
Flashback off
"Baiklah apakah kau akan ikut atau tidak waktu kita sudah tak banyak" tanya jason.
"Tentu saja aku akan pergi" jawab indra.
Lalu mereka pergi bersama dua petugas dari kantor polis untuk menjaga pak indra.
...Rumah Sakit...
"Gimana ini by aku takut, kalau jason menghukum kita bagaimana?" ucap lilis panik.
"Tenang saja aku sudah menyusun rencana agar jason tidak tahu rahasia kita" jawab kevin.
"Baik aku percaya dan jangan membuatku kecewa" ucap lilis.
"Iya by, aku gak akan biarin siapapun nyakitin kamu" jawab kevin.
"Makasi by, I love you" ucap lilis sedikit tenang.
"I love you too by" balas kevin.
"Tapi kamu gak curiga sama kakak kamu?" tanya lilis.
"Curiga kenapa?" tanya kevin.
"Tingkahnya akhir-akhir ini berbeda, dia menjadi peduli terhadap rara, bukankah dia sangat membenci rara karena kematian kakak ku?" tanya lilis
"Dia perduli karena dia gak mau rara mati dengan mudah begitu saja, kamu kan tau alasan dia menikahi rara, hanya untuk balas dendam, hanya untuk menyiksanya" jawab kevin santai.
"Kurasa tidak" ucap lilis.
"Itu cuma perasaan kamu doang by, udahlah yang penting kita tetap jalanin rencana kita" ucap kevin.
"Iya by" jawba lilis.
Selang beberapa menit jason dan indra akhirnya sampai dirumah sakit dan mereka segera pergi menemui dr.agung.
"Dimana dokter agung?" tanya jason panik.
"Di dalam kak" jawab kevin.
Mendengar hal itu dr.agung keluar dari ruang operasi.
"Bagaimana? apakah sudah ada darahnya?" tanya dr.agung.
"Dok saya dok, saya ayah nya rara? silahkan ambil darah saya sepuasnya apapun untuk putri saya" ucap indra panik.
"Baiklah silahkan masuk kita jalankan transpusi darah dulu" ucap dr.agung.
Operasi pun dimulai dan sudah 1 jam lebih berlalu operasinya tak kunjung selesai.
__ADS_1
Terdengar suara pintu terbuka dari ruang operasi. Jason berlari kearah dr.agung.
"Gimana dok? apa operasinya berjalan dengan lancar?" tanya jason panik.
"Iya semuanya berjalan dengan lancar tapi" kalimat dr.agung terputus lalu ia menceritakan semua yang terjadi di dalam ruang operasi.
Flashback on
"Mari pak kita periksa kesehatan dulu" ucap dr.agung.
"Tidak perlu pak, langsung saja operasinya" jawab indra.
"Tapi pak kalau bapak memiliki penyakit sperti kanker bagaimana? kan percuma rara jadi tidak bisa menerima darah bapak karena pada akhirnya rara juga akan menderita penyakit yang diderita bapak" jelas dr.agung.
"Baik pak, lakukanlah dengan cepat" ucap indra.
"Silahkan berbaring pak" pinta dr.agung sembari memeriksa penyakit pak indra.
"Bapak memiliki penyakit lambung dan lambung bapak sudah tidak bisa mencerna makanan itu memungkinkan nyawa bapak tidak lama lagi, mungkin ini alur yang diberikan tuhan pak, dengan begitu kematian bapak tidak akan menjadi sia-sia bapak akan menjadi ayah yang bermanfaat disaat hidup dan mati bapak untuk rara" jelas dr.agung.
"Iya pak, apapun demi putri saya, tapi apakah darah saya tidak akan berbahaya untuk rara?" tanya indra.
"Tidak pak karena ini hanyalah penyakit lambung, jelas dr.agung.
"Lakukanlah pak saya siap, nyawa putri saya lebih penting dari pada nyawa saya sendiri" jawab indra.
"Silahkan bapak melihat putri bapak terlebih dahulu kita tidak tau apakah bapak masih bisa bangun setelah operasi nanti" ucap dr.agung.
Lalu indra berjalan kearah putrinya dan memeluk putrinya dengan erat sambil menangis. Dokter dan suster disana menjadi saksi betapa cintanya indra terhadap putri semata wayangnya itu.
