
"Oppa,,aku tidak bisa menjanjikannya padamu oppa. Selama ini aku hanya diam meskipun kamu menganggapku sebagai siapa pun entah teman,sahabat,adik,pacar sekalipun. Tapi sebentar lagi aku sudah menjadi istri oppa Minjun"
"Baby,terserah kamu mau menikah dengan siapa pun aku tidak peduli asal jangan tinggalkan aku. Kamu segalanya bagiku,kehadiranmu dihidupku membuat aku bahagia"
"Sudah oppa jangan dibahas lagi, oppa cepat mandi dan siap siap. Sudah hampir siang ini sebentar lagi oppa min datang menjemput"
"Iya..iya baby,aku bangun. Mau ikut aku mandi?" godanya
Ha Jun berjalan menuju kamar mandi sedangkan Ashila menyiapkan sarapan,tak berapa lama manager pun tiba.
"Pagi Ashila" sapa manager
"Pagi juga oppa,ini oppa makanlah" jawabnya sambil menyodorkan roti buatannya
"Ha Jun mana? Belum bangunkah?"
"Dia sedang mandi oppa,sebentar lagi pasti turun"
"Kau sudah disini hyeong?" tanya Ha Jun sambil berjalan menuju ruang tamu
"Ehm,,kau sudah siap? Ayo berangkat,kita ada pemotretan diluar kota hari ini"
"Kok mendadak oppa?" tanya Ashila terkejut
"Iya,perusahaan minta kita memajukan jadwal keluar kotanya dimajukan"
Mereka pun berjalan bersama menuju ke tempat parkir,mobil melaju pergi munuju ketempat tujuan pemotretan.
Mereka sampai disebuah hotel mewah yang sudah di pesan oleh perusahaan untuk Ha Jun dan staf yang lain. Kamar Ashila tepat disebelah kamar Ha Jun sesuai permintaannya. Setelah selesai membongkar bawaannya mereka pun menuju ke tempat pemotretan yang letaknya tak jauh dari hotel.
Ashila menunggu Ha Jun bersama staf yang lain tiba tiba ada seseorang yang menyapanya dan menepuk lengannya dari belakang.
"Hai,masih ingat aku?"
"Maaf,siapa ya? Apa kita pernah bertemu?"
"Iya,kita pernah bertemu di bandara waktu itu. Apa kamu lupa?"
"Benarkah?" tanya Ashila sambil mengingat kembali.
"Nanti pasti kamu inget,oh..iya,sedang apa disini?"
"Aku sedang kerja,maaf ya aku harus kesana" sambil menunjuk ke arah Ha Jun dan para staf lain
"Baiklah" ujar laki laki tersebut sambil tersenyum
Ashila berjalan menuju ke tempat dimana Ha Jun beristirahat sejenak.
__ADS_1
"Sudah selesai?"
"Belum,tinggal 3 kali pemotretan lagi. Kamu bicara sama siapa barusan?" tanya Ha Jun dengan sinis
"Aku bicara dengan pria tampan barusan,kenapa?"
"Oh jadi dia tampan?! Kamu suka yang tampan?!"
"Iya donk,mana ada perempuan tidak suka dengan yang tampan" godanya
"Kamu butuh apa? Mau minum? Biar aku ambilkan"
"Gak usah" kesalnya sambil berjalan untuk melanjutkan pemotretan
Ashila hanya tersenyum melihat tingkah Ha Jun saat cemburu. Hari mulai sore Ha Jun selesai pemotretan dan kembali ke penginapan masing masing. Selesai membersihkan diri Ashila berjalan jaln di sekitar Hotel dan duduk disebuah bangku kosong yang menghadap ke sebuah danau yang sangat indah,tiba tiba ada seseorang yang menyapanya.
"Boleh aku duduk disini?" tanya seorang pria tampan yang tak kalah tampan dari para pria yang selama ini Ashila kenal.
"Oh..silahkan" jawab Ashila sambil tersenyum
Pria tersebut terpukau oleh senyum Ashila yang sangat manis.
"Aku Ji il Sung,boleh tau nama kamu?"
