
"Lilis" gumam rara.
"Alamatnya, mana? mana gak ada alamat sang pengirimnya" ucap rara panik.
"Aku harus bertemu dengan lilis, dia harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi setelah nyonya berta menusukku, aku ingin tau segalanya" ucap rara panik.
Dengan segera rara menyembunyikan bunga dan surat itu agar jason tak melihatnya.
"Pelayan!" panggil rara.
"iya non?" jawab pelayan itu
"kalau jason pulang, jangan kasi tau dia kalau ada yang mengirim bunga ke saya" ucap raar kepada pelayan.
"Baik non" jawab pelayan itu.
Rara kembali ke dalam kamar dan teringat masa-masa disaat ia di culik oleh nyonya berta. Tak terasa malam pun tiba.
"Sayang" panggil jason sembari memeluk pinggang ramping rara.
"Eh mas aku kaget tau" ucap rara tersenyum.
"Lagi mikirin apasih?" tanya jason sambil mencium pipi rara.
"Gak mas cuma kepikiran ayah aja" jawab rara.
"Oh ya sudah aku mandi dulu yah" ucap jason pergi kearah kamar mandi.
"Iya, kamu mau makan malam lauk apa?" tanya rara kepada jason.
"Terserah intinya masakan kamu" jawab jason tersenyum.
"Baiklah" ucap rara.
Kemudian rara pergi kedapur untuk memasak makanan untuk tuan sam dan suaminya.
"Biar saya saja yang masak" ucap rara kepada pelayan itu.
"Baik non, tapi saya bantu-bantu sedikit ya" tawar pelayan itu.
"Baiklah mari kita mulai" ajak rara ramah.
Selang beberapa menit makanan yang dimasak rarapun selesai dan para pelayan menyiapkannya di meja makan.
Terlihat tuan sam yang sedari tadi sibuk dengan komputernya sedang duduk di sofa dengan berkas-berkas penting yang begitu banyak.
"Kakek" panggil rara.
"Iya ra" balas tuan sam.
"Mari makan dulu kek, sudahi pekerjaan yang melelahkan itu, ingat kesehatan kakek jauh lebih penting" ucap rara membujuk tuan sam.
"Hahaha kau menantu yang terbaik rara, kau selalu mengingatkan akan kesehatan kakek" ucap kakek tersenyum.
"Ada apa ini? kalian tertawa tanpa ku? yang benar saja" canda jason tersenyum.
"Hi mas, mari makan malam dulu" ajak rara.
Lalu mereka makan malam bertiga seperti biasanya dengan canda dan tawa. Akhirnya aktivitas makan malam itu selesai dan mereka segera ke kamar masing-masing.
"Sayang" panggil jason manja sambil memeluk rara yang sedang mengoles lotion ditubuhnya.
"Kenapa mas?" tanya rara.
"Kamu tau gak ini malam apa?" tanya jason.
"Malam jumat" jawab rara cuek.
__ADS_1
"Udah satu minggu ini aku tidak pernah menyentuhmu karena pekerjaan ku yang menumpuk, tapi sekarang semuanya dikerjain kakek, maka kita bisa melakukannya malam ini" ucap jason manja.
"Melakukan apa?" ejek rara.
"Ya selayaknya suami istrilah" jawab jason masih manja.
"Aku lagi gak enak badan mas, akhir-akhir ini aku sering mual" ucap rara.
"Palingan cuma masuk angin" balas jason kesal.
"Mungkin, tapi aku benar-benar tidak enak badan mas,
coba deh pegang dahiku agak terasa panas" ucap rara sambil mengarahkan tangan jason ke dahinya.
"Males!" dengan sigap jason menarik tangannya dan tidur membelakangi rara.
"Mas? ngambek ya?" tanya rara.
Tidak ada jawaban.
"Maaf ya mas, bukannya rara gak mau tapi lagi gak enak badan" ucap rara mencoba membujuk jason.
"Mas?" lanjut rara sambil memeluk pinggang jason.
Lagi-lagi tidak ada jawaban dan rara tertidur sambil memeluk pinggang suaminya yang sedang membelakanginya itu.
Keesokan harinya...
Kring...Kring...
Suara alarm berbunyi yang menandakan seseorang harus sadar dari alam mimpi dan terbangun dari tempat tidurnya.
"Mas jason dimana? kok gak ada?" tanya rara heran sembari memeriksa tempat tidur jason.
Rara terbangun dan segera keluar dari kamar dan mencari keberadaan suaminya itu tapi ia tak menemukannya.
