Dia Menikahiku Karena Dendam

Dia Menikahiku Karena Dendam
BAB 16


__ADS_3

Drrrtttt Drrrttt...


Getaran hp yang ada di saku gadis yang sedari tadi berdiri membuatnya tersadar dari hayalannya.


"Hallo?" sapa gadis itu.


"Bagaimana tadi ektingku?"


"Bagus" balas gadis itu sambil tersenyum.


"Baiklah sekarang kau tidur jangan sampai ada yang curiga kepadamu".


Lalu gadis itu mematikan hpnya dan memasukkannya ke dalam saku celananya dan kembali menuju kamarnya.


Kriiiing Kriiiing...


Suara alarm terdengar dari kamar gadis cantik dan lugu itu yang membuatnya terbangun dan segera mandi dan bersiap-siap untuk sarapan.


Rara sengaja mengaktifkan alarmnya pada pukul 5 pagi karena ia rasa sudah seharusnya ia bersikap dewasa karena mulai hari ini dia sudah sah menjadi menantu keluarga Allbert.


Dengan segera rara bersiap-siap dan keluar dari kamar sambil tersenyum terlihat di raut wajahnya yang begitu bahagia seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa semalam.


"Selamat pagi semua" sapa rara.


Pelayan yang sedari tadi sibuk dengan pekerjaannya pun terhenti dan menghadap ke arah rara dan terlihat jelas tingkah gadis itu sudah agak berubah dan ia nampak jauh lebih ceria dari biasanya.


"Pagi non" ucap beberapa pelayan.


Lalu rara berlari menuju ke arah dapur.


"Pagi ini kita masak apa?" tanya rara bersemangat.


"Non tunggu saja biar kami yang masak" jawab salah satu pelayan itu.


"Tetapi aku ingin memasak untuk kakek karena ini adalah hari pertamanya di rumah" jawab rara.


"Nanti kalau tuan marah gimana non?" tanya pelayan itu.


"Gak kok kakek gak akan marah" jawab rara.


"Tapi makanan apa yang paling disukai kakek?" tanya rara.


"Sup buntut non" jawab salah satu pelayan itu.


Rara dengan cepat mengambil alih lalu memasak dengan cekatan, walaupun selama ini ia diperlakukan manja oleh orangtuanya tetapi ia selalu memasak makanan untuk dia dan ayahnya ketika ibunya meninggal.


Setelah beberapa menit memasak, akhirnya masakan rara sudah siap untuk disajikan sebelumnya ia pernah mencoba masakannya dan rasanya layak untuk diberikan kepada kakek dan jason.

__ADS_1


"Rara mau melihat jason dan kakek dulu ya tolong masakan rara di jaga" ucap rara.


"Baik non" ucap pelayan itu.


Kemudian rara berlari menuju kamar jason.


Tok tok tok...


Suara ketukan pintu kamar jason dan setelah jason membuka pintu kamarnya ia melihat gadis yang begitu cantik di pagi hari ini karena senyumnya yang begitu manis.


Jason terus melihat gadis itu seolah\-olah ia tak ingin memalingkan wajahnya terhadap istrinya itu.


"Maaf karena aku sudah mengganggumu, tetapi makanannya sudah siap dan aku sendiri yang memasak" ucap rara tersipu malu.


"Tunggu aja di bawah aku mau siap\-siap dulu" jawab jason.


Mendengar respon jason terhadapnya rara merasa sangat senang karena ia rasa jason telah berubah dan tak pernah menyakitinya setelah kepulangan kakek sungguh keberuntungan baginya.


Lalu rara kembali dan ketika ia sedang menuruni tangga ia melihat kakek yang berjalan menuju meja makan dengan sigap ia berlari dan menyapa tuan sam.


"Selamat pagi kakek" sapa rara ceria.


"Pagi juga rara" balas tuan sam.


"Kakek rara sungguh minta maaf atas apa yang terjadi tadi malam, karena rara kakek jadi malu dan pesta kakek jadi hancur" ucap rara menyesal.


"Sebentar lagi turun, kakek duduk saja rara akan pergi mengambil sarapannya" ucap rara senang.


