
"Apa-apaan ini!" teriak Jason.
"Ada apa tuan?" tanya lilis.
"Siapa yang biarin hewan kotor ini menginjak lantai rumah gua!" bentak Jason.
Kemudian dengan kasar Jason menendang kucing itu keluar dari rumahnya sehingga menabrak meja yang diatasnya terdapat guccy yang sangat mahal jatuh dan pecah mengenai tubuh kucing dan membut si kucing meringis kesakitan dan tak henti mengeluarkan suara "meong"karen banyak mengeluarkan darah.
Mendengar keributan itu rara berlari menuju teras dan melihat kucing itu penuh dengan darah rara langsung memeluknya.
"Lo tega banget sih! Lo ngebunuh kucing yang gak bersalah!!" bentak rara tak tahan.
"Guccy gua juga mahal lo bisa ganti hah!!" bentak kevin.
"Guccy bisa dibeli, apa lo bisa ngebalikin nyawa kucing ini!!" bentak rara keras.
"Coba ulang, nada lo tinggi juga" ujar Jason santai.
"Kenapa emangnya lo gak suka!" bentak rara kesal.
Dengan sigap Jason mencekik leher rara sehingga rara hampir saja kehabisan nafas.
"Lo cuma babu di sini!" tekan Jason.
"Gua tau, tapi lo gak berhak memperlakukan hewan seperti itu!" balas rara.
"Seharusnya lo Khawatirin nasib lo, bukan nasib hewan ini!" bentak kevin sembari menjatuhkan kucing itu dari pelukan rara.
"Jason!" plaaaak rara menampar jason dengan begitu keras.
Jason tak terima ia di perlakukan seperti itu, karena selama ini tidak ada yang berani menyentuh wajahnya yang tampan kecuali org yang ia sayang bahkan gadis ini menamparnya. apakah dia cari mati?.
Jason memegang tangan rara dan menariknya dengan kasar menuju gudang dan melempar gadis itu sembarangan, semua orang hanya bisa diam menyaksikan drama di rumah itu, karena mereka semua juga tak lebih dari seorang babu.
"Awww sakit" ringis rara.
"Selama ini gak ada yang berani nampar muka gua dan lo seenak jidat ngelakuin itu hah!!" bentak jason.
"Tangan gua reflex nampar lo, gua gak bermaksud..Gua gk bermaksud.. Hiks hiks hiks" ucap rara gemetar dengan diiringi tangisan.
"Karena lo udah kelewat batas, malem ini lo harus tidur disini!" bentak Jason.
"Jangaaan saya mohon hiks hiks hiks... Saya takut di sini gelap" tangis rara.
Jason membalik badannya dan berjalan menuju pintu, tetapi rara dengan sigap memegang kaki jason dan memohon agar ia tidak dihukum.
"Tolong maafin sayaaa hiks saya gak bermaksud hiks tolong maafin saya hiks.." tangis rara.
"Oh ya hampir saja lupa, perusahaan ibumu sudah saya jual" jelas Jason santai.
__ADS_1
Lalu ia melenggang pergi meninggalkan gadis cantik dan lugu itu di dalam gudang sendirian dan menguncinya agar rara tak bisa keluar dari gudang itu.
"Apa? Kenapa harus perusahaan itu? Kenapa bukan yang lain saja?? kenapa?? Hiks hiks hiks kenapaaa!!!" teriak rara di dalam gudang.
"Jangan sampai ada yang membukakan pintu gudang dan memberi makan perempuan itu!" perintah jason.
"Baik tuan" ucap serempak seisi rumah.
"Kak, ini udah kelawatan" ucap kevin.
"Satu lagi, kalau ada yang melakukan hal itu nasibnya akan lebih parah dari perempuan itu, mengerti!" ujar Jason.
"Kak" panggik kevin.
"Gak usah jadi pahlawan kamu" ucap Jason santai.
Sedangkan di dalam gudang yang begitu gelap karena sudah tengah malam, rara tidak bisa tidur dan air matanya terus keluar membasahi pipinya yang cubby.
"Ayaaah hiks bundaaa hiks, rara rindu rara takut rara pengen ketemu kalian hiks" lirih rara sambil menangis.
