Diantara Para Pangeran

Diantara Para Pangeran
Lamaran


__ADS_3

Malam itu sepulang kerja Ashila bermain dengan anak-anaknya,terdengar seseorang mengetuk pintu. Ashila pun menuju pintu saat membukanya betapa terkejutnya dia..


"Malam" sambil tersenyum dan memberikan bunga untuk Ashila


"Oppa..oh masuklah" jawabnya sambil mempersilahkan Minjun masuk


"Iya..aku minta maaf tidak memberimu kabar selama ini,itu karena perusahaan di Korea mengalami masalah jadi aku tidak sempat menghubungimu,kali ini aku kesini benar-benar ingin melamarmu"


Minjun langsung berbicara kepada orangtuamu


"Om..tante kedatangan saya kali ini bukan hanya meminta ijin tapi saya datang juga untuk melamar Ashila,karena saya tidak bisa lagi jauh darinya om".


"Aku menyukai kegigihanmu selama ini,tapi kembali lagi yang memutuskan semuanya adalah Ashila dan bukan aku,secara pribadi aku sudah merestui kalian karena setelah melihat perlakuanmu terhadap anak dan cucu-cucuku. Tolong sayangi cucuku seperti anakmu sendiri"kata orangtua Ashila sambil menyeka air matanya yang tak sadar menetes.


"Baik om akan saya lakukan semua itu,sekarang saya tinggal mendengar jawaban dari Ashila saja,om saya juga mau meminta ijin mengajak Ashila kesuatu tempat"


Merekapun pergi menuju rumah Minjun yang terletak di kawasan mewah didekat Mall itu. Didalam mobil matamu ditutup oleh sebuah kain karena ini kejutan buatmu.


"Oppa kita mau kemana?" tanyanya


"Sssttt..nanti kamu juga akan tau" jawabnya


Mobil pun berhenti,Minjun turun terlebih dahulu dan menuntunmu masuk. Ternyata Minjun sudah membuat sebuah kejutan yang bahkan tidak pernah Ashila bayangkan.


"Aku akan buka penutup matanya"


Saat membuka mata Ashila sangat terkejut bahwa dia berada di taman disebuah rumah mewah bergaya minimalis dengan penuh hiasan bunga maupun lilin yang mengelilingi taman kecil itu,dia di tengah lilin yang berbentuk hati dan menatap Minjun yang bersujud didepannya dengan bunga dan cincin di tangannya.


"Ashila maukah kamu menerimaku sebagai suamimu?menikahlah denganku,aku tidak mau jauh darimu lagi. Aku sudah melakukan semua untukmu"


sejenak Ashila memikirkan semua ucapan Minjun,dia benar-benar terharu akan kegigihan laki-laki ini sampai dia berbuat sejauh ini untukmu.


"Baiklah oppa" sambil menyeka air mata yang menetes karena kebahagian itu


Minjun pun terperanjat begitu senangnya langsung memeluk dan mencium bibirmu perlahan-lahan. Selanjutnya mereka menuju ruang tengah rumah mewah itu untuk menyusun rencana masa depan mereka.


"Oppa kita bertunangan aja dulu selama kita menyiapkan pernikahan kita,sambil kita mengenal diri kita masing-masing"


"Kenapa tidak langsung menikah saja sayang,aku sudah ingin memilikimu kenapa harus menunggu lagi"


"Oppa tradisi negara kita berbeda,memang bisa sih kita langsung menikah tapi kita masih ribet dengan semua yang harus dipersiapkan dahulu oppa,maukan menunggu sedikit lagi?heemm??"


"Baiklah kalau itu mau-mu sayang,kapan kita akan menyiapkan upacara pertunangannya?aku mau semua orang tau kalau kamu itu milikku sayang,agar tidak ada serangga yang mengganggu kekasihku ini"


"Aku terserah oppa aja sih,tapi oppa aku kan belum pernah bertemu orangtua oppa. Apa mereka menyetujui hubungan ini?"

__ADS_1


"Lusa orangtuaku datang untuk berkenalan sekalian menyapa orangtuamu"


"Oppa sebenernya ini rumah siapa?apa oppa tinggal disini?"


"Ini rumahku sayang dan selanjutnya akan menjadi rumahmu dan anak-anak juga"


Minjun langsung memeluk dan menciuminya dari kening hingga mendarat dibibirnya. Waktu sudah menunjukan pukul 20.45 WIB,Minjun mengantar Ashila.Setelah sampai di rumah Mereka memberikan kabar bahagia itu kepada kedua orangtua Ashila,orangtuanya sangat senang mendengara berita itu karena mereka berpikir anaknya akan bahagia kembali.


Keesokan paginya Minjun menjemput Ashila untuk berangkat bekerja bersama dan mengantar anak Ashila (anak pertama bernama Najwa/wawa,anak ke 2 Sasa).


