Dia Menikahiku Karena Dendam

Dia Menikahiku Karena Dendam
BAB 24


__ADS_3

...Rumah Allbert...


"Astaga apa yang terjadi?" teriak rara melihat kondisi kakek. "Mengapa kakek terlihat pucat sekali mas?" lanjut rara panik.


Jason segera membawa tuan sam menuju kamarnya untuk beristirahat disusul dengan rara yang berlarian kecil.


"Tolong jaga kakek, aku mau balik lagi ke kantor" ucap jason lalu pergi dan langsung dihentikan rara "Mas? apakah kamu masih marah?" tanya rara gelisah. Tapi jason tak menjawabnya lalu melenggang pergi meninggalkan rara mematung.


"Kakek" panggil rara. "jika kakek butuh sesuatu jangan sungkan untuk memanggil rara, rara akan segera membantu kakek" ucap rara.


"Baik nak" jawab tuan sam lemah dan selang beberapa menit ia tertidur dengan pulas.


"Mengapa jason sampai mendiamkanku padahal cuma masalah sepele, mungkin itu karena masalah perusahaan yang dibobol kamu harus berpikir positif rara" batin rara menyemangati dirinya.


Rara kembali ke kamarnya dan melihat foto besar yang terpampang di tembok kamarnya, terlihat senyumnya yang mengembang karena bahagia memakai gaun putih yang indah dan riasan yang membuat dirinya tambah cantik ditambah lagi dengan lelaki yang ia gandeng tersenyum bahagia kearahnya. "Rara jadi kangen sama kamu mas, kamu kapan pulang?" gumam rara tersenyum.


...Peruhaan Allbert...


"Selidiki apa yang terjadi semalam!" bentak jason kepada anak buahnya.


"Tuan! Tuan!" panggil salah satu karyawannya sambil berlari kearah jason yang tengah berdiri.


"Ada apa?" tanya jason.


"Polisi menemukan sesuatu di tempat kejadian" ucap karyawan itu tergesa-gesa.


Jason berjalan menuju tempat kejadian dan sedikit berbincang dengan polisi yang sedang bertugas itu.


"Bagaimana? apa yang kalian temukan?" tanya jason.


Polisi itu memberikan benda itu dan jason tak percaya mengapa ada sebuah jepitan rambut di ruangan rahasia seperti ini padahal tidak ada yang pernah memasuki ruangan ini kecuali dia dan tuan sam.


"Ini jelas-jelas milik pencuri itu" ucap jason serius.


"Baiklah kami akan menyimpannya untuk dijadikan bukti" jawab polisi itu.

__ADS_1


"Saya serahkan kepadamu arya, jika terjadi apa-apa segera beri tahu aku!" perintah jason dan pergi meninggalkan perusahaannya yang sedang kacau itu.


"Baik pak" ucap arya.


...Rumah Allbert...


"Rumah begitu sepi" pikir jason, karena penasaran dengan kondisi kakeknya jason yang langsung mencari tuan sam melihat gadis kecilnya sedang tertidur pulas dengan wajah cantik dan imut yang membuatnya gemas dan tak tega berlama-lama mendiaminya.


Jason mendekati gadisnya dan memperhatikan wajahnya lebih dekat semakin dekat dan rara terbangun karena hembusan nafas jason yang begitu terasa.


"Aaaa!" sontak rara teriak dan langsung dibungkam oleh jason karena teriakannya itu akan membuat sang kakek terbangun.


"Ssstt" isyarat jason kepada rara agar terdiam dan segera menarik tangan rara untuk keluar menuju kamar mereka.


"Kau hampir saja membuat kakek terbangun" ucap jason lembut sembari menjewer telinga rara lembut.


"Aku kaget karena kamu tiba-tiba berada tepat di depan wajahku" jawab rara lesu.


"Baiklah gadis kecilku, sebaiknya kau menyiapkan sarapan untuk kami, aku akan mandi dulu" ucap jaso dan pergi kearah kamar mandi.


"Siap bos" jawab rara bersemangat.


"Mas" panggil rara sambil menatap wajah suaminya yang sangat tampan bak pangeran berkuda putih.


"Iya sayang?" tanya jason tersenyum manis sambil mengusap kepala gadisnya yang tengah memperhatikannya dengan serius.


