Diantara Para Pangeran

Diantara Para Pangeran
Ch. 27


__ADS_3

"Oppa,ku kembali saja ke kamarmu..aku ingin tidur,aku lelah" ujarnya kepada Ha jun setelah mematikan teleponnya.


"Tidak bisakah aku tidur disini saja baby?"


"Oppa,itu tidak boleh,,mengerti?" sambil mengelus rambut Ha jun


"Baiklah,tapi ijinkan aku disini dulu ya 1 jam saja..bukan..bukan..30 menit saja..ya..ya..ya.." ujarnya dengan memelas


"Ehm..baiklah. Setelah itu kembali ke kamarmu ya..kalau gitu aku ganti baju dulu,oppa keluarlah tunggu diruang tamu sana" (kamar mereka adalah kamar suite president room yang memiliki ruang tamu bahkan ruang makan sendiri)


"Oke..jangan lama lama ya baby"


Setelah Ha Jun keluar, Ashila berganti pakaian tak lama kemudian suara bel berbunyi. Ashila yang masih didalam kamar tak bisa membukakan pintunya dan Ha jun yang terpaksa membukanya.


Saat Ha jun membukanya ada seorang pria membawa sebuah bunga yang telah berdiri didepan pintu. Pria tersebut terlihat terkejut dengan sosok yang telah membukakan pintu untuknya. ya pria itu adalah Minjun.


"Siapa oppa?" sambil keluar kamar dan melihat ke pintu


"Oppa.."


"Sayang,apa maksudnya ini?" tanyanya denhan perasaan campur aduk


"Masuklah dulu oppa,aku akan menjelaskannya" ujar Ashila sambil menarik tangan Minjun


Mereka bertiga duduk di sofa ruang tamu,terlihat ada ketegangan bercampur amarah dari ekspresi wajah kedua pria tersebut.


"Oppa,kenalkan dia Kim Ha jun mungkin oppa sudah tahu kalau dia seorang model dan juga aktor dan ini tunanganku Lee Minjun"


"Oh jadi pria ini yang sudah menyakitimu baby?" sela Ha jun


"Apa kau bilang?! BABY!! Dia istriku!! berani beraninya kamu memanggil dia BABY HAH!!!"

__ADS_1


"Kalian masih bertunangan dan dia belum jadi istrimu saja kau sudah menyakiti hatinya" sindir Ha jun


"Ku mohon hentikan!! kalau kalian bertengkar..keluar dari sini SEKARANG!!"


Mendengar Ashila yang marah mereka sontak langsung diam,karena mereka tidak pernah melihat Ashila mambentak mereka sama sekali.


"Sekarang..oppa Ha jun tolong jelaskan pada oppa Minjun kenapa kamu bisa memanggilku dengan sebitan Baby dan aku ingin oppa Minjun mendengarkannya terlebih dahulu"


"Baiklah,aku menyukai Ashila,aku rela berbuat apapun demi dia bahkan jika aku harus berhenti dari duniaku akan ku lakukan,karena selama ini berapa banyak perempuan yang sudah berkencan denganku itu semua jauh berbeda dengannya.aku tidak ingin kehilangannya,aku rela meskipun dia menjadikanku yang kedua asal kau jangan menyuruhku untuk meninggalkannya" ucap Ha jun menegaskannya kepada Minjun


Minjun terkejut dengan pernyataan Ha jun yang terlihat begitu tulus,ia hanya terdiam membisu dan memandang kekasihnya. Didalam batinnya siapa pria yang tidak akan tertarik dengan wanita sebaik dan setulus dirinya,dia merasa bersalah karena sempat goyah saat cinta pertamanya kembali dan ternyata ia bahkan sudah menemukan dan memilik wanita yang begitu luar biasa.


"Sayang,kau ingat kan aku pernah berkata apapun akan aku lakukan untukmu asal kau tidak meninggalkanku. Sekarang aku bertanya padamu didepan Ha jun juga,apa keinginanmu saat ini? Tapi ku mohon sayang jangan tinggalkan aku" ucap Minjun sambil bersimpuh didepan Ashila dan menggenggam tangan Ashila.