Flashback off
"Itulah kalimat terakhir almarhum" ucap dr.agung.
"Lalu bagaimana dengan rara?" tanya jason sendu.
"Saya tidak bisa memastikan kapan dia akan sadar, tapi sebaiknya berita kematian ayahnya di sembunyikan dulu karena tidak baik untuk kesehatannya, apalagi dia baru selesai menjalankan operasi" jelas dr.agung.
"Baik dok" ucap jason lalu pergi ke ruangan kakeknya.
"Kakek" panggil jason.
"Iya nak ada apa?" jawab tuan sam.
"Tidak ada kek, jason hanya rindu sama kakek" jawab jason.
"Kasian banget rara, tapi disisi lain aku senang karena pembunuh kakak ku sudah meninggal" ucap lilis.
"Mengapa ibumu sampai melakukan hal senekat itu dan mengapa kamu ikut dalam rencananya?" tanya kevin.
"Aku mengingat betapa hancurnya tubuh kakakku yang dicabik-cabik oleh lelaki biadap itu dan seketika aku menjadi ingin menghabisi rara" jawab lilis menyesal.
__ADS_1
"Aku ngerti lis tapi rencana kita bukan itu, kita gak boleh sama kejinya dengan nyonya berta" ucap kevin.
"Aku tau dia ibu angkatku tapi kau tidak berhak menjelek-jelekan dia didepanku kevin" ucap lilis.
"Itu fakta lilis, dia membuatmu ikut terjerumus kedalam rencananya yang busuk itu, aku sudah memperingatkanmu agar tidak salah dalam mengambil langkah, aku tidak mau kau mendapat masalah dan berakhir di penjara" ucap kevin.
"Siapa yang berakhir di penjara?" tanya jason tiba-tiba datang.
"Eh mm itu kak si nenek lampir" jawab kevin gugup.
"Jelaskan apa yang terjadi terhadap rara dan mengapa kalian bisa bersama" perintah jason.
"Iya kak" jawab kevin.
"Jelaskan di tempat lain, karena aku tak mau membuat keributan disini" ucap jason dan keluar diikuti kevin dan lilis.
...Belakang RS...
"Jelaskan!" perintah jason.
"Sebneranya_ belum sempat melanjutkan kalimatnya jason langsung memotongnya.
"Bukan lo tapi dia" ucap jason.
"A a aku aku tidak tahu apa-apa tuan" ucap lilis ketakutan.
"Hhh bukankah kau yang membuat semua pelayan dirumahku pingsan dan kau yang memukul kepala rara dengan kayu dan kau masuk ke dalam mobil nyonya berta! apa kau lupa hah!" bentak jason.
"A aku itu aku iya aku melakukan semua itu tapi aku tak berniat membunuh non rara, dan aku sudah mencoba untuk menolongnya tetapi ibu ibu mengikatku" ucap lilis gugup.
"Ibu? siapa yang kamu maksud ibu?" tanya jason penasaran.
"Ibu berta dia adalah ibu angkatku" jawab lilis.
"Hhh jadi semua ini ulahmu, pertama kau yang membiarkan nyonya berta masuk ketika pesta sedang berlangsung, menghancurkan semuanya dan membuat kakek malu di depan semua tamunya! kedua kau yang memasukkan racun itu ke dalam makanan kakek! yang ketiga kau yang membantu nyonya berta menghabisi rara!" bentak jason marah.
"Bukan bukan aku yang memasukkan racun itu" ucap lilis panik.
"Apa kau kira aku bodoh atau kau yang bodoh! lain kali kalau mau berbuat jahat pastikan cctv sudah kau matikan!" bentak jason.
"Bukankah tidak ada cctv di dapur? aku sudah memeriksanya" jawab lilis panik.
"Aku melihatmu memasukkan racun itu kedalam makanan yang di buat rara untuk kakek" ucap jason.
"Maafkan aku tuan, aku tak bermaksud begitu" ucap lilis menangis.
"Kau benar tidak ada cctv di dapur dan dengan perangkap ini akhirnya kau mengaku atas kesalahanmu" ucap jason.
"Enaknya kamu diapain yah" lanjut jason.
"Buat apa kakak hukum lilis, lagian kakek udh sadar" ucap kevin.
__ADS_1
"Tapi dia lumpuh gak bisa jalan!" bentak jason.
"Itu salah dia!"