
"Kepalaku terasa pusing, kenapa semuanya terlihat gelap" gumam rara lalu terjatuh pingsan.
Melihat rara yang terjatuh pingsan suster itu berteriak meminta pertolongan untuk rara.
Jason yang sedari tadi mematung melihat kejadian itu akhirnya melenggang pergi begitu saja seolah tak perduli atas apa yang ia lakukan terhadap rara istrinya.
Jason keluar dari rumah sakit dengan mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi. Sampai ia berhenti disebuah kuburan dimana disaat ia sedang terpuruk ia bertemu dengan ibu dan ayahnya.
Sesampainya tepat dikuburan orangtuanya ia menangis seolah-olah semua orang yang ia sayangi telah meninggalkannya.
Gadis berparas cantik dan lugu itu terbangun dari pingsannya, sudah hampir 1 jam ia terbaring dirumah sakit karena insiden itu.
"Auu kepalaku sakit sekali, kakek bagaimana keadaan kakek ahh" ucap rara kesakitan.
"Akhirnya kamu bangun juga, bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya suster itu.
"Baik sus, oh ya kakek dimana? bagaimana keadaannya sekarang?" tanya rara.
"Hmm khawatirkan saja dirimu dulu kau baru saja siuman dari pingsanmu dan terimakasih telah menolong saya" ucap suster.
"Iya, tapi aku beretmu dengan kakek" ucap rara.
"Baiklah mari saya antar, tapi harus pakai kursi roda yah" ucap suster.
"Yah" ucap rara singkat.
Lalu mereka pergi menuju ruangan dimana tuan sam dirawat. Disana terlihat seorang laki-laki sedang duduk dan terlihat jelas wajahnya yang amat sedih dan badan yang lemas.
"Jason?" sapa rara.
"Ngapain lo disini!" bentak jason.
"Aku ingin menemui kakek" jawab rara.
"Setelah apa yang lo lakuin ke kakek!" bentak jason.
"Bukan aku yang melakukannya, aku sungguh tak tau apa-apa" jawab rara terisak.
"Pergi atau_ belum sempat meneruskan kalimatnya tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.
"Permisi" ucap dokter.
Jason langsung berdiri dengan wajah yang sangat panik dan khawatir.
"Dengan keluarga tuan sam?" tanya dokter.
"Ya saya keluarganya dok" jawab jason.
"Pasien baik-baik saja tetapi untuk saat ini dia tidak berjalan, jika terlambat sedikit saja kemungkinan pasien akan meninggal" jelas dokter.
Lalu jason bergegas masuk keruangan tersebut dan langsung menemui tuan sam yang sedang terbaring lemah.
Kemudian jason kembali keluar dan memastikan apa sebenarnya penyebab lumpuhnya tuan sam.
"Dokter!" teriak jason.
"Iya?" tanya dokter.
"Apa sebenarnya yang menyebabkan kakek seperti itu?" tanya jason.
"Sepertinya pasien terkena racun yang dibuat khusus untuk melumpuhkan seseorang, apakah tadi pasien sempat sarapan?" tanya dokter.
__ADS_1
"Iya dok saya mengerti terima kasih" ucap jason.
"Baiklah saya permisi dulu" ucap dokter.
Jason kembali melihat keadaan tuan sam dan menangis karena tidak tega melihat sang kakek yang sedang lumpuh tak berdaya.
"Kakak ipar!" panggil kevin.
"Non" sapa lilis.
"Dimana kakek? apa yang terjadi?" tanya kevin panik.
"Kakek ada di dalam bersama jason" jawab rara.
Kevin masuk kedalam dan melihat keadaan tuan sam dan ia melihat ada jason yang sedang duduk menangis.
"Kenapa lo gak telpon gua?" tanya kevin.
Hening tidak ada jawaban dari jason.
"Gimana keadaannya?" tanya kevin.
Tetap jason tak menjwab.
"*******!" teriak kevin sembari memukuli tembok.
Lalu kevin pergi keluar dari rumah sakit dengan amarah yang begitu memuncak dan mengendarai mobil sport merahnya dengan sangat cepat menuju pantai.
"Kenapa sih gak ada yang peduli sama gua! disetiap gua ngelakuin hal baik gua selalu diabaikan dan gak pernah dianggep!" teriak kevin.
Kevin terlihat lebih putus asa dibanding jason, ia sangat merasa terpuruk dan merasa tidak memiliki siapapun bahkan sebelum orangtuanya meninggal dia tetap saja tak pernah dianggap.
"mamah aku mau mainan pesawat" ucap kevin.
