
Keesokan hari Minjun sudah berada didepan rumah Ashila untuk menjemputnya,saat Ashila membuka pintu terlihat Minjun sudah ada..
"Selamat pagi" sapa Minjun
"Selamat pagi,kenapa oppa disini pagi-pagi begini?"
"Jemput kamu,aku ingin berangkat bersama,ayoo.."sambil membuka pintu mobilnya
"Gak usah oppa,aku masih mau nganter anakku ke sekolah dulu baru berangkat kerja,aku gak mau ngerepotin oppa,aku bisa naik motor kok"
"Mulai sekarang kamu gak usah naik motor,biar aku aja yang anter jemput kamu dan juga anak kamu,ayoo.."
"Mama,siapa om ini?"tanya Wawa anak pertama Ashila
Minjun langsung menjawab dengan cepat sebelum Ashila menjawabnya
"Om calon papa kamu sayang,bolehkan kalau om jadi papa kamu?" sambil menaikkan wawa ke dalam mobil
"Gak boleh,nanti kalau mama di ambil sama om terus wawa sama adik gimana?"
"Meskipun Om jadi papa kamu,wawa sama adik tetap sama mama sayang" sambil mengemudi menuju sekolah
"Benarkah?"
"Iya donk,om bakalan sayang sama wawa dan juga adik,boleh ya om jadi papanya wawa dan adik?" rayunya
__ADS_1
"Ok om,tapi jangan tinggalin mama ya om kaya ayah ninggalin mama,kasihan mama. Wawa gak mau liat mama nangis lagi"
Ashila mendengar perkataan anaknya tak terasa matanya berkaca-kaca,Minjun yang melihat ke arahmu langsung menggenggam tangannya dengan penuh kasih.
"iya om janji gak akan buat mama nangis"
***
Ashila terharu dengan perjuangan Minjun untuk meluluhkan hatinya,setiap hari selama 1 bulan ini Minjun selalu menjemput dan mengantarnya pulang bahkan dia rela menyempatkan waktu disela-sela kesibukan Minjun untuk menjemput anaknya.
Akhirnya malam itu Ashila bertekad mengatakan apa yang menjadi penghalang dalam hubungannya dengan Minjun. Ashila mengirimi Minjun pesan..
"Oppa,pulang kerja nanti ada yang mau aku katakan pada oppa" pesannya.
"Ada apa?kenapa tidak sekarang saja kita bertemu dan mengobrol?ayo sekalian kita makan siang bersama"
Waktu pun berlalu hingga saatnya jam pulang kerja. Minjun bergegas keluar kantor karena takut Ashila menunggu terlalu lama,saat menuju parkiran Minjun melihat Ashila,ditarik dan di genggamlah tangan Ashila menuju parkiran. Mereka berdua menuju sebuah restoran. Setelah menghabiskan makanan yang telah dipesan mereka mulai mengobrol dengan serius.
"Apa yang mau kamu bicarakan kepadaku?" tanya Minju
"Gini oppa..sebelumnya aku minta maaf atas sikap dan perilakuku selama ini,dan maaf aku juga tak kunjung memberimu jawaban pasti. Sekarang aku akan mengatakan semua apa yang mengganjal dihatiku" jawab Ashila
"Hmm..baiklah katakan semua yang ingin kamu katakan,aku akan mendengarkannya"
"Oppa..bukannya aku tidak suka pada dirimu yang berjuang demi mendapatkan aku,tapi oppa juga tau kan aku seorang janda beranak 2. Entah apa yang akan dikatakan orang maupun relasimu kalau mereka tàhu itu,dan yang menjadi poin utama aku tidak bisa menerima oppa karena keyakinan kita yang berbeda oppa. Maafkan aku oppa,aku tidak bisa melanggar keyakinan itu,oppa pasti akan mendapat orang yang lebih baik dari aku dan memiliki keyakinan yang sama dengan oppa".
__ADS_1
Setelah mengatakan itu semua Ashila berpamitan pulang tapi tangannya ditarik oleh Minjun.
"Oppa akan mengantarmu pulang"
Selama perjalanan pulang tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka berdua,sesampainya di rumah sebelum turun dari mobil Minjun memegang tangan Ashila dan berkata,,
"Oppa tulus menyukai dan mencintaimu,sekarang oppa tau dan mengerti apa yang selama ini kamu khawatirkan,selama perjalanan pulang oppa memikirkan semua yang kamu katakan. Oppa akan mencoba belajar tentang semua itu karena oppa tidak mau kehilangan kamu"
"Oppa..jangan melakukan itu hanya demi aku karena itu tidak ada gunanya"
Ashila turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumahnya. Minjun langsung kembali pulang,selama perjalanan dia berpikir keras tentang semua yang telah dikatakan oleh wanita pujaan hatinya itu.
***
Disela-sela kesibukannya dia mempelajari semua apa yang dimaksud oleh Ashila. Sekertaris Park masuk keruangannya dan melaporkan bahwa Minjun harus segera pulang ke Korea karena terjadi masalah di Perusahaannya. Setelah mendapat kabar tersebut Minjun memutuskan kembali ke Korea pada malam itu juga dan dia lupa memberi kabar kepada Ashila.
Sesampainya di Korea Minjun langsung disibukkan dengan berbagai pekerjaan yang bermasalah,dan tak lupa dia juga mempelajari semua yang dikatakan Ashila. Dia juga meminta ijin kepada orangtuanya untuk beralih keyakinan,awalnya orangtuanya menolak tapi dengan kegigihan Minjun yang meyakinkan orangtuanya akhirnya mereka menyetujui semua keputusan Minjun.
Minjun sangat senang karena kini dia tak lagi mendapat penghalang untuk bersama dengan Ashila wanita pujaan hatinya. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat,2 bulan Minjun berada di Korea dan dia memutuskan kembali ke Indonesia untuk menemui Ashila dan ingin mengatakan kabar bahagia ini.
***
Setelah kejadian malam itu Ashila tak pernah bertemu dengan Minjun.
Meskipun tak pernah bertemu Minjun masih menghubunginya lewat telepon,tapi suatu ketika Minjun menghilang tidak ada kabar sekalipun,dan tiba-tiba kamu mendapat kabar dari manager kalau CEO kalian kembali ke Negaranya,alasannya dia kembali juga tidak ada yang tau. Ashila semakin resah..
__ADS_1
"Apa mungkin dia kecewa dengan keputusanku dan memutuskan kembali ke Korea"
2 bulan pun berlalu Ashila menjalankan kegiatan seperti biasa dan dia sudah berusaha melupakan apa yang terjadi meskipun orangtuanya menanyakan berkali,setelah dijelaskan àkhirnya mereka menghormati apa yang menjadi keputusan anaknya.