
Setengah jam berada di dalam mobil akhirnya rara dan lilis sampai di kediaman keluarga allbert.
"Non rara sebaiknya mandi dulu terus istirahat yang cukup" ucap lilis.
"Iya lis kamu juga yah" balas rara sambil berjalan memasuki kamarnya untuk mandi dan beristirahat.
"hari ini adalah hari kehancuranmu rara yang malang hhh" batin lilis.
Mobil sport yang berwarna merah terparkir di halaman rumah Allbert.
"Apakah kakak sudah pulang dari rumah sakit?" tanya kevin kepada salah satu pelayan itu.
"Belum den" jawab pelayan itu.
Kevin pergi berjalan menuju kamarnya dan memasukkan semua bajunya ke dalam koper miliknya.
"Kevin, kamu mau kemana bawa koper?" tanya rara penasaran.
"Singapore" jawab kevin singkat.
"Tunggu dulu, kamu kenapa mendadak gini ke singapore sedangkan kakek sedang sekarat?" tanya rara sedikit marah.
"Sudah dari jauh hari gua siapin semua ini dan ini waktu yang tepat untuk pergi karena orang yang ngelarang gua gak bisa apa-apa sekarang, dia hanya bisa menangis bak perempuan yang di tinggal nikah suaminya" jelas kevin kepada rara.
"Kamu kok ngomong gitu vin" balas rara.
Tak perduli kevin pergi meninggalkan rara. Nampak jelas di mata kevin bahwa ia sedang dalam masalah besar dan terlihat menahan air matanya untuk tak jatuh.
"*kevin kenapa ya? seharusnya kalo ada masalah mungkin aku bisa bantu mengapa harus pergi ke singapore?" batin rara bertanya-tanya*.
Belum beberapa menit terdengar suara pintu rumah di buka dengan sigap rara menoleh.
"Kevin akhirnya kamu ba_ belum sempat melanjutkan kalimatnya ekspresinya seketika berubah menjadi ketakutan.
"Hi cantik" sapa berta.
"Mau apa kau kesini?" tanya rara ketakutan.
"Tenang saja tidak usah takut gadis cantik, aku tidak akan menyakitimu" ucap berta sambil berjalan ke arah rara.
"Apa yang mau kamu lakukan mengapa kau membawa pisau?" tanya rara ketakutan.
"Oh pisau ini yah ini hanya untuk mengajarkanmu bagaimana seharusnya memasak yang benar agar tidak meracuni orang hahaha" balas berta terbahak-bahak.
"Ak aku tidak melakukannya, aku tidak mungkin menyakiti kakek" ucap rara ketakutan.
"Apa? tidak menyakiti? buktinya si tua bangka itu sekrang sedang sekarat di rumah sakit dan itu semua karena makanan yang kamu buat hahaha" ucap berta tertawa.
"Kau tau dari mana bahwa kakek sedang berada di rumah sakit dan soal racun itu kau_ belum sempat melanjutkan kalimatnya berta langsung menarik perempuan itu ke dalam pelukannya dan mengancamnya sambil menodongkan pisau ke arah leher rara.
"Tolooong tolooong" teriak rara.
"Tidak ada yang bisa membantumu gadis cantik, semua orang sedang tertidur" ucap berta santai.
"Apa maksud mu!" bentak rara.
"Berani sekali kau membentakku gadis cantik, apakah kau tidak takut pisau ini hinggap dilehermu yang mulus ini hah!" bentak berta.
"Lepaskan aku eh lepaskan!" teriak rara sambil memberontak.
"Jika kau bergerak sedikit saja maka kulitmu yang mulus ini akan tergores hahaha" ucap berta tertawa.
__ADS_1
"Baiklah apa yang kau inginkan?" tanya rara.
"Membunuhmu" jawab berta singkat penuh dendam.
"Kalau begitu lakukanlah, lakukan bagaimana ayahku memperlakukan putrimu" jawab rara pasrah.
"Oh tidak, aku tidak bodoh seperti ayahmu, aku cukup pintar aku tidak mau berakhir mengenaskan di penjara seperti ayahmu" jawab berta santai.
"Lalu apa?" tanya rara pasrah.
"Aku akan membunuhmu dengan cara lain, membunuhmu secara perlahan agar kau merasakan sakit yang teramat mendalam hahaha" jelas berta sambil tertawa.
"Lepaskan dia!" teriak lilis.
"Lilis apa yang kau lakukan? cepat pergi dari sini dia bisa saja melukaimu seperti pelayan-pelayan lainnya" ucap rara khawatir terhadap lilis.
