Dia Menikahiku Karena Dendam

Dia Menikahiku Karena Dendam
BAB 12


__ADS_3

drrrttt... drrrttt...


"Ya hallo ini siapa?" terdengar suara serak selepas bangun tidur.


"Ini kakek, mengapa kakak mu tidak mengangkat telpon dari ku?" tanya Tuan Sam Allbert.


"Kevin gak tau kek, kevin sekarang tinggal di apartement" jawab kevin.


"Apakah benar kakak mu sudah menikah?" tanya Tuan sam


"Kakek tau dari mana?" tanya kevin balik.


"Kamu tidak perlu tau, cepat bangun dari ranjangmu dan mandi, jemput kakek di bandara 1 jam lagi sampai, jangan lupa beritahu kakak mu" perintah tuan sam.


"Kenapa mendadak sekali kek?" tanya kevin.


Tut.. teleponnya terputus yang berarti dimatikan secara sepihak oleh Tuan Sam Allbert.


"Huuu kebiasaan banget sih kakek tua" kesal kevin.


Lalu ia bergegas mandi dan bersiap-siap untuk menuju ke bandara.


 


Silau terpancar dari luar jendela mengenai wajah gadis cantik dan lugu itu yang membuat dirinya terpaksa membuka matanya.


Terlihat seseorang berdiri yang dengan sengaja membukai tirai agar ia terbangun, ya siapa lagi kalau bukan lilis pelayan pribadinya itu.


"Selamat pagi non rara" sapa lilis.


"Pagi lilis" balas rara.


"Bangun non, ini sudah jam 8 waktunya bersiap-siap untuk sarapan" ucap lilis.


"Baik lis, kamu tunggu saja di luar nanti kalau sudah selesai saya akan keluar untuk sarapan" jawab rara.


"Baik non" balas lilis.


Lalu lilis pergi meninggalkan ruangan itu, dan rara bergegas ke kamar mandi untuk memnyegarkan diri.


Setelah beberapa menit rara keluar dari kamara mandi dan bersiap-siap untuk sarapan.


Mobil merah sport berhenti di kediaman rumah mewah seorang Jason Allbert, siapa lagi kalau bukan kevin Allbert.


"Dimana Jason?" tanya kevin kepada lilis yang sedang menyiapkan sarapan.


"Sudah berangkat dari tadi pagi tuan" jawab lilis.


"Lalu kakak ipar dimana?" tanya kevin.


Tiba-tiba terdengar suara kaki yang sedang menuruni tangga.


"Hai kevin, kamu kapan datang?" tanya rara.


"Baru aja ra" jawab kevin.


"Kamu sudah sarapan belum, kalau belum sarapan disini aja yuk" ajak rara.


"Oke, kebetulan aku laper banget" jawab kevin.

__ADS_1


Lalu mereka sarapan bersama sambil tertawa seolah-olah tidak terjadi apa\-apa selama kevin tidak berada dirumah.


Tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka dengan kasar dan suara langkah kaki yang terburu-buru.


"Kevin!" panggil Jason.


"Kenapa lo gak bilang kalo kakek pulang ke indonesia hari ini!" bentak jason.


"Dia baru kasi tau gua tadi pagi, dan sekarang gua dateng ke sini buat kasi tau lo tapi lo gak ada!" bentak kevin.


"Gawat kakek pasti marah kalo tau ekonomi perusahaannya telah menurun" gumam jason.


"lo bilang apa?" tanya kevin.


"Sekarang kita ke bandara" ucap jason.


"Ok" balas kevin.


Lalu mereka pergi meninggalkan rumah mewah itu untuk pergi menjemput kakeknya Tuan Sam Allbert yang sudah membesarkan mereka.


"Lilis kakek itu siapa? apa yang mereka bicarakan tadi?" tanya rara.


"Mmm saya tidak tau non, saya kan masih baru di sini" jawab lilis.


"Aku takut sesuatu akan terjadi di rumah ini lis" ucap rara.


"Sebaiknya non rara melanjutkan sarapannya, jangan pikirkan hal yang bukan urusan non rara" ucap lilis.


"Aku sudah kenyang lis, sebaiknya aku pergi ke kamar dulu, tiba-tiba kepala ku agak sedikit pusing" ucap rara.


"Apa perlu saya antar non rara ke kamar?" tanya lilis.


 


Setelah menunggu selama 25 menit dengan rasa bosan akhirnya mereka bertemu dengan tuan sam allbert dan segera memasuki mobil menuju ke rumah Allbert.