"Nanti ya kita beli sayang" jawab ningrum.
"Aku juga ya mah" sahut jason.
"Anak mamah juga mau yah" balas ningrum sambil menggendong jason.
Umur jason dan kevin selisih 2 tahun tetapi jason selalu diutamakan dan selalu disayang.
Suatu hari kevin tumbuh menjadi anak yang bodoh, pemalas dan nakal. Ia berpikir mungkin dengan ia bersikap seperti itu dia akan diperhatikan oleh mamanya sedangkan papanya sudah lama meninggal sejak mereka sedang dalam kandungan.
"Kevin kalau makan duduknya harus sopan dan jangan berantakan, liat tuh kakak kamu rapi dan sopan tidak seperti kamu" ucap ningrum.
Tapi kevin tak mendengar ia tetap melakukannya.
"Mah aku juara 1 dikelas" ucap jason senang.
"Anak mamah pinter banget sih, dari awal mamah udah tebak kamu akan jadi juar dikelas lagi seperti biasanya, ayo makan dulu mamah udah buatin sarapan buat kamu" ucap ningrum bahagia.
Mendengar hal itu kevin langsung berlari menuju kamarnya dan menutup pintu dengan keras.
Selalu jason yang disayang bukan kevin.
Flashback off.
"Non rara mengapa duduk di kursi roda? apa yang terjadi? apakah non rraa baik-baik saja?" tanya rara panik.
__ADS_1
"Ya aku baik-baik saja kok lis, tadi aku sedikit pusing jterus pingsan". jawab rara.
"Pasti non rara kecapek an makanya bisa pingsan" ucap lilis.
"Mungkin" jawab rara singkat.
"Sebaiknya kita pulang yuk non, non rara harus istirahat di rumah" ajak lilis.
"Gak lis, aku gak mau pergi dari sini sebelum kakek sadar, apalagi semua ini karena makanan yang aku buat" jawab rara sedih.
"Non rara jangan menyalahkan diri seperti itu, sebaiknya kita pulang dulu, nanti kalo tuan json melihat non rara dia pasti akan marah sama non rara" jelas lilis.
"Gak lis, aku gak akan pulang, aku akan tetap disini apapun yang terjadi" jawab rara.
"Ya sudah kalo non rara bersikeras saya akan menemani non rara disini" ucap lilis.
"Kamu pulang aja lis, kamu juga kan harus istirahat, kita juga gak tau kapan kakek akan sadar" ucap rara.
"Tapi non_ belum sempat melanjutkan kalimatnya tiba-tiba jason muncul dengan raut wajah yang sangat putus asa.
"Bener kata lilis, lo harus pergi dari sini sebelum gua nyakitin lo lagi" ucap jason.
"Tapi aku mau menemani kakek samapi dia sadar" jawab rara.
"Setelah sadar mau lo bunuh lagi?!" ucap jason menahan emosi.
"Ayo non kita pulang" ajak lilis.
"Yah" ucap rara singkat.
Lalu mereka pergi meninggalkan jason yang mematung penuh kesedihan dan bertanya-tanya siapa yang telah berani meracuni kakeknya.
Di dalam taxi
"Lis, apakh jason akan baik-baik saja disana?" tanya rara.
Dalam hati lilis memaki "mana gua tau emang gua dukun apa!"
"Gak tau non" ucap lilis mencoba sabar.
"Sebenarnya siapa yang tega melakukan semua itu lis? padahal aku sendiri yang udah mencicipi sop itu dan tidak terjadi apa-apa, apa jangan-jangan ketika aku pergi meninggalkan masakanku lalu orang itu memasukkan racunnya kedalam sop kakek"
Seketika lilis terdiam mematung mendengar apa yang dikatakan rara.
"Tapi gak mungkin juga soalnya aku udah titip masakan aku sama pelayan dapur dan pas balikereka masih ada disana, lalu siapa ya lis?" lanjut rara.
Lilis masih terdiam kaku tak menjawab pertanyaan rara.
"Lilis kok diem aja sih" ucap rara yang membuat lilis tersontak kaget dan jadi gelagapan.
"Eh lo lo tadi bi bilang apa?" tanya lilis gugup
"Loh kok kamu ngomongnya gitu lis?" tanya rara balik.
"Eh gua gak eh maksudnya saya juga penasaran non kira-kira siapa ya yang tega banget sama tuan sam" ucap lilis.
"Aduh gawat nih kayaknya ni anak curiga deh ama gua" batin lilis.
"Semoga aja kebenarannya cepat terungkap ya lis" jawab rara pasrah.
"Eh i iya non" ucap lilis.
__ADS_1