Diantara Para Pangeran

Diantara Para Pangeran
CH 16


__ADS_3

Mereka tiba dibandara tidak terduga orang tua Minjun juga sudah tiba di bandara bersama dengan Park Jihoon,mereka datang untuk mengantar orangtua Ashila yang akan kembali ke Indonesia,Ashila tidak ikut kembali karena ia tidak diperbolehkan oleh Minjun kembali dulu.


"Omma..Appa kalian sudah sampai sini"


"Iya nak" jawab mereka


"Besan cepat sekali kalian pergi,kapan-kapan berkunjung lagi ke Korea ya" ucap kedua orang tua Minjun


"Iya pasti itu"


Orangtua Ashila pun masuk dan Ashila merasa sedih memandangi punggung kedua orangtua dan juga adiknya yang mulai menghilang.


"Cucu-cucu nenek mau ikut sama nenek tidak?" tanya omma kepada anak-anak Ashila


Mereka ragu-ragu untuk menjawab dan hanya memandang Ashila bermaksud apa boleh ikut sama neneknya itu.


"iya kakek ingin sekali bermain dengan cucu-cucu kakek,karena kakek sampai sekarang belum memiliki cucu selain kalian"


"Ma..apa boleh Wawa sama Sasa ikut nenek dan kakek?" tanya Wawa memastikannya


"Iya boleh sayang,tapi Wawa sama Sasa gak boleh nakal ya"


"Iya ma" jawab mereka berdua begitu riang


"Jaga adiknya ya"


"Iya mama" mereka langsung mengecup pipi mamanya


"Kenapa cuma mama doang yang dicium,appa gak dicium juga?" tanya Minjun menggoda mereka


Mereka langsung memeluk Minjun dan mencium pipinya bersamaan.


"Appa sama mama mau beberes rumah dulu yah,nanti kalau sudah selesai appa jemput kalian"


"Iya appa"


"Minjun biarlah mereka menginap ditempat kami,kami ingin lebih dekat dengan mereka supaya mereka tidak merasa canggung lagi kepada kami yang sekarang sudah menjadi nenek dan kakeknya ini"


"Kalau itu terserah Ashila omma..appa,Minjun sih boleh-boleh aja"


"Bagaimana nak,boleh ya mereka menginap ditempat omma dan appa beberapa hati ini"


"Baiklah omma"


Orangtua Minjun memeluk Ashila dan berjalan pergi bersama anak-anak dan juga Park Jihoon kembali ke rumah mereka.


Sedangkan Ashila dan Minjun juga menuju apartemen Minjun yang baru,ya Minjun menjual apartemen lamanya karena dirasa tidak akan cukup dengan kehadiran keluarga barunya lantas ia pun membeli apartemen mewah baru yang lebih luas berisikan 2 kamar tidur.


Akhirnya mereka pun sampai di apartemen itu,Ashila tampak terkejut dengan apartemen dengan desain minimalis tapi juga terlihat begitu mewah.


"Oppa apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanyanya

__ADS_1


"Gak dong sayang,ini oppa masih belum puas karena oppa rasa apartemen ini masih kurang luas buat kita semua,karena oppa mencari dengan buru-buru akhirnya dapat ini. Nanti kalau kita sudah resmi menikah oppa janji akan membelikan rumah yang lebih luas dari ini buatmu"


"Tidak usah oppa,ini sudah lebih dari cukup buatku"


Minjun mengerti maksud Ashila karena ia sosok perempuan yang sederhana dan tidak terlalu suka menghamburkan uang untuk hal-hal sepele.


"Sayang jangan khawatir ya,oppa ngelakuin ini semua demi kamu dan juga anak-anak" ia pun memeluk dan mencium kening Ashila


"Iya aku tau oppa tapi..." belum selesai bicara Minjun langsung mencium bibirnya agar tidak bicara lagi


Mereka menikmati waktu berdua dengan sangat romantis seharian sampai mereka lupa bahwa belum beberes barang-barang Ashila.


Saat keromantisan mereka berlanjut suara telepon Minjun berdering,Ashila melirik layar telepon yang ternyata nomor tak bernama itu.


"Sayang teleponnya bunyi"


"Biarin aja lah,oppa tidak ingin diganggu saat bersamamu sayang"


"Tapi oppa,dari tadi teleponnya berdering terus. Siapa tau itu penting"


Minjun langsung mematikan hpnya dan melanjutkan keromantisan mereka..skip


Saat Ashila tertidur Minjun menghidupkan kembali hpnya tersebut,ia tau bahwa yang menelponnya itu adalah A young karena nomor tersebut sama persis dengan nomor A young yang digunakan untuk menghubunginya tadi pagi.Pesan langsung masuk seketika,,


*pesan


A young :


Aku rindu padamu oppa..