Dengan sigap ia pergi kearah dapur dan mengambil semua lauk yang ia buat dan menyajikannya untuk tuan sam dan jason.


Begitu banyak makanan yang dibuat rara dan semua makanan itu terlihat sangat menggiurkan dan baunya yang membuat orang ingin cepat\-cepat melahapnya.


"Wah banyak sekali sarapannya hari ini" ucap tuan sam.


"Ini rara yang masak semuanya kek" balas rara.


"Benarkah? kau hebat sekali rara" ucap tuan sam.


"dan aku memasak makanan special untuk kakek yaitu sup buntut kesukaan kakek" ucap rara senang.


"Wah pasti enak, kakek kira kau tidak bisa memasak"


"Ini semua berkat ayah kek, ayah yang mengajarkan rara untuk masak" jawab rara.


"Baiklah kita tunggu jason sebentar baru kita sarapan" ucap kakek.


Sembari menunggu jason ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan nampak sekali di wajahnya tidak suka akan kebahagiaan gadis lugu itu.

__ADS_1


"hhh dasar cari muka" gumam gadis itu.


Akhirnya orang yang ditunggu\-tunggu pun turun dari kediamannya lalu duduk dan berisap untuk makan.


Karena tuan sam sangat tergiur dan tak sabar memakan masakan rara akhirnya dengan lahap ia memakan masakan rara yang begitu enak itu.


"Hmm kau harus mencobanya jason ini sangat lezat sekali" ucap tuan sam.


"Jason tidak suka sup buntut kek" jawab jason.


"Kakek lupa, ya sudah biar kakek habiskan semuanya" ucap tuan sam.


Hening yang ada hanya suara sendok dan garpu yang berperang diatas piring tiba\-tiba tuan sam berkeringat dan ia mengeluarkan busa dari mulutnya lalu ia pingsan.


Jason dan rara yang melihat itu tersontak kaget dan langsung berlari kearah tuan sam yang tergeletak pingsang di lantai.


Semua pelayan panik dan tak tahu harus berbuat apa, lalu jason menggendong tuan sam dan dibantu oleh rara menuju mobil dan dengan celat jason melesat ke arah rumah sakit dengan kecepatan tinggi.


Rara yang sedari tadi menangis dan panik akan terjadi sesuatu terhadap tuan sam, karena mungkin ini semua karena makanan yang ia buat.


Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka sampai dirumah sakit dan si sambut oleh para suster dan segera di bawa ke UGD.


Jason begitu panik entah apa yang akan terjadi kepada tuan sam karena ia begitu menyayangi kakeknya itu yang telah membesarkannya selama ini.


"Apa yang kau masukkan kedalam makanan kakek!" teriak jason.


Rara hanya bisa diam dan menangis ia tak perduli betapa sakit lengannya yang dipegang kuat oleh jason.


"Jawab!" bentak jason.


Tiba\-tiba seorang suster datang menghampiri mereka.


"Tolong pak, suaranya dikecilkan ini bukan mall banyak pasien yang butuh ketenangan" ucap suster itu memohon.


"Berani anda menceramahi saya! saya bisa membeli rumah sakit ini bila perlu saya membeli anda!" teriak jason semakin menjadi\-jadi.


Rara yang sedari tadi menangis menjadi kaget dan takut penyakit jahat jason akan kumat lagi apalagi sekarang mereka sedang berada di rumah sakit.


"Mohon pengertiannya pak, bukannya saya lancang tetapi jika bapak tidak mau diam maka silahkan bapak pergi dari sini" ucap suster itu lembut.


Karena tak terima dengan apa yang dikatakan suster itu akhirnya amarah jason sudah mencapai puncak dan segera melayangkan genggamannya kearah suster itu.


Tetapi dengan sigap rara lagi\-lagi menggantikan posisi sebagai yang ditampar, dengan begini ia bisa merasa tenang karena jason tidak akan mendapatkan masalah dan tidak akan ada yang terluka.


Karena tonjokan jason yang begitu keras membuat rara terjatuh dan mengeluarkan darah di bibirnya yang membuatnya pingsan dan tak sadarkan diri.


 

__ADS_1


 


__ADS_2