
Hari ini adalah hari dimana orangtua Minjun datang ke Indonesia,pagi itu Minjun menjemput dan mengantarmu bekerja.
"Sayang,hari ini kamu tidak lupa kan kalau mama sama appa datang?" tanyanya sambil menyetir
"Iya oppa aku ingat kok,tapi oppa aku takut"
"Takut kenapa sayang?"
"Kalau seandainya mereka tidak merestui kita bagaimana oppa?"
"Kenapa harus gitu,tidak ada alasan untuk mereka tidak menyetujui hubungan kita"
"Oppa kan tau aku bukan orang yang selevel dengan kalian dan aku juga seorang janda yang memiliki 2 anak"ucapnya dengan sedih
"Sayang,aku sudah berulang kali bilang padamu jangan pernah membandingkan kasta kita,ini bukan jaman kerajaan yang selalu membandingkan kasta. Aku ingin menikahimu karena aku mencintaimu,kalau mereka tidak mau menerimamu akanku hancurkan semua yang kumiliki dan akan ku bangun ulang semua bersamamu. Karena semua yang kumiliki itu hasil kerja kerasku bukan yang lain,percaya padaku aku akan selalu melindungimu dan juga anak-anak. Jadi jangan pernah bicara seperti itu lagi"
"Baiklah aku percaya sama oppa,tapi oppa aku tidak bisa bebahasa korea. Bagaimana nanti kalau mereka mengajakku bicara?"
"Aku akan mendampingimu dan menjawab semua yang mereka katakan,setelah pesta pertunangan selesai kamu bisa mengikuti pelajaran korea. Bagaimana?"
"Aku mau oppa"
Mobil berhenti di parkiran Mall,
"Sayang aku jemput orangtuaku dulu ya,nanti ku jemput lagi sekalian ketemu sama orangtuaku. Kalau kamu butuh sesuatu bilang saja sama sekertaris Park,dia yang mengurus kantor hari ini" sambil mencium kening dan bibirmu
"Baiklah"
Mobil Minjun pun pergi dari parkiran dan menuju ke bandara..
***
Sesampainya di bandara Minjun langsung melihat orangtuanya yang sudah menunggu.
"Omma..Appa sudah dari tadi datangnya?"tanyanya
"Tidak,baru saja sampai kamu langsung muncul"sambil memeluk anak kesayangannya
__ADS_1
"Bitna mana?tidak ikut?"menanyakan adik perempuannya sembari jalan menuju mobil yang terparkir di depan bandara
"Dia sibuk dengan sekolahnya karena dia lagi ujian,oh iya..Minjun mana calon menantu Omma dan appa?Kenapa tidak ikut?"
"Aa..aku memang tidak mengajaknya omma,kasihan dia kalau harus bolak balik perjalanan jauh. Aku gak mau dia kenapa-kenapa omma"
"Astaga kamu begitu mencintainya nak sampai kekhawatiranmu terlalu berlebihan"
Mobil pun melaju dari kota S menuju kota J yang menempuh sekitar 4 jam perjalanan.
"Omma..Appa dia khawatir kalau kalian tidak bisa menerimanya menjadi menantu kalian dan karena status kita berbeda"
"Nak..semua omma percaya dengan semua pilihanmu,omma yakin dia wanita baik hingga kau memcintainya seperti ini. oh iya katanya dia sudah memiliki 2 anak perempuan? siapa nama mereka omma ingin ketemu mereka"jawab ommanya
"Iya omma,yang pertama bernama wawa berumur 8 tahun dan yang kedua bernama sasa masih berumur 3 tahun. Omma sama appa bisakan menyayangi mereka seperti menyayangi cucu omma sendiri?"tanyanya
"Nak..appa sama omma sudah lama menginginkan cucu tapi kamu malah tidak segera menikah dan sekarang appa sama omma mendapatkan 2 cucu sekaligus betapa bahagianya kami mendengar berita itu"jawab appanya
Mereka pun sudah berada di daerah rumah Minjun dan mobil pun berhenti tepat rumah Minjun,orangtua Minjun turun lalu masuk ke dalam rumah disusul oleh Minjun yang membawa barang omma dan appanya. Minjun memesankan makanan untuk orangtuanya tidak lama kemudian makananpun datang,orangtua Minjun menyantap makanan Indonesia yang Minjun pesankan. Sedangkan Minjun mandi dan bersiap-siap menjemput kekasihnya Ashila.
