Diantara Para Pangeran

Diantara Para Pangeran
Ch. 23


__ADS_3

Keesokan harinya Ashila berangkat ke Bandara untuk kembali ke Korea. Di perjalanan menuju Bandara Ashila mendapat banyak pesan dari Minjun dan juga yang lain.


📩Minjun


->Sayang,kamu ngapain? Boleh oppa telepon?


📩Ashila


->Gak lagi ngapa-ngapain


->Lagi sibuk


Ashila selalu menolak setiap Minjun ingin meneleponnya,ia hanya ingin memberi pelajaran kepada tunangannya itu. Saat ia kembali ke Korea,ia pun tidak memberi tahu siapa pun kecuali Kim Ha jun yang ia anggap sebagai temannya.


Ashila tiba di Bandara di Korea,disana sudah ada seseorang yang telah menunggunya yaitu Kim Ha jun. Dari jauh Ashila melihat Ha jun yang melambaikan tangannya,


"Hai oppa"


"Ayo" ajak Ha jun sambil membantu Ashila membawakan kopernya


Di perjalanan Ha Jun bertanya kepada Ashila,


"Sekarang kamu mau kemana? Apa mau ku antar ke rumah tunanganmu?"


"Tidak..tidak..Sebenarnya aku tidak mau kembali ke rumah dia,antarkan aku ke penginapan saja dulu buat sementara sambil mencari rumah"


"Kalau kamu tidak mau ke rumahnya lalu buat apa kamu kembali? Kamu kan sudah di sakitin sama dia"


"Aku tau dia tidak bersalah,aku tidak mau kesana karena aku hanya ingin memberi pelajaran padanya dan ingin melihat seberapa keras usahanya buat memperjuangkanku"


Sambil mendengarkan Ashila,Ha Jun melajukan mobilnya ke salah satu apartemen mewah miliknya,ia berhenti di parkiran apartemen Hilton.


"Ha Jun,ini dimana?" tanya Ashila yang tertegun karena Ha Jun berhenti di apartemen mewah.


"Sudah ikut saja dulu" sambil berjalan membawa koper Ashila dan menggandeng tangannya.


Mereka memasuki apartemen,berjalan dilorong dan berhenti di salah satu kamar apartemen no. 111


"Ha Jun ini kamar siapa?"


"Mulai sekarang tempat ini punya kamu"


"Apa maksudmu Ha jun? Kalau disini aku tidak mampu untuk membayarnya,ayo kita cari rumah yang lebih sederhana saja"


"Jangan khawatir,aku sudah membelinya untukmu dan rumahku ada disebelah"


"Tapi Ha Jun.." belum selesai bicara Ha Jun langsung memotongnya


"Kalau kamu tidak mau menempatinya apa kamu tidak kasihan padaku yang sudah membelikannya untukmu?" katanya sambil memelas

__ADS_1


Ashila merasa terbebani dengan kebaikkan Ha Jun padanya.


"Jangan merasa terbebani,aku tulus padamu. Begini saja kalau suatu saat aku memiliki permintaan kamu harus mau mengabulkannya,bagaimana?"


"Ehm..baiklah aku setuju selama permintaan itu masih mampu aku kabulkan" tuturnya setelah berpikir cukup lama


"Oke sekarang bebereslah aku akan kembali ke tempatku,kalau ada apa-apa katakan saja"


"Terima kasih Ha Jun"


Ha Jun kembali ke kamarnya,di dalam kamar ia sangat senang karena bisa bertetangga dengan Ashila,Ha Jun sudah mengira kalau Ashila akan mencari tempat tinggal dan ia membelikan rumah tersebut 2 hari sebelum kedatangan Ashila setelah mendengar bahwa Ashila akan kembali.


***


Disisi lain Jihoon mengecek alat penyadap dan kamera kecil yang telah di ambil dari saku jas Minjun pada saat A young membuat kekacauan itu. Dan benar dugaan Jihoon itu semua adalah akal-akalan A young untuk menjebak Minjun,lantas Jihoon segera menelepon Minjun.


"Minjun,,aku sudah mengecek alat penyadapnya.kalian tidak melakukan apapun pada saat itu,kalau kamera tidak bisa terlihat sepenuhnya tapi aku yakin dia hanya mengambil foto saja"


"Baiklah,terima kasih Jihoon. Aku berutang budi padamu"


"Ingat satu hal,aku melakukan ini hanya untuk wanita yang ku cintai,aku tidak sanggup melihatnya terluka tapi jika kau menyakitinya lagi aku tidak segan-segan akan merebutnya darimu"


"Aku tahu,terima kasih"


Minjun segera mengajak bertemu dengan A young setelah ia mendapat kiriman file rekaman dari Jihoon. Ia ingin cepat-cepat menyelesaikan masalah ini supaya ia bisa cepat berkumpul dengan wanita pujaan hatinya.


"Halo baby..apa kau sudah rindu padaku?hingga kau menghubungiku terlebih dahulu?" tanya A young dengan menggoda


"Baiklah baby"


Minjun menuju ke tempat janjian dengan A young,ia melajukan mobilnya ke tempat janjian. Sesampainya di Restauran A ia langsung masuk dan disana sudah ada A young yang menunggunya.