"Kenapa semua orang begitu kejam terhadap rara, kenapa tidak ada yang sayang kepada rara, disaat ada yang yg menemani rara Tuhan selalu mengambilnya, rara ingin hidup di kelilingi oleh orang yang sayang terhadap rara" lanjut rara terisak.
Tiba-tiba suara pintu gudang terbuka, rara tak bisa melihat jelas siapa yang memasuki gudang di tengah malam seperti ini.
"Lilis, kenapa lilis kesini? bukankah Jason melarang seseorang masuk?" tanya rara.
"Iya non, tapi kalau diam-diam tuan tidak akan tau" jawab lilis.
"Apa yang lilis bawa?" tanya rara penasaran.
"Aku rasa non rara lapar lalu aku membawakan makanan untuk non rara dan selimut agar non rara tidak kedinginan" jawab lilis.
"Kamu baik sekali lilis, terimakasih banyak" jawab rara terharu.
"Baik non, cepat dimakan sebelum saya ketahuan oleh tuan" ucap lilis ketakutan.
"Sebaiknya kamu pergi saja nanti Jason melihatmu, aku takut kau kan terkena imbasnya" ucap rara khawatir.
"Baik, non rara tenang saja pasti besok tuan akan mengeluarkan non rara" kata lilis iba.
"Oh ya lilis mendapatkan kunci gudang dari mana?" tanya rara.
"Itu gak penting non, cepatlah makan sebelum ada yang melihat, saya akan segera keluar" ucap lilis ketakutan.
"Baiklah, lilis hati-hati ya" balas rara perhatian.
__ADS_1
"Baik non selamat malam" jawab lilis
"Malam" jawab rara.
Pagi sudah tiba, karena ini hari libur Jason akan diam dirumah untuk istirahat karena dia sangat lelah harus mengurus perusahaan keluarganya dan perusahaan keluarga istrinya.
Setelah rapi Jason teringat akan gadis cantik dan lugu itu, lalu ia mengambil kunci gudang di laci dan segera menuju gudang untuk melihat bagaimana keadaan gadis yang malang itu.
Pintu gudang terbuka dan Jason kaget melihat apa yang terjadi terhadap rara, ia bertanya-tanya dari mana ia mendapatkan selimut dan kenapa ada piring serta gelas kotor di gudang ini, siapa yang melakukannya?.
"Bangun!" bentak Jason
"Hmm sudah pagi yah" gumam rara.
"Siapa yang melakukannya!" bentak Jason.
"Maksud kamu?" tanya rara heran.
"Selimut dan piring kotor!" bentak Jason.
Rara lupa untuk menyembunyikan semua ini, ia terlalu mengantuk tadi malam. Astaga bagaimana ini? Bagiamana dengan nasib lilis? Apakah dia akan kehilangan orang yag baik lagi?.
"Jawab!" bentak jason.
"Ini... Ak.. Akuuu..." jawab rara terbata-bata.
Lalu Jason dengan kasar menarik rara keluar dai gudang dan membuang gadis itu sembarangan di lantai.
"Semuanya keluar!!" bentak Jason murka.
Semua seisi rumah pembantu maupun penjaga berkumpul di ruang tamu dimana di sana terdapat Jason dengan ekspresi wajah yang sangat menakutkan.
"Siapa yang melakukannya!" bentak Jason.
Tidak ada yang mengerti mereka semua terdiam dan tak berani angkat kepala, semuanya takut dengan pria itu.
"Ada apa kak, ini masih pagi loh" ucap kevin santai.
"Ada yang berani membantah perintah ku!!" bentak Jason.
"Mengaku saja sebelum terlambat" ujar kevin.
Semuanya terdiam dan menunduk tidak ada yang berani mengakui kesalahannya, mungkin mereka sedang menunggu mukjizat dari tuhan untuk menolongnya keluar dari zona maut ini.
"Periksa CCTV!" perintah Jason.
"Baik Tuan" jawab penjaga rumah.
Kemudian jason pergi menuju ruang dimana ruangan itu dipenuhi dengan komputer agar dapat dengan mudah melihat siapa saja yang berani membantah dan melawan seorang Jason Allbert.
__ADS_1
"Ketemu" gumam Jason santai.