"Wawa mulai sekarang panggil om dengan panggilan Appa/papa ya"


"Kok gitu om?"


"Iya mama sama om mau menikah,jadi sekarang panggil appa oke"


"Benarkah?!!kapan mama menikah sama om?"


"Nanti wawa juga akan tau kok"


Mereka pun sampai di sekolah dan wawa pun turun didampingi Minjun dan mamanya.


"Aku senang sekali,sekarang aku diantar dan dijemput papa dan mama" sambil mencium pipi papa barunya


Minjun terkejut dan juga sangat senang karena anak dari perempuan yang akan dinikahinya mau menerimanya,didalam hati dia berjanji untuk selalu menjaga dan menyayanginya.


"Oppa lepasin dulu ini tangannya,aku kan mau bekerja"pintamu


"Gak mau sayang,aku masih mau bersamamu"ucapnya


Dia memeluk pinggangmu dan hendak mencium tapi saat itu sekertaris Park muncul


"Bos saatnya meeting pagi,nanti saja dilanjutkan kembali aktifitas kalian berdua"godanya pada Minjun


Wajahmu langsung memerah tapi tidak dengan Minjun,dia sangat kesal


"Kenapa kamu harus muncul disaat seperti ini sih 😠" jawabnya kesal


Lalu Minjun pun beranjak dari tempatnya tidak lupa untuk mencium keningmu.


"Aku rapat dulu ya sayang,nanti ku telepon kalau aku rindu dan cepat datang ke ruanganku,oke"


"Gak janji ya,kalau aku gak sibuk aku ke ruangan oppa"


***

__ADS_1


Waktupun semakin larut,pada akhirnya mereka tidak bisa bertemu karena kesibukan masing-masing dan Ashila pun mengirim pesan kepada Minjun


Ashila : Oppa sudah selesai apa belum?


Minjun : Belum sayang,kamu sudah selesai kah?Kesinilah..


Ashila menuju ruangan Minjun,saat membuka pintu terlihat pria itu begitu sibuk di meja kerjanya,Ashila menghampirinya dan Minjun sampai tak sadar kalau kamu sudah didekatnya.


"Oppa sibuk banget ya?"


"Oohh..kamu kapan datangnya sayang?kenapa aku gak sadar kalau kamu disini" menarikmu duduk dipangkuannya sambil menciummu lembut


"Barusan kok dan sekertaris saja tau aku masuk,apa ada masalah oppa sampai sesibuk ini?" tanyamu


"Aniya..banyak kerjaan yang tertunda saat aku balik korea sebulan lalu"


"Harus diselesaikan hari ini juga ya"


"Sebagian sih yang harus diselesaikan,tapi selesainya mungkin 2-3 jam lagi. Ini sudah pukul 21.00 kalau kamu nunggu nanti kasihan anak-anak nunggu mamanya,sayang pulang aja dulu biar sekertaris Park yang mengantar,hhmm"


"yaudah oppa kalau masih sibuk aku pulang dulu,aku pulang sendiri aja gak apa-apa kok oppa,kasihan sekertaris Park harus bolak balik"


"Aniya..kalau kamu mau pulang sendiri oppa gak mengijinkan lebih baik aku tunda aja kerjaannya dan mengantarmu,ini sudah cukup larut dan aku khawatir kalau kamu pulang sendiri"


"Dulu aku tiap hari pulang sendiri gak ada apa-apa kok oppa,oppa aja yang terlalu khawatir"


Minjun langsung berdiri dari tempatnya dan memggandeng tanganmu berjalan menuju pintu hendak mengantarmu,kamu langsung menghentikannya sebelum sampai di pintu karena kamu merasa kasihan kepada sekertaris Park yang menanggung kerjaan yang di tinggal oleh atasannya itu.


"Baiklah aku pulang sama sekertaris Park,tapi oppa harus selesaikan pekerjaannya ya"


"Baiklah,dulu kamu bukan milikku tapi sekarang kamu milikku sayang dan aku gak mau ada apa-apa sama kamu,kalau sampai kamu lecet sedikitpun aku bakal nyalahin diriku yang gak mampu menjagamu"


"iya oppa aku tau,ya udah aku pulang dulu ya"


"ehm..hati-hati ya sayang,nanti sampai rumah telepon aku ya"sambil mengecup bibirmu dengan lembut.


Minjun memanggil sekertaris Park dan menyuruhnya mengantarmu pulang.


Sesampainya dirumah,selesai mandi kamu menelpon Minjun sambil menidurkan anak-anak yang menunggu mamanya.


"iya sayang"


"Oppa aku udah di rumah,oppa jangan begadang lama-lama ya"


"iya sayang,bentar lagi pulang kok,ya udah kamu tidur sana ini sudah larut, I Love You"

__ADS_1


"ehm..nadoo.."


__ADS_2