"Tidak non, saya harus membantu non rara" ucap lilis.
Lilis berlari dan mendorong berta hingga bertatersungkur dan mereka langsung berlari keluar dari kediaman allbert.
"Huft lilis aku capek kita sampai kapan berlari seperti ini, hhh aku rasa dia sudah tidak mengejar kita lagi" ucap rara.
"Iya non tapi sebaiknya kita terus jalan ke depan nanti kalau kita balik lagi dia akan membunuh kita" ucap lilis panik.
"Tapi nanti kalau jason pulang bagaimana?" tanya rara panik.
"Tidak, sepertinya tuan tidak akan pulang malam ini karena tuan sam belum sadarkan diri" ucap lilis.
"Baiklah tetapi kita berjalan secara pelan saja ya lis aku capek" ucap rara kelelahan.
"Iya non" balas lilis.
Dan bruk benda keras menghantam kepala rara dan seketika semuanya menjadi gelap.
"Apa yang terjadi mengapa rumah ini seperti kuburan, dimana orang-orang?" ucap jason heran
Lalu ia berjalan menelusuri rumahnya dan ia melihat ada beberapa pelayan yang tergeletak di lantai.
"Apa yang terjadi mengapa semuanya tidur dilantai, bangun!" teriak jason sambil menendang tubuh salah satu pelayang laki-laki itu.
"Apakah mereka pingsan? sebaiknya aku memeriksa cctv" lanjut jason.
Jason berlari menaiki tangga memasuki ruangan yang penuh dengan komputer itu dan ia melihat si penjaga cctv juga pingsan.
"Ada yang gak beres nih" ucap jason sembari memeriksa rekaman cctv yang tersisa.
"Apa yang mereka bicarakan? mengapa kevin membawa koper?" ucap jason bertanya-tanya.
Lalu jason merogoh sakunya untuk mengambil hpnya.
"Tuuut tuut nomor yang ada tuju saat ini sedang sibuk_
Setan❤ is calling...📞
"Tuuut tuut nomor yang ada tuju saat ini sedang sibuk_
Setan❤ is calling...📞
"Tuuut tuut nomor yang ada tuju saat ini sedang sibuk_
__ADS_1
Setan❤ is calling...📞
"Ck apaan sih ganggu!" bentak kevin.
"Rumah kebobol maling tau gimana nih semua orang pingsan dan rara gaada dirumah dan orang yang terakhir gua liat di cctv cuma lu sama rra yang lagi ngobrol" jelas jason panik.
"Apa! oke-oke gua balik setengah jam lagi sampe" jawab kevin panik.
"Oke cepet" jawab jason.
"Apa rara diculik? aaah shitt!" teriak jason membanting komputer yang ada di depannya.
Jason berlari menuruni tangga dan mengambil mobilnya lalu berinisiatif memeriksa semua cctv yang ada di jalan dekat rumahnya.
Drrttt drrttt drrttt...
"Lo dimana kok gaada dirumah!" teriak kevin tak sabar.
"Gua lagi periksa rekaman cctv yang ada di jalan deket rumah" jawab jason santai.
"Otw" balas kevin singkat.
"Stop pak" ucap kepin yang membuat bapak penjaga cctv itu kaget.
"Kenapa nyonya berta bisa masuk kerumah" gumam jason heran.
"Kak!" panggil kevin.
"Eh bukannya itu nenek lampir ya?" tanya kevin heran.
"Lanjut pak" perintah jason penasaran.
"Cepetin dikit napa pak" ucap kevin gak sabaran.
"Stop!" bentak jason membuat seisi kantor kaget.
"Kenapa rara lari sama lilis? bukannya semua pelayan seharusnya pingsan?" tanya jason heran.
"Mungkin aja kan lilis doang yang selamat ***** dipelihara" ucap kevin terkekeh.
"Lanjut" perintah jason penasaran.
"Liat kak itu mobil kenapa berenti?"
"Lah lah kok mereka nyamperin rara ama lilis?" tanya kevin gak sabaran.
"Bisa diem gak sih! nyesel gua nyuruh lo balik gak guna!" teriak jason.
"Kalian disini mau liat rekaman cctv atau bertengkar sih!" bentak bapak penjaga cctv.
"lanjut pak" ucap jason tak perduli.
"Lah kok_
"Ssstttt" potong jason kesal.
"Tolong di zoom plat mobilnya pak" perintah jason.
"Kak apa sebaiknya kita lapor polisi aja?" tanya kevin.
Tidak ada jawaban.
__ADS_1