"Hai baby,," ujarnya saat melihat Minjun berjalan mendekat kearahnya dan ia berdiri hendak memeluknya tapi ditolak oleh Minjun


"Kamu kenapa sih baby? Kamu mau makan apa?"


"G usah banyak basa basi kita langsung pada intinya saja"


"Minjun apa maksudmu? apa lagi yang harus kita bahas sih,semua sudah jelas kan? Kamu sudah tidur denganku bahkan Jihoon dan teman-temanmu yang lain melihatnya saat itu. Aku tidak mengerti denganmu" ujarnya sambil memesan makanan


"Oke berarti kamu masih saja tidak mau jujur sampai detik ini. Dengarkan ini !!" Kata Minjun sembari memberikan duplikat rekaman


"Apa ini?" A young langsung memutar rekaman tersebut.


ISI REKAMAN :


-> "Akhirnya aku mendapatkan Minjun,akan ku lakukakn segala cara agar kau tetap disampingku dan meninggalkan gadis jalangmu itu"


-> "Mau apa kau,jangan sentuh aku"

__ADS_1


-> "Diamlah Baby aku sedang membuka bajumu,untuk kita bersenang-senang"


-> "Jangan sentuh aku" tertidur


->"Kenapa sih,dulu kamu yang memintanya sekarang aku yang mengajak,kamu menolakku sampai seperti itu. Seberapa besar sih cintamu pada ****** itu sampai kau dengan cepat melupakan cinta pertamamu ini. Oke aku cuma butuh foto kita berdua yang sedang tertidur agar bisa ku kirim ke orangtua mu dan juga ****** itu. sekarang sudah selesai tinggal menunggu kehebohan besok pagi saja"


A young yang mendengarkan rekaman suaranya sendiri begitu terkejut langsung membanting rekamannya,dia berpikir kalau rekaman itu hanya ada 1 bukti saja.


"Silahkan kau rusak rekaman itu tapi aku punya banyak salinannya" ujar Minjun


"Baby itu bukan aku,mungkin itu suara lain. Mana mungkin aku melakukan penipuan seperti itu"


"A young semua sudah jelas bahwa yang ada didalam rekaman itu adalah suaramu karena aku sangat mengenal suaramu,aku mengenalmu sudah lama jadi jangan bohongi aku untuk kesekian kalinya. Sekarang apapun yang kamu lakukan aku tidak peduli !! Karenamu istriku pergi,mulai detik ini jangan ganggu kehidupanku lagi dan keluargaku"


Minjun pergi meninggalkan A young yang terihat syok karena kebohongannya terbongkar,Minjun menelepon Jihoon saat menuju mobilnya.


"Jihoon apa kau sudah memesankanku tiket ke Indonesia?"


"Sudah,keberangkatannya 30 menit lagi"


"Baiklah aku langsung ke Bandara sekarang"


Minjun melajukan mobilnya ke arah Bandara,ia akan melakukan segalanya agar Ashila mau memaafkannya,ia tak ingin Ashila pergi meninggalkannya. Sesampainya di Bandara ia langsung berangkat.


Setibanya di Bandara ia bergegas menuju ke rumah Ashila tanpa istirahat sekalipun.


TOK..TOK..TOK..


"Loh nak Minjun" kata mama Ashila yang terkejut dengan kedatangan Minjun


"Ashila tidak ikut denganmu ya nak?" tanya mamanya lagi saat melihat tidak ada seorangpun disekeliling Minjun.


Minjun terkejut dengan pertanyaan mama mertuanya itu,setahu dia Ashila sudah pulang ke Indonesia tapi kenapa mamanya mengira Ashila ikut dengannya.


"Tidak ma,aku hanya mampir sebentar mau melihat anak-anak"


"Ya sudah masuk dulu" mamanya masuk sembari memanggilkan cucunya


"Appaaaa..." teriak mereka sambil berlari ke arah Minjun dan memeluknya


"Jangan lari-lari sayang nanti jatuh,gimana kabar kalian? Appa rindu sekali kepada anak-anak appa" menciumi kepala mereka


"Appa,mama tidak ikut ya?" tanya mereka dengan polos


"Gak sayang,appa dinas di sini,kapan mama pulang ke korea?"


"Mama kan langsung kembali sehari setelah mengantar kita pulang"


"Ya sudah jaga diri baik-baik ya sayang,appa mau bekerja dulu.nanti kalau appa sudah tidak sibuk kesini lagi sama mama"

__ADS_1


Setelah berpamitan kepada anak-anak dan mertuanya ia langsung memutuskan langsung kembali ke negaranya tanpa pikir panjang.Sesampainya di Bandara ia langsung menghubungi para sahabatnya,meminta tolong mereka mencari keberadaan Ashila dan yang pasti para sahabatnya terkejut dengan perkataan Minjun bahwa Ashila berada di negara mereka.


__ADS_2