"Oppa aku tau kau sangat mencintaiku dan aku tidak akan meninggalkanmu dan untuk oppa Ha jun aku juga mengerti perasaanmu,itu hakmu mau mencintai siapapun bahkan mencintaiku pun aku tidak akan mempermasalahkannya. Maafkan aku tidak bisa menerimamu untuk menjadi kekasihku karena aku sudah memiliki oppa Minjun tapi jika kau mau jadilah oppaku jika oppa Minjun mengijinkannya"


Terasa sesak dada Ha jun mendengar ucapan Ashila tapi baginya ia mengijinkannya untuk berada disisinya saja sudah suatu anugerah.


"Baiklah,tapi ijinkan aku memanggilmu sesuka hatiku. Agar hatiku tidak terlalu sakit" ujar Ha jun


"Itu tidak masalah sih bagiku,tapi bagaimana denganmu oppa?" ucapnya sambil melihat ke arah Minjun


"Aku tidak apa apa sayang selama kamu senang"


Akhirnya mereka sepakat untuk menjadi satu keluarga. Ha jun kembali ke kamarnya,di dalam kamar ia menangis hingga terisak. Ia menyadari satu hal bahwa baru kali ini ada seorang wanita yang mampu membuatnya menangis hingga seperti ini,ia ingin meminum alkohol untuk memghilangkan stresnya tapi niat itu diurungkannya karena ia ingat bahwa Ashila tidak menyukai pria peminum.


Di dalam kamar Ashila, Minjun bersikap manja padanya. Mereka berdua duduk disofa yang sama,dengan posisi Ashila duduk didepan Minjun dan Minjun memeluk Ashila dari belakang.


"Oppa kenapa kemari?"


"Kenapa memangnya?kalau aku tidak kemari apa kau akan bermesraan dengannya?!" jawabnya kesal

__ADS_1


"Hiya oppa,kalau kemari hanya untuk memcari ribut,pergi saja sana!!" kesalnya


"Tidak sayang,maafkan aku..aku kesini karena merindukanmu sayang"


"Oh" jawabnya singkat


"Kenapa? kau tidak suka sayang?"


"Suka"


"Maafkan aku sudah membuatmu marah,aku kesini ingin memberi tahumu bahwa hari pernikahan kita dimajukan satu bulan lagi dan aku sudah menyiapkan segalanya"


"APAAA?! Hiya oppa kenapa kau tidak bertanya dulu padaku hah"


"Kenapa sayang? apa kau tidak suka?" ucapnya lesu


"Aku suka tapi aku kan tidak membantumu,kalau kau kelelahan bagaimana?"


"Aku tidak apa apa sayang,tapi setelah kupikir pikir..."


"Apa? kenapa lagi?"


"Rivalku sekarang bertambah lagi dong sayang,huufftt"


"Benarkah,,siapa aja emang?" tanyanya sambil tersenyum karena melihat keimutan Minjun


"Park Ji hoon,Song Hyun,Gong Eun dan sekarang Kim Ha jun. Sayang kenapa begitu besar pesonamu? mulai sekarang aku harus lebih ektra mencintaimu dan menjagamu,karena mereka semua rela melakukan apapun kalau demi kamu sayang"


"Tapi aku kan hanya mencintaimu oppa..ehm setelah dipikir pikir ternyata aku populer juga ya oppa,bisa saja nanti bertambah lagi loh saingannya" goda Ashila


"Jangan sampai itu terjadi lagi sayang,,tapi kenapa kamu malah menggodaku? kamu berani sekarang ya.."

__ADS_1


Mereka bercanda dan tertawa bersama sama dan BRUKK.. Ashila jatuh terbaring dengan posisi Minjun tepat berada diatasnya,mereka saling memandang. Perlahan Minjun mulai mendekatkan wajahnya dan ia mencium bibir Ashila dengan lembut,Ashila menikmatinya hingga mengalungkan tangannya di leher Minjun. Lalu Minjun mengangkat Ashila tanpa melepaskan ciumannya dan berjalan menuju ke kamarnya.


__ADS_2