Diantara Para Pangeran

Diantara Para Pangeran
Acara Pertunangan


__ADS_3

Hari H pun tiba,pagi-pagi sekali Ashila sekeluarga dijemput oleh Minjun menuju gedung pernikahan kalian,sesampainya disana Ashila menuju ke sebuah ruangan rias untuk pengantin,ya ruang rias pengantin dan ruang rias memiliki tempat sendiri. Minjun sengaja meminta perias artis yang dipesan langsung dari korea.


Ashila pun mulai dirias sampai memakai gaun pertunangan yang sudah dipilih sendiri oleh Minjun,keluargamu masuk untuk melihatmu betapa terkejutnya karena Ashila terlihat anggun dan berbeda dari biasanya.


"Astaga anak mama cantik sekali"


Papa Ashila meneteskan airmata,begitu terharunya melihat putrinya akan menempuh hidup baru untuk yang kedua kalinya.


"Nak papa berharap kali ini kamu bahagia"


"Papa ini hanya pertunangan dan bukan mau menikah,jangan menangis seperti itu. Aku ingin menangis juga kalau begitu"


"Kamu tidak boleh menangis juga nanti riasanmu rusak"sambil menyeka airmatanya


"Ya sudah mama,papa sama yang lain keaula lebih dulu"


Tidak lama setelah keluarga Ashila keluar orangtua Minjun dan sekertaris Park datang untuk melihatmu juga,sebenarnya Minjun juga dari tadi ingin menemuimu tapi tidak diperbolehkan oleh orangtuanya.


"Astaga menantuku cantik sekali,pintar sekali Minjun mencarinya,ji hoon-ah nanti kalau kau mencari istri carilah seperti menantuku ini"ujar Omma Minjun


"Waah..ji hoon-ah kenapa kau bengong?pasti kau terpesona dengan kecantikan menantuku ini ya"


"Astaga cantiknya dia,aku ingin memilikinya"batin sekertaris Park dan menyadari akan perasaannya terhadap Ashila yang selama ini membuatnya bingung.


Sekertaris Park terperanjat saat mendengar ucapan orangtua Minjun


"Ah..maaf saya memikirkan hal lain appa amma. Kamu cantik sekali"


Sekertaris Park memanggil orangtua Minjun sama seperti Minjun memanggil mereka.


"Terima kasih oppa"


"Hai kak..selamàt atas pertunangan kalian ya,kakak hebat bisa menjinakkan oppaku"ujar adik kandung Minjun sambil tersenyum hangat


"Oh..kamu Hyejin ya,jam berapa datang semalam?maaf aku tidak bisa ikut menjemputmu karena oppa melarang padahal aku ingin menjemputmu dan terima kasih ya ucapannya,aku tidak melakukan apapun kepada oppamu kok"


"Semalam yang menjemputku cuma oppa ji hoon aku jadi sedih,tapi tidak apa-apa kok kak karena kita sudah bertemu,kakak mau kan jadi kakak sungguhan bukan sekadar kakak ipar saja"pinta Hyejin

__ADS_1


"Pastilah sayang,kenapa aku musti tidak mau punya adik seimut kamu"


"Sudah nanti saja dilanjutkan perbincangannya,sekarang kita harus keaula sebentar lagi acara dimulai"ujar appa


Keluarga Minjun pun melangkah pergi hanya Ji hoon saja yang tertinggal


"Oppa tidak iku mereka?"


"Aku mau mengatakan sesuatu sebelum acara dimulai"


"Katakanlah oppa"


"Aku menyukaimu,aku tidak tau sejak kapan perasaan ini ada tapi aku tau kamu sudah menjadi milik Minjun yaitu teman sekaligus saudara bagiku. Aku merasa lega sekarang sudah mengatakannya,aku tidak akan meminta lebih darimu cukup hanya aku saja yang memendam rasa ini,aku akan selalu menjagamu diam-diam. Berbahagia lah"


Ashila terkejut dengan pernyataan Ji hoon


"Terima kasih oppa sudah menyukaiku akan ku simpan dalam hati pernyataan oppa ini dan maaf aku tidak bisa menerima oppa,tapi oppa masih mau kan menjadi oppaku"pintanya sambil tersenyum


"Boleh aku mencium keningmu untuk kali ini saja,kalau kau tak memperbolehakannya tidak apa-apa aku akan kembali ke aula"


"Baiklah oppa"


Ashila berjalan memasuki aula,para undangan,keluarga,maupun Minjun takjub dengan penampilanmu yang sangat memukau. Hingga saat kamu sudah berada didepan Minjun,dia tidak mampu berkata-kata.