"Kakek, apa kakek melihat jason?" tanya rara.
"Mengapa pagi sekali kek?" tanya rara penasaran.
"Tadi malam perusahaan dibobol maling, jason pergi memastikan apakah berkas yang penting dicuri atau tidak, kakek dengar tidak ada barang yang hilang, bahkan malingnya tidak mengambil uang perusahaan" jawab tuan sam.
"Terus apa motif maling itu kalau tidak mencuri?" tanya rara.
"Kakek akan pergi memeriksanya nanti kalau sudah pulang kakek ceritakan" ucap tuan sam.
"Baik kek, apa kakek tidak sarapan dulu?" tanya rara.
"Tidak sempat, kakek khawatir kalau ada berkas penting yang hilang, kakek harus segera memeriksanya" ucap tuan sam.
"Baiklah kek, hati-hati di jalan" ucap rara.
"Baiklah" balas tuan sam.
...Kantor...
"Bagaimana perusahaan bisa di bobol!" teriak jason
"Panggil securiti yang bertugas tadi malam!" lanjut jason marah.
"Baik pak" ucap salah satu karyawan.
Lalu karyawan itu bergegas pergi mencari dua securiti yang bertugas tadi malam itu.
"Joko! Yanto! mahen! cipto! jaya!" panggil arya.
"Ya pak?" jawab mereka serempak
__ADS_1
"Cepat ikut dengan saya, pak jason memanggil kalian" perintah arya.
"Baik pak" jawab mereka.
"Apa yang ada di otak kalian! sehingga perusahaan yang begitu besar bisa di bobol!" teriak jason.
"Maafkan kami pak, tapi tadi malam sungguh tidak ada siapa-siapa yang memasuki perusahaan, semuany aman-aman saja sampai kami mendengar ledakan dari ruangan bapak" jawab Joko mewakili teman-temannya.
"Kalian tau apa yang baru saja di curi! hah!" bentak jason.
"Berkas perusahaan pak" jawab mereka serempak.
"Kalian tau berapa kerugian dari hilangnya berkas itu! hah! jawab!" teriak jason.
"Tidak pak" jawab mereka serempak.
"Maju kalian satu-satu!" bentak jason.
Plak plak plak plak plak suara tamparan yang begitu keras mengenai pipi mereka.
"Keluar jangan sampai saya melihat wajah kalian lagi!" bentak jason.
"Baik pak" jawab mereka serempak.
Lalu mereka keluar dari perusahaan Allbert.
"Ada apa ini ribut-ribut jason? apa yang baru saja terjadi?" tanya tuan sam.
"Berkas perusahaan kita kek, rencana kita membangun perusahaan ini lebih berkembang sekarang tinggal angan-angan" jawab jason.
"Apa? berkas itu dicuri?" ucap tuan sam sambil memegang dadanya yang rerasa sesak.
"Kakek!" teriak jason panik.
"Kenapa kalian diam! Cepat siapkan mobil!" bentak jason panik.
Kemudian ia membantu kakeknya berjalan menuju mobil dan mengantarnya ke rumah sakit terdekat.
"Kakek bertahanlah sebentar lagi kita sampai" ucap jason khawatir.
...Rumah Sakit...
"Kakek bertahanlah" ucap jason memegang tangan tuan sam.
"Tunggu di luar pak biarkan kami bekerja dengan fokus" ucap dokter itu.
"Baik dok" ucap jason panik.
"Bagaimana ini, mengapa kakek ke kantor, betapa bodohnya aku sampai mengatakan kebenaran itu" gumam jason.
Sudah beberapa menit akhirnya dokter itu keluar.
"Dok bagaimana keadaan kakek saya?" tanya jason panik.
"Pasien baik-baik saja dan dia sudah siuman, silahkan masuk" jawab dokter itu.
"Baik dok, terima kasih" ucap jason lalu masuk untuk menemui tuan sam.
"Kakek" panggil jason.
"Jason" balas tuan sam.
"Apa dada kakek sudah tidak sesak lagi?" tanya jason khawatir.
"Kamu tenang saja kakek sudah tidak apa-apa" jawab tuan sam.
"Baiklah kek, mari kita pulang biar kakek istirahat di rumah dan rara yang akan mengurus kakek nanti" ucap jason.
__ADS_1
"Baiklah nak" ucap kakek.
Lalu jason dan tuan sam pergi memasuki mobil dan pulang menuju rumah kediaman keluarga Allbert.