Dia Menikahiku Karena Dendam

Dia Menikahiku Karena Dendam
BAB 3


__ADS_3

Rara syok melihat seorang pria tampan yang ia kenal memanggil akrab pria yang membantunya menuju Kantor Polisi dan seketika harapannya untuk meminta bantuanpun lenyap.


Dalam hati rara berkata" mereka saling kenal?".


"Kak, kok lo lama banget sih, gua sampe lumutan didalem mobil nungguin lo". Tanya Kevin.


"Lo kenal sama anak pembunuh ini?" tanya Jason


Betapa sakitnya perasaan rara disebut sebagai anak pembunuh. Ketika rara hendak pergi tiba-tiba kevin memegang tangan rara erat.


"Dia gak salah kak" bela Kevin.


"Tapi tetap saja dia anak dari seorang pembunuh" ujar Jason dengan penekanan di kata pembunuh.


"Maaf, ayah saya pasti tidak sengaja melakukan hal itu" jawab rara.


"Jelas saja kamu membela ayahmu karna kamu belum melihat rekaman CCTV ketika ayahmu dengan brutal memperkosa dan membunuh tunangan saya!!" bentak Jason.


"Apa!! jadi ayah saya benar-benar melakukan hal itu?" tanya rara terisak.


"Terserah, ayok pulang" jawab Jason.


"Bagaimana dengan gadis ini?" tanya kevin.


"Biarkan saja toh dia hanya anak pembunuh" jawab Jason cuek.


Lalu kedua pria tampan itu memasuki mobilnya yang mewah dan melesat pergi tanpa melirik gadis cantik dan lugu itu.


Rara duduk dan menangis, seolah-olah kini dunianya telah hancur, ia bingung harus bagaimna sedangkan dia hanyalah anak lulusan SMA yang tak tahu-menahu urusan orang dewasa.


Rara memutuskan untuk pulang menaiki taksi dan meminta bantuan kepada sahabat karib ayahnya dan mencari solusi yang tepat agar ayahnya bisa dikeluarkan dari penjara itu.


Selang beberapa menit sampailah rara didepan rumah yang besar dan mewah itu, ia memasuki rumah, berlari ke kamarnya dan kembali keluar dari rumah untuk mebayar taksi tersebut.


"Non kemana saja semalam tidak pulang kami khawatir" tanya mbok darti pembantunya


"Ayah mbok, dia ditangkap polisi dan sekarang ayah dipenjarakan" jawab rara menangis sambil memeluk mbok darti.


"Tuan kenapa non? Apa yang telah tuan perbuat sehingga tuan dipenjarakan?" tanya mbok darti.


"Ayahhh telah memperkosa seorang perempuan lalu membunuhnya dengan mencabik-cabik tubuh perempuan itu mbok? ucap rara terisak.


"Apa?? mbok gak nyangka tuan seperti itu? Mungkin saja tuan hanya difitnah non" jelas mbok darti.


"Nggak mbok, itu semua benar, rara juga gak percaya tapi ada rekaman CCTV nya yang memperlihatkan bahwa ayah memang melakukan hal kejam itu" Jawab rara terisak.


"Apa non sudah melihat CCTV itu?" tanya mbok darti.


"Saya gak sanggup mbok" Jawab rara.

__ADS_1


"Terus kita harus bagaimana non?" Tanya mbok darti.


Kemudian rara pergi menuju ruang tamu untuk menelpon teman ayahnya untuk meminta bantuan agar ayahnya bisa dikeluarkan dari kantor polisi itu.


"Hallo selamat siang om" sapa rara.


"Hallo kenapa rara?" Jawab Agung sahabat karib Indra Ayahnya rara.


"Ayah om dia masuk penjara" jawab rara.


"Saya sudah tau rara, beritanya sudah menyebar dan banyak diliput publik" Jelas Agung.


"Apa!! secepat itu om?? Padahal ini belum 24 jam" ucap rara terisak.


"Kamu sebaiknya jangan keluar dulu ra, takutknya kamu akan di hina dan di kucilkan oleh mereka" ucap Agung.


"Om tolong bantuin Ayah, keluarkan Ayah dari penjara om" pinta rara.


"Sebelum kamu meminta om sudah melakukannya rara, tetapi buktinya sangat jelas bahwa Indra bersalah pada malam itu" jelas Agung.


"Jadi maksud om tidak ada harapan lagi untuk Ayah?" tanya rara.


"Ya begitulah" jawab Agung.