Aku ingin bertemu denganmu..


Ayo kita ketemu oppa..


Besok aku akan ke kantormu..


Aku cinta padamu..


Melihat pesan itu hati Minjun bergejolak antara ia masih ada perasaan rindu pada A young dan juga tidak mau menyakiti hati Ashila.


Ia langsung menghapus pesan dari A young tersebut,dan ia juga menatap Ashila yang tertidur lelap. Ia sangat mencintai Ashila tapi ia juga masih merasakan rindu kepada cinta pertamanya itu.


***


Minjun yang sedang berada di kantor dan sibuk mengerjakan laporan tiba-tiba suara pintu terbuka..


CEKLEK..


Minjun mengira itu adalah sekertarisnya yang ingin memberikan laporan dan ternyata bukan..


"Oppa...." ujar seorang wanita yang berlari ke arah Minjun bertindak manja dan langsung memeluknya

__ADS_1


Minjun terkejut dengan kehadiran A young,ia hanya tercengang dan tidak mengatakan apa-apa saat wanita itu memeluknya. Saat itu juga sekertaris Park masuk ke dalam ruangan dan sangat terkejut melihat adegan itu.


"Minjun!!!!" seru sekertaris Park hingga ia lupa bahwa ia sedang berada di kantor dan sedang berbicara dengan atasannya itu.


Miinjun tersentak karena terkejut dengan seruan sekertarisnya itu dan tidak sengaja langsung mendorong A young.


"Iiihhhh...oppa..kenapa mendorongku begitu keras? nanti aku jatuh gimana?" ucapnya begitu manja


Sekertaris Park yang tak kuasa menahan emosi lantas menarik tangan wanita itu saat ia hendak memeluk Minjun kembali.


"Oppa Jihoon apa sih!! Gak usah tarik-tarik,sakit tau"


"Cepat pergi dari sini sekarang!!!"


"Kamu kenapa sih oppa,oppa Minjun aja gak ngusir aku kenapa jadi kamu yang memgusirku?"


Jihoon hendak menarik wanita itu keluar tapi..


"Jihoon hentikan!! Aku akan bicara padanya terlebih dahulu,kamu keluarlah dulu" seru Minjun


"APA!!!"


"Aku bilang pergi sekarang!! Aku tau apa yang harus aku lakukan"


"OKE!! Ingat bukan hanya aku yang akan melindungi Ashila tapi yang lain juga berada dipihak Ashila dan bukan kamu,CAMKAN itu!!!" bentaknya terhadap Minjun


Jihoon pun pergi meninggalkan ruangan bosnya itu dan ia pergi ke bar tempat teman-temannya semua berkumpul.


"Sayang,siapa Ashila yang dimaksud oleh oppa Jihoon barusan?" ucapnya manja sambil bergelayut kepada Minjun


"Duduklah,Ashila adalah tunanganku"


"Apa?! kapan oppa bertunangan? oppa mengkhianati cintaku?" ucapnya sambil berpura-pura bersedih padahal ia sudah tau semuanya.


"Bukannya kamu yang lebih dulu mengkhianatiku?!"


"Maafkan aku oppa,karena telah meninggalkanmu demi pria yang bahkan tidak pernah mencintaiku"


"Aku tidak peduli sekarang,dan aku sekarang tidak mencintaimu lagi yang aku cintai adalah tunanganku"


"Kalau oppa benar-benar sudah tidak mencintaiku kenapa oppa tidak membiarkan aku pwrgi diseret oleh oppa Johoon tadi? Aku tau oppa masih mencintaiku dan juga sangat merindukanku kan?"


"Maaf,tidak"


Wanita itu mendengar ucapan Minjun begitu kesal,ia pun langsung berdiri,duduk dipangkuan dan ingin mencium Minjun.


Minjun yang terkejut dengan tindakannya itu,ia memegang lengannya bermaksud ingin menolak dan mendorongnya tapi..


Tok..tok..tok..


CEKLEK..

__ADS_1


Suara pintu terbuka dan ternyata itu adalah Ashila yang bermaksud mengunjungi Minjun untuk mengajaknya makan siang bersama.


__ADS_2