
Jihoon memasuki tempat bar langganannya dan ternyata disana sudah ada para sahabatnya yang baru datang juga. Song Hyun dan juga Gong Eun.
"Hai Jihoon" sapa mereka
"Tumben banget lu kesini pagi-pagi" sindir Song Hyun
"Ya pasti ada masalah lah sama Minjun di kantor,lagian ni kan masih jam kerja juga" saut Gong Eun
"Aku kesal sama Minjun" jawab Jihoon
"Kenapa dengannya" tanya Song Hyun
"A young datang ke kantor,ia sambil meluk Minjun dan yang aq heranin kenapa si Minjun diem aja coba!! katanya udah ga ada perasaan lagi sama tu jalang tapi apa buktinya!!" ucap Jihoon dengan nada kesal
"APA!!" seru mereka berdua. "Terus gimana dengan Ashila?! kurang ajar banget tuh si Minjun!!"
Sedang asyik mengobrol Jihoon mendapat telepon dari salah satu karyawan kantor.
"Ya ada apa?"
"Sekertaris Park,nona Ashila barusan datang ke kantor dan kita semua sudah mencoba yang terbaik buat menghalangi nona tapi tidak bisa.."
"APA!!" sela Jihon karena terlalu terkejut
"Baiklah aku segera kesana sekarang" Jihoon sambil berdiri
"Ada apa Jihoon" tanya Gong Eun
"Aku harus segera balik ke kantor, mereka bilang Ashila datang ke kantor hari ini" ia langsung beranjak pergi
"Aku ikut" ujar Song Hyun sambil mengikuti Jihoon
"Aku juga ikut" ujar Gong Eun juga
Mereka melaju ke arah kantor Minjun dengan kecepatan tinggi yang biasanya waktu yang di butuhkan antara Bar dan kantor 30 menit menjadi hanya 15 menit saja.
***
Disisi lain Minjun terkejut bahwa yang membuka pintu adalah Ashila dan sedangkan posisi mereka adalah posisi yang patut untuk di salah pahami. Tapi tidak dengan Ashila,awalnya ia memang terkejut melihat ada seorang perempuan cantik yang duduk dipangkuan tunangannya dengan posisi tangan Minjun yang mencengkeram lengannya.
Ashila malah mendekati mereka dengan yakin tanpa berekspresi sama sekali.
"Sayang,jangan salah paham ya. Ini bulan seperti yang kamu lihat" ucap Minjun sambil mendorong wanita itu dan berjalan mendekat ke Ashila.
__ADS_1
"Oppa,siapa sih dia?! Kenapa oppa panggil dia sayang dan tega mendorongku begini" ucap wanita itu sambik menarik lengan kekar Minjun
"Siapa dia oppa?!" tanya Ashila kepada Minjun tanpa ekspresi
"Dia mantanku sayang,tapi.." perkataannya terhenti karena disela oleh A young
"Oooo jadi kamu ya wanita yang udah ngerebut hati oppa!! Dengan cara apa kau memikatnya HAH!!" ujar A young
Suara langkah kaki terdengar dari luar dan..
BRAKK..
Jihoon,Song Hyun dan Gong Eun masuk ke ruangan itu karena mereka mengkhawatirkan Ashila,takut ia akan terluka melihat kelakuan A young dan juga Minjun.
"Ashila kamu gak apa-apa kan?" tanya Jihoon begitu khawatir sambil mendekat ke arah Ashila
"Ayo kita pergi" ajak Song Hyun dan juga Gong Eun
"Aku tidak apa-apa oppa,terima kasih kalian sudah mengkhawatirkan aku. Aku minta tolong sama kalian keluarlah dulu,aku ingin berbicara dulu sama mereka"
"Baiklah kami akan menunggu diluar,hm.." jawab mereka bertiga lalu keluar dari ruangan itu.
"Sekarang oppa Minjun tolong jelaskan siapa dia dan mau apa dia kemari?"
"Hah,ternyata bukan hanya oppa Minjun yang sudah kamu pikat ya bahkan sahabat-sahabatnya sekaligus!! DASAR JALANG!!"
"HEI A young,DIAM!! kalau tidak aku akan membungkam mulutmu itu!!" bentak Minjun terhadap A young
"Oppa?! Kau membentakku? Kau dulu tidak pernah mendorong maupun membentakku oppa,tapi sekarang hanya karena si jalang ini oppa sampai seperti itu?!" ujar wanita itu sambil berpura-pura menangis agar dikasihani oleh Minjun.