"Apa kau mencintaiku?" tanya rara polos.


"Iya sayang jika tidak mengapa aku menikahimu" jawab jason mencium kening rara.


"Kau sudah tak membenciku lagi kan seperti dulu?" lanjutnya polos.


"Kita sudah bahas ini, dan aku sudah memperingatkanmu agar tidak mengungkit masalalu kita" ucap jason kesal lalu tidur membelakangi rara.


"Maafkan aku mas, aku hanya ingin memastikannya karena aku teramat mencintaimu" ucap rara memelas tapi jason tak menggubris.

__ADS_1


"Mas" panggilnya "Aku mohon maafkan aku, aku janji tidak akan membahasnya lagi ini yang terakhir kalinya" lanjut rara sambil memeluk pinggang suaminya dari belakang dan sesekali mengusap punggung suaminya.


"Mmm tidurlah" jawab jason singkat.


Rara yang sedari tadi di acuhkan dengan seribu maafnya mulai menyerah dan langsung pindah posisi yang tadinya di belakang jason sekarang malah tidur di depan jason memeluk suaminya erat lalu membenamkan kepalanya di dada suaminya itu.


Jason yang memperhatikan tingkah lucu gadisnya ini jadi tersenyum geli dan membalas pelukan rara dan sesekali mencium rambut rara yang wangi bak bunga mawar.


Jam 01:25...


"Tidaaak!" teriak rara yang membuat jason kaget dan terbangun dari tidurnya. "ayah jangan tinggalkan rara, ku mohon ayah" lanjutnya, json yang melihat itu tak tega dan langsung membangunkan rara dari mimpi buruknya.


"Sayang! sayang bangun!" ucapnya sambil mengusap lembut rambut rara. Terlihat keringat bercucuran dan air mata yang mengalir di wajah gadis cantik itu membuat jason semakin tak tega.


"Ayah" lirih rara terbangun dari mimpi buruknya.


"Sayang, ayo minum dulu" ucap jason sembari memberi gelas berisi air putih kepada rara.


"Mas, ayah dia pergi meninggalkanku hiks hiks hiks" tangis rara pecah. "Besok aku ingin menemui ayah di penjara mas, aku mohon izinkan aku melihat keadaannya, aku hanya ingin memastikan bahwa ayah baik-baik saja" ucap rara terisak.


"Ya sayang besok kita pergi" ucap jason berbohong untuk menenangkan rara. Ia terpaksa membohongi istrinya ia tak mau rara akan syok mendengar kematian ayahnya, yang sudah meninggal 4 bulan yang lalu.


"Janji ya" lirih rara memeluk suaminya dan merengek seperti bayi.


"hmm"


keesokan harinya


"Kamu mau kemana?" tanya rara memeluk erat pinggang suaminya yang sudah rapi menggunakan jas. "aku mau ke kantor sayang, hari ini ada meeting mendadak aku harus pergi sekarang aku sudah tidak punya banyak waktu" jawabnya melepaskan pelukan rara.


Jason berjalan keluar meninggalkan rara yang emmatung penuh tanya, dengan sigap rara tersadar dari lamunannya dan berlari menuruni tangga menyamakan langkahnya dengan suaminya. "Sayang bukankah kau sudah janji akan menemaniku menemui ayah di penjara, bisakah kau tidak ke kantor hari ini saja" mohon rara.


Jason terlihat iba dan berpikir bagaimana harus berkata jujur dengan istrinya ini, ia takut kalau sampai istrinya tau yang sebenarnya dia akan kecewa kepadanya dan pergi meninggalkannya disaat hatinya sepenuhnya sudah dimiliki oleh istrinya ini.


"Sayang mengapa kau diam saja? lanjut rara menyadarkan jason dari lamunannya. "nanti jika aku sudah selesai meeting aku akan pulang menjemputmu kita akan ke penjara bersama-sama, aku harus pergi sayang maafkan aku ini urusan yang sangat penting" lanjut jason melenggang pergi meninggalkan rara.

__ADS_1


di dalam mobil


"Shitt, apa yang baru saja ku katakan aku sudah berjanji akan membawanya ke penjara, apa aku gila!" bentak jason pada dirinya sendiri.


__ADS_2