Acara pun berjalan dengan lancar,di Indonesia yang mendapat undangan hanya teman bisnis Minjun yang berada didaerah yang sama,teman orangtua Ashial dan juga teman dari Ashila.


Sedangkan 2 minggu lagi pesta pertunangan yang diadakan di Korea.


***


Sudah 2 hari acara pertunangan pun selesai,Ashila beserta keluarga sibuk mengemas barang-barang yang akan dibawa ke Korea,Minjun datang untuk membantumu.


"Sayang gak usah bawa banyak barang,nanti kalau ada sesuatu yang kamu butuhkan bilang saja,oppa akan membelikannya"ucapnya


"Begitukah"sambil memikirkannya


"Anak-anak juga g usah bawa barang terlalu banyak,nanti sesampainya disana kita langsung ke apartemenku. Papa,mama sama adik-adik juga bilangin jangan bawa barang terlalu banyak"

__ADS_1


"Ehm..baiklah sayang"sambil mengecup pipi Minjun


"Cumi pipi saja"ujarnya sambil memanyunkan bibirnya


"Sstt..g usah banyak komentar,mengerti"goda Ashila,senang melihat sisi manja Minjun terhadapnya


Disisi lain orantua dan adik Minjun juga mengemas barangnya karena mereka harus kembali terlebih dahulu untuk menyiapkan segala sesuatu yang masih kurang menurut mereka.


Keesokan harinya Minjun,Ashila,anak-anak dan juģa Ji hoon mengantar orangtua dan adik Minjun ke Bandara


"Minjun-aa jaga baik-baik menantu ini,jangan kau buat dia menangis. Awas saja kalau sampai omma mendengar dia menangis karenamu akan kupukul kau"goda mama Minjun sambil memeluk anaknya itu


"Iya omma aku akan selalu menjaganya tidak akan kubuat dia menangis"membalas pelukan ommanya


"Jaga mereka baik-baik Minjun-aa"ujar appanya sambil memeluknya


"baiklah appa"


"Sayang omma,appa sama Hyejin kembali ke Korea dulu ya,kita tunggu disana. Kalau dia mengganggumu atau membuatmu menangis bilang sama omma..mengerti"sambil memelukmu dan menunjuk kearah Minjun


"Sayang nenek tunggu di Korea ya"sambil memeluk dan mencium anak-anakmu


"Baiklah omma,hati-hati"


"Ji hoon-aa jaga mereka ya,kami percaya kamu mampu menjaga mereka"ujar amma kepada Ji hoon


"Nenek,kakek sama imo hati-hati ya"ujar anak-anak.


Mereka pun beranjak pergi hingga tak terlihat,Kalian berbalik menuju mobil masing-masing. Ji hoon atau sekertaris Park memutuskan untuk berpisah dan tidak ikut dengan kalian sedangkan kalian memutuskan untuk berjalan-jalan terlebih dahulu dan menginap di hotel didaerah kota itu. (Bandaranya terletak di kota berbeda dari tempat tinggal Ashila,jarak tempuhnya sikitar 3-4 jam perjalanan)


***


Disisi lain Ji hoon sudah sampai dirumah dan langsung menuju dapur,dia mengambil bir yang berada di lemari es. Dia meminumnya diruang keluarga sambil memikirkan segala hal


"Ya Tuhan kenapa aku harus menyukai tunangan sahabatku sendiri"batinnya sambil meminum bir-bir yang sudah dia sediakan


"Tapi rasa ini bukan sekedar hanya menyukai,aku benar-benar ingin memilikinya,baru kali ini aku merasa gelisah karena seorang wanita. Pantas saja Minjun dulu sangat gelisah sebelum mengenal dan menjalin hubungan dengannya,kenapa pesona begitu kuat bahkan terhadapku. Aku akan berusaha memendam perasaan ini karena aku sudah berjanji padanya hanya menjadi kakaknya,tapi aku akan mengambilnya kalau sampai Minjun melukainya"batinnya semakin tak karuan

__ADS_1


Akhirnya Ji hoon mabuk karena terlalu banyak minum dan tertidur disofa.


__ADS_2