"Maaf bukan begitu maksudku.." ucapnya sambil menenangkan wanita itu karena ia merasa bersalah telah melakukan itu.
Ashila hanya terdiam tanpa ekspresi melihat tingkah laku Minjun,Ia tahu bahwa lelaki itu sangat mencintainya tapi masih ada juga sedikit perasaan yang tersisa untuk wanita yang ada dihadapannya itu.
Sedangkan para sahabat Minjun yang memperhatikan dari luar merasa geram melihat kelakuan dan sikap Minjun. Mereka merasa kagum terhadap Ashila yang hanya terdiam,tanpa berekspresi sekalipun. Menurut mereka wanita pada umumnya akan berlari atau menjambak rambut pelakor tersebut tapi tidak dengan Ashila,ia tampak begitu tenang dalam diamnya.
"Oppa kau mau terus bermesraan seperti itu atau menjelaskannya padaku?" ucap Ashila sambil duduk di sofa dekat mereka.
"Gak sayang,Aku benar-benar minta maaf padamu. Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya,dia tiba-tiba datang kemari dan memelukku. Sungguh aku..aku.."
Ashila hanya menatap Minjun yang bersimpuh di pangkuannya dengan tangan yang bergetar dan kata-kata yang bergetar karena takut ia tidak mau mendengar penjelasannya.
Sebenarnya hati Ashila begitu sakit tapi ia hanya tidak ingin memperlihatkannya saja.
__ADS_1
"Oppa,selesaikan masalahmu dengannya terlebih dulu. Kalau oppa sudah benar-benar menyelesaikannya baru oppa bisa menemuiku" ucap Ashila dengan tegas dan beranjak pergi dari tempat duduknya
Minjun yang mendengar perkataan itu beranjak dan memegang tangan Ashila berharap Ashila tidak pergi,karena Minjun benar-benar tahu apa malsud perkataan Ashila tersebut.
Ashila benar-benar tidak akan menemui Minjun sampai kapan pun apabila masalah Minjun tidak dibereskan secepatnya.
"Sayang,tidaakkk...." ujar Minjun sambil memegang tangan Ashila dengan mata yang berkaca-kaca
Ashila menoleh kearah Minjun sambil menarik tangannya dan berkata "Aku pergi"
Ashila keluar dari ruangan disambut oleh 3 pria yang sudah menunggunya sedari tadi,tapi Ashila menolak karena ia ingin sendiri menenangkan hatinya yang bergejolak menahan sakit. 3 pria tersebut lantas membiarkan Ashila pergi karena menghargai perasaan Ashila,mereka tahu dibalik diamnya tersimpan rasa yang amat sakit yang tak bisa ia utarakan.
Didalam ruangan terdengar suara Minjun yang berteriak membentak A young yang tak juga mau menyerah begitu saja.
"Sudah puas kau melakukan ini HAH!!"
"Sayang apa sih dia kan cuma jalang yang gak berguna buat apa oppa menangis karenanya"
"Apa kau bilang?! Jangan pernah sekalipun kau sebut ia jalang,PAHAM!!"
"Oppa kau berubah deh sejak bertemu dengan wanita itu"
Minjun beranjak pergi tidak mendengarkan ocehan A young,ia ingin mengejar Ashila yang ternyata ia sudah tidak terlihat diseluruh kantor.
"Oppa!!" A young kesal karena ia di tinggal begitu saja tanpa berbalik saat ia memanggil Minjun.
Minjun pergi meninggalkan kantor menuju apartemennya melaju dengan kecepatan tinggi,tapi saat ia sampai disana ia tak melihat Ashila maupun anak-anaknya. Ia bergegas kearah lemari dan melihat pakaian mereka sudah tidak ada satu pun.
Minjun benar-benar bingung harus mencari kemana lagi karena begitu khawatir ia pun menelpon ketiga sahabatnya untuk meminta tolong mencarikan Ashila.
"Ada apa kau menelponku" seru Jihoon
"Jihoon aku mau minta tolong padamu.." belum selesai ia berkata Jihoon pun menyela
"Apa lagi yang kau butuhkan?!"
"Tolong cari Ashila dan anak-anak,aku mohon padamu" ucapnya dengan terisak
"Apa?!! Mereka pergi?! Apa sudah kau telepon dia?"
"Sudah,tapi teleponku diblokir olehnya. GPSnya juga mati"
"Baiklah"
__ADS_1
Jihoon pun langsung menghubungi ke 2 sahabatnya agar membantu mencari Ashila dan anak-anak yang pergi entah kemana.