"Berapa tahun Ayah akan dipenjarakan?" tanya rara terisak.


"Kemungkinan besar ayahmu akan di beri hukuman mati ra" jelas Agung.


 


Ketika rara membuka matanya dia sudah terbaring dirumah sakit dan melihat jam dinding sudah menunjukan pukul 8 malam yang berarti rara sudah pingsan selama 6 jam lamanya.


"Non, non sudah sadar, tunggu sebentar ya non saya panggilkan dokter dulu" ucap mbok darti.


Kemudian dokter pun masuk untuk memeriksa rara yang terbaring lemah dengan tatapan kosong dan tidak memiliki gairah hidup lagi.


"Gimana dok? Apakah non rara baik\-baik saja?" tanya mbok darti.


"Tenang saja, rara cuma butuh istirahat dan makan makanan yang bergizi" Jawab dokter itu.


"Baik dok terimakasih banyak" ucap mbok darti.


"Baiklah saya permisi dulu buk" ucap dokter itu.


"Baik dok" jawab mbok darti.


Beberapa jam terdiam merenung rara terduduk dan menangis terisak mengingat betapa hancur perasaannya saat ini, ia belum siap kehilangan ayahnya, apa yang harus ia lakukan hanya ayah keluarganya yang masih tersisa.


"Mbok, saya harus gimana agar ayah tidak dihukum mati?" tanya rara terisak.

__ADS_1


"Saya tidak tahu non, saya hanyalah pembantu yang tak mengerti masalah seperti ini" jawab mbok darti.


Lalu rara berpikir bagaimana kalau dia memohon kepada keluarga korban agar hukumannya di beri keringanan mungkin saja mereka mau memberikan sedikit rasa iba terhadapnya, tanpa berpikir panjang rara pergi meninggalkan mbok darti dan pergi keluar dari rumah sakit.


"Non, non mau kemana? Kata dokter non harus istirahat" panggil mbok darti


Rara terus berlari keluar menuju rumah keluarga korban tanpa menghiraukan perkataan mbok darti.


Rara menghentikan sebuah taksi dan menuju rumah Jason Allbert, siapa yang tak mengenal Jason Allbert bahkan supir taksi ini pun tau rumah Pengusaha terkaya di kota ini, jadi rara tidak perlu bingung untuk sekedar mencari alamat Jason Allbert.


Sesampainya di Rumah besar dan mewah milik Keluarga Jason Allbert, rara pun turun dan mulai menekan bel dari luar gerbang rumah itu. Lalu munculah seorang satpam yang bertubuh besar yang selalu menjaga gerbang itu dengan ketat.


"Kamu siapa?" tanya satpam itu.


"Katakan saja pada majikan mu bahwa ada seorang gadis yang ingin bertemu dengannya" jawab rara.


"Apakah kamu salah satu dari mereka?" tanya satpam itu.


"Mereka siapa?" tanya rara.


"Mereka para penggemar mas kevin" jawab satpam itu.


"Bukan, ada urusan yang lebih penting dari pada seorang penggemar" jawab rara


"Sebaiknya kamu pergi dan jangan kembali lagi!!" tegas satpam itu.


"Saya tidak akan pergi sampai saya bertemu dengan Tuan mu" jawab rara tegas.


"Dasar keras kepala!!" jawab satpam itu.


Lalu terdengar suara klakson mobil merah dari dalam gerbang, siapa lagi kalau bukan Kevin Anggara model yang diincar para gadis\-gadis cantik.


"Pak ada apa ini?" tanya kevin.


"Ini mas ada yang ngotot pengen ketemu mas" jawab satpam.


Kemudian kevin melihat seorang gadis cantik dan lugu sedang berdiri di balik gerbang dengan tatapan mata berharap bisa memasuki rumah yang megah ini.


"Buka gerbangnya dan biarkan dia masuk!" perintah kevin.


"Tapi mas nanti kalo Tuan marah bagaimana?" ucap satpam itu


"Dia tamu saya" jawab kevin singkat.


"Baik mas, mari silahkan masuk non" ucap satpam itu.


"Makasi pak" jawab rara.


Kevin menarik rara untuk memasuki rumah yang besar dan mewah itu, terlihat jelas dimata gadis itu masih ada harapan untuk membantu ayahnya keluar dari sel itu, dan sesampainya disana terlihat seorang pria tampan menuruni tangga siapa lagi kalau bukan Jason Allbert.

__ADS_1


"Ngapain kamu kesini!!" bentak Jason.


 


__ADS_2