"Aku Ashila"
"Berarti kalau bertemu sesama cowok jodoh juga dong"
"Ya bukan gitu juga,maksud aku kalau pria dan wanita"
"Aaa..begitu,tapi kenapa seperti deja vu ya?" ujar Ashila sambil memikirkan
"Mungkin ada seseorang yang juga pernah mengatakan itu padamu,kalau boleh tahu kamu kerja apa? Bukankah tadi kamu bersama model Kim Ha Jun?"
"Aku asisten pribadi Ha Jun,kamu disini liburan atau bagaimana?"
"Aku juga sedang kerja disini,sebentar..kamu akrab banget ya dengan Ha Jun sampai saling memanggil nama,apa kamu pacarnya?
" Oh kamu kerja juga?Apa sedang perjalanan bisnis? Ha Jun adalah teman,sahabat sekaligus oppa bagiku,karena dia yang selalu membantuku."
"Apa dia tidak tau aku" batin il Sung
"Ya anggap saja aku sedang perjalanan bisnis"
***
Ha Jun yang sudah selesai membersihkan diri ia menelpon Ashila tapi tak kunjung diangkat,akhirnya ia pun beranjak menuju kamar Ashila yang terletak tepat disebelah kamarnya. Tapi saat Ha Jun masuk Ashila tak terlihat dimana pun,ia mencoba menghubunginya kembali dan ternyata handphonenya tertinggal dikamar. Ia memutuskan untuk menunggu dikamar Ashila hingga Ashila kembali.
__ADS_1
Tak berapa lama Ashila pun masuk ke dalam kamar,begitu terkejut Ashila saat ada seseorang berada dikamar yang sudah menunggu.
"Astaga oppa kamu mengagetkanku"
"Darimana? Kenapa handphone kamu tidak dibawa? Apa kamu bertemu dengan pria tadi siang lagi?" tanyanya menginterogasi Ashila
"Astaga oppa,apa kamu detektif yang sedang bertanya kepada penjahat? Aku tadi sedang mencari udara segar diluar dan aku lupa membawa hpku karena sedang aku charger juga,tapi oppa g salah juga sih..aku memang bertemu dengan pria tampan itu tadi" ujar Ashila dengan aedikit menggoda
Ha Jun yang mendengar itu semakin kesal dan menarik tangan Ashila hingga Ashila terduduk dipangkuannya, ia langsung mencium bibir Ashila dan memeluk erat pinggang Ashila.
"Oppa berhen..." ucapannya terpotong karena Ha Jun semakin brutal menciumi Ashila
"Berhenti oppa!!" teriaknya sambil mendorongnya dengan kuat.
"Maafkan aku baby,kamu tahu aku begitu mencintaimu. Aku rela melihatmu dengan tunanganmu tapi aku tidak rela melihatmu dengan pria lain. Aku ingin memilikimu baby"
"Maaf oppa,aku tidak bisa"
"Baiklah aku tidak akan meminta lebih tapi ijinkan aku menciummu"
"Baiklah"
Ha jun pun mencium bibir Ashila dengan lembut dan **********,saat sedang berciuman telepon Ashila berdering dan ternyata itu adalah Minjun. Mereka menghentikan kegiatannya.
"Aku angkat telepon dulu ya oppa"
"Bicara disini saja baby,aku tidak ingin jauh darimu walau sedetik" ujarnya sambil memeluk Ashila dipangkuannya.
Akhirnya Ashila pun menuruti kemauan Ha Jun dan menerima telepon Minjun.
"Halo,ada apa oppa?"
"Sayang,ini sudah jam pulang kerjamu kan? Aku akan menjemputmu"
"Maaf oppa aku lupa memberitahumu,aku ada kerjaan diluar kota hari ini"
"Benarkah? Kenapa mendadak? Berapa hari kamu diluar kota?"
"Iya sudah keputusan dari atasan juga oppa,mungkin 3 hari oppa"
"Baiklah saat pulang nanti beritahu oppa ya,aku merindukanmu sayang. Bagaimana kalau aku kesana saja untuk menyusulmu? Aku sangat merindukanmu,kamu berada di hotel mana?"
"Nanti oppa capek loh,aku berada di hotel xx kamar xx"
"Baiklah aku mengerti,aku mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu oppa" telepon pun mati.
__ADS_1