Di dalam mobil


"Kakek, kenapa kakek pulang ke indonesia? bukankah di singapore lebih menyenangkan?" tanya kevin.


Hening tidak ada jawaban dari Tuan sam, dengan rasa kesal karena tidak dijawab kevin memakai aerphod di telinganya dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh dirinya sendiri.


"Bagaimana perusahaan jason?" tanya tuan sam.


"Sedikit kacau kek" gumam jason.


"Apa!" bentak tuan sam.


kevin yang sedari tadi tenang mendengarkan lagunya tiba-tiba tersontak kaget karena suara kakeknya yang menembus sampai ke gendang telinganya.


"Aisshh ada apa sih!" bentak kevin.


Lagi-lagi tidak ada yang menjawab pertanyaannya.


"Apa yang kamu lakukan selama ini jason, kakek sudah berapa kali memberimu kesempatan untuk mengelola perusahaan itu tapi tetap saja kau mengulangi kesalahanmu!" bentak tuan sam.


"maaf kek" gumam jason menyesal.


"Apa yang membuatmu sibuk sehingga kau seperti ini! dulu kau sibuk dengan wanitamu yang manja itu sekarang apa!" bentak tuan sam.

__ADS_1


"Apa dia selalu mengganggumu dan menyita semua waktu kerjamu sehingga kau lalai akan tugas mu!" lanjut tuan sam


Seketika Jason melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, kevin yang tadi kembali tenang sekarang menjadi panik dan bingung.


"Woi pelan-pelan napa gua belum nikah!" bentak kevin.


Lagi-lagi tak ada jawaban, tuan sam yang dulu semasa mudanya pernah menjadi sang pembalap mobil merasa tenang saja karena ini bukanlah hal pertama kali untuknya.


"Kakek beritahu dia agar pelankan mobilnya!" bentak kevin panik.


Akhirnya jason berhenti di sebuah kantor polisi dan keluar dari mobil berlari ke dalam kantor polisi.


"Kenapa dia membawa kita ke kantor polisi?" tanya kakek.


Tak ada jawaban dari kevin karena selama perjalanan dirinya tak pernah dianggap lalu mengapa ia harus menjawab.


"Kevin!" bentak tuan sam.


"Kenapa Tuan Sam Allbert?" tanya kevin.


"Mengapa kamu tidak menjawab pertanyaan kakek?" tanya tuan sam.


"Mengapa kakek tidak menjawab pertanyaan ku?" balas kevin.


"Jawab!" bentak tuan sam.


"Mungkin jason rindu dengan pembunuh itu" gumam kevin.


"Pembunuh?" tanya tuan sam.


"Iya kakek" jawab kevin malas.


"Siapa yang dibunuh? apa hubungannya dengan keluarga Allbert?" tanya tuan sam.


"Nensi" jawab kevin singkat.


"Beritahu kakek dengan jelas kevin Allbert" ujar tuan sam.


"Malam dimana kakek di antar ke bandara oleh jason, mereka sempat bertengkar karena nensi ingin menonton di bioskop bersama jason tapi jason lebih memilih mengantar kakek kebandara karena insiden itu nensi kesal dan malam itu dia pergi minum ke bar untuk meluapkan emosinya, tapi sepulangnya dari bar dia diperkosa lalu dibunuh dengan mengenaskan" jelas kevin.


"Kakek kira jason menikahi gadis manja itu" balas tuan sam.


"Bukanlah, yakali kakak nikah sama mayat" ucap kevin sambil tertawa.


"Lalu dia menikahi siapa?" tanya kakek.


"Cucu kakek itu sudah gila, masak dia nikah sama anak pembunuh itu hahaha" jawab kevin tak henti tertawa.


"Hhh menarik, itu baru cucu tuan Allbert" ucap tuan sam.


Lalu kevin kaget mendengar bagaimana reaksi kakeknya itu.


"Lah kalian sama-sama gila ya" ucap kevin heran.


"Kenapa memangnya kalau jason menikahi anak pembunuh itu? sudah terlihat jelas bahwa jason hanya ingin membalas dendam dengan menyiksa anak pemembunuh tunangannya itu" ucap tuam sam.


"Tapi kan rara gak salah apa-apa dia hanya gadis lugu yang baru lulus SMA" jawab kevin


"Serahkan saja pada kakak mu kamu tidak perlu ikut campur, itu urusan mereka" jawab kakek sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


__ADS_2