Disisi lain saat Ashila bekerja pikirannya tidak bisa fokus karena dia khawatir nanti kalau bertemu orangtua Minjun harus bagaimana.
"Apa yang harus aku lakukan nanti kalau bertemu dengan orangtua oppa?apa mereka akan menerimaku atau malah mereka melempariku uang agar aku meninggalkan oppa seperti drama-drama yang selama ini aku tonton?" khawatirnya
Sekertaris Park yang mamandangimu dari dalam ruangan tersenyum melihat tingkah lucumu yang gugup sebelum bertemu calon mertuanya. Sekertaris Park memanggilmu ke ruangannya..
"Ya pak ada apa?"tanyamu
"Kita hanya berdua disini,panggil aku oppa saja karena kamu adalah calon istri sahabatku. Kamu kenapa daritadi aku melihatmu tapi kamu tidak bisa fokus kepekerjaanmu?"
"Iya oppa aku sangat gugup sekali hari ini karena orangtua oppa Minjun datang,aku harus bagaimana oppa?bagaimana kalau mereka tidak menerimaku lalu melempariku uang agar aku meninggalkan oppa Minjun?"
"Pfftt"sekertaris Park tertawa mendengar celotehmu tanpa henti
"Kamu pikir ini drama yang selama ini kamu tonton?ya gak gitu juga Shila"ucap sekertaris Park sambil memanggil namamu dengan akrab.
"Yakan bisa aja oppa,kalau misal aku tidak mau meninggalkan oppa Minjun nanti mereka menampar atau menyiramku dengan air bagaimana?"jawabmu sambil memanyukan bibirmu
__ADS_1
Sekertaris Park yang mendengar itu semua hanya bisa tersenyum dan tertawa melihat ekspresi dan tingkah lakumu yang sangat menggemaskan.
"Astaga dia sangat menggemaskan,aku ingin sekali mencubit pipinya itu"batin sekertaris Park
"Kenapa aku begini,tidak boleh dia calon istri sahabatku aku harus mengendalikan diriku"batinnya lagi
Dia hanya menatapmu yang terus berceloteh tanpa henti.
"Kenapa harus sampai seperti itu,orangtua Minjun tidak seperti itu. Kalau seandainya sampai terjadi hal seperti itu aku akan melindungimu dan membawamu lari kalau Minjun diam saja dan tidak membelamu,mengerti?"
"Aku mengerti oppa"
"Ya sudah sekarang kamu lanjutkan pekerjaanmu,sebentar lagi Minjun juga akan datang"
Ashila pun kembali ke tempatnya bekerja,tak lama kemudian Minjun tiba di kantornya dan langsung menanyakanmu ke sekertaris Park.
"Kau sudah datang bos"
"hhmm..bagaimana Ashila selama aku tidak ada?apa terjadi sesuatu?"tanyanya
"Dia seharian ini tidak fokus ke pekerjaannya,aku sudah menanyakannya dan dia berkata kalau dia hanya gugup bagaimana kalau bertemu dengan calon mertuanya"
"Benarkah?pasti dia berekspresi seperti anak kecil"katanya sambil tersenyum
"Kamu tidak menemuinya dulu untuk menenangkannya"
"Tidak usah lah nanti saja sekalian,aku mau menyelesaikan ini dulu"
Waktu pun terus berjalan hingga tidak terasa waktu pulang pun tiba,semua karyawan dikantor maupun ditoko sudah pulang semua tinggal Ashila saja yang tertinggal karena dia masih membereskan meja sambil menunggu kekasihnya itu. Minjun menyuruh sekertaris Park pulang dulu untuk menjemput dan mengantar orangtuanya kesebuah restoran yang sudah di pesan terlebih dahulu.
Tidak lama kemudian Minjun sudah berada diruang Ashila dan memandanginya dari belakang,berjalan pelan dan langsung memelukmu dari belakang. Ashila yang tak menyadari kalau Minjun datang dia terkejut saat ada seseorang yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Astaga..siapa kau"tanya Ashila sambil memukul tangan lelaki itu
"Ini aku sayang,aku merindukanmu"
"Oppa kapan datang,kenapa aku tidak menyadarinya?"tanyamu
__ADS_1
"Kamu begitu serius tadi,sudah selesaikah?ayo kita pulang dan makan malam bersama anak-anak,aku sudah mereservasi restoran kesukaanmu sayang"katanya sambil mencium kening dan bibirmu
"Sudah kok,ayo kita pulang dulu kerumah. Aku mau mandi dulu soalnya lengket semua"