tanya rara.
"Iya nak, ayah dengar kamu menikah dengan Jason, apa kamu baik-baik saja nak?" balas indra.
"Rara baik-baik saja yah, Jason begitu baik pada rara" ujar rara berbohong.
"Baguslah, disini ayah terus mengkhawatirkanmu nak" balas indra.
"Maafin rara ya ayah karena tidak bisa mengundang ayah di pernikahan rara" ujar rara sedih
"Iya nak, ayah mengerti lagi pula ayah kan cuma seorang tahanan mana bisa menghadiri acara penting anaknya sendiri" balas indra sedih.
"Lama banget sih, liat nih gara-gara cici baju gua kotor" ujar kevin kesal.
"Maaf ya sudah merepotkan" ucap rara rara.
"Yaudah gapapa deh gua ikhlas" jawab kevin.
"Yaudah yuk kita pulang" balas rara sedih.
Di dalam perjalanan rara terus melamun dan bersedih terlihat jelas di matanya kalau ia sedang memikirkan ayahnya.
"Umur lo berapa sih?" tanya kevin serius.
"19 tahun 2 bulan lagi 20 tahun" jawab rara.
"Wah gua udah 22 loh" jelas kevin.
"Kalo Jason umurnya berapa?" tanya rara serius.
"Serius lo mau tau?" tanya kevin.
"Iya vin serius" balas rara kesal.
"Kalo gua 22 berarti dia berapa yah, soalnya pas mama meninggal dulu gua baru kelas 3 SD kalo Jason dia waktu itu umur 1 SMP deh kalo gak salah" jelas kevin.
Rara menghitung dalam hati smbil mengkutik-kutik jarinya melihat hal itu kevin terkekeh geli, sebenarnya ia kasihan terhadap rara mengapa gadis cantik dan lugu ini di jadikan bahan balas dendam oleh kakaknya itu.
"Waah berarti umurnya sekarang 26 dong" jawab rara heboh.
__ADS_1
"Heboh banget" balas kevin.
"Tapi kok muka nya masih kayak seumuran kita yah?" tanya rara.
"Ya karena dia itu tampan sama kayak gua" jelas kevin bangga.
"Hahaha iyadeh" ucap rara terkekeh.
Sepanjang jalan mereka membicarakan hal-hal yang tak penting namun membuat mereka tak berhenti tertawa. Bahagia itu sederhana yah.
"Keluaaar!" bentak Jason
"maafkan kami pak" ucap pria itu memohon.
"Mulai besok saya gak mau melihat wajah kalian lagi, kalau sampai say melihat wajah kalian semua maka kalian cari mati!" bentak Jason
"Dasar manusia gak guna!!!" lanjut kevin.
"Hallo pak, saya mau jual perusahaan Indra Wijaya Kusuma, tolong di urus" jelas Jason.
"Kenapa bapak menjualnya?" Tanya Herlambang pengurus perusahaannya.
"Apa urusannya denganmu!" bentak Jason.
"Bapak harus meminta tanda tangan Pemilik perusahaan sah nya dulu baru bisa di jual" jelas Herlambang.
"Besok saya kirim" jawab Jason singkat.
"Baik pak, saya tunggu" ucap Herlambang.
Kemudian Jason keluar dari kantornya dan masuk ke dalam mobil melaju dengan kecepatan maximal karena amarahnya sudah di ujung tanduk.
Jason berhenti untuk memarkirkan mobilnya dan memasuki Kantor polisi untuk bertemu dengan Indra Wijaya Kusuma sang pemilik perusahaan untuk meminta Tanda tangannya.
"Saya ingin berkunjung" ujar Jason.
"Baik, panggilkan Tahanan yang bernama Indra!" perintah kepala polisi kepada bawahannya.
"Baik pak" jawab bawahannya.
Beberapa menit keluarlah Indra dengan memakai baju tahanan yang membuat Jason semakin merasa bangga karena penderitaan lelaki itu.
"Tanda tangan!" perintah Jason.
"Surat apa ini?" tanya indra.
"Baca!" balas Jason.
Setelah indra membaca isi surat itu, dia terlihat marah dan kesal, karena itu satu-satunya harta yang di tinggalkan istrinya untuk rara.
"Kenapa kau ingin menjualnya? Kau bisa menjual perusahaan yang lain tidak dengan perusahaan yang ini" tanya indra.
"Tanda tangan atau saya patahkan tangan anakmu!" bentak Jason.
"Baik saya akan tanda tangan, tapi saya mau kamu berjanji kalau kamu akan menjaga rara dengan baik" pinta indra.
"Baik" ucap jason singkat.
Lalu indra menandatangani surat itu dan Jason langsung melenggang pergi tanpa sepatah kata, ia berjalan menuju parkiran dan memasuki mobilnya yang mewah itu.
"Dasar tua bangka, mau aja di tipu, dia kira gua bakalan dengan mudah menuruti semua keinginannya? Hah dasar bodoh, lihat aja anakmu akan semakin menderita" gumam Jason tersenyum sinis.
__ADS_1
Lalu ia memutar mobilnya dan melaju dengan kecepatan maximal untuk kembali ke rumahnya yang bak istana itu.