Diantara Para Pangeran

Diantara Para Pangeran
1.1 Perkenalan


__ADS_3

Mereka pun pulang menuju rumah Ashila terlebih dahulu dan Minjun pulang kerumahnya setelah mengantarkanmu. Tidak lama kemudian Minjun menjemputmu kembali bersama anak-anak dan mengajakmu kesebuah restoran,Ashila tidak tahu kalau sebenarnya di restoran tersebut sudah ada seseorang yang menunggu. Saat Minjun berjalan kearah orangtua yang terlihat seperti orang korea Ashila baru menyadari kalau Minjun mengajaknya berkenalan dengan orangtuanya.


Sambil berjalan bergandengan tangan Ashila tanpa sengaja meremas tangan Minjun karena terlalu gugup. Minjun menyadari itu dan bertanya padamu


"Kenapa sayang?"


"Oppa aku takut"


"Tidak apa-apa sayang,disini ada aku tidak akan terjadi apa-apa,hhmm"menenangkanmu


Saat tiba di meja Minjun menarikkan kursinya untukmu,kamu duduk dengan perasaan gugup. Anak-anakmu langsung disambut dengan hangat oleh kedua orangtua Minjun.


"Halo sayang,siapa namanya?"tanya orangtua Minjun kepada kedua anakmu menggunakan bahasa korea.


Anak-anak yang tidak mengerti bahasa tersebut menterjemahkannya kepada anak-anak


"Sayang ini orangtua appa dan juga kakek nenek kalian,mereka menanyakan nama kalian"ujar Minjun menjelaskan kepada anak-anak


"Maaf nek..kek aku tidak bisa bicara bahasa kalian,namaku Wawa dan ini adikku Sasa"


"Tidak apa-apa sayang nenek dan juga kakek mengerti kok"


Dengan kegugupannya Ashila tetap mengenggam tangan Minjun dengan berkeringat dingin,mengetahui itu Minjun langsung menggenggam dan mengelus tangannya.


"Semua akan baik-baik saja sayang,jangan khawatir ya"ujarnya menenangkanmu


Akhirnya orangtua Minjun fokus terhadap Ashila yang terlihat gugup,omma Minjun menepuk-nepuk punggungmu dengan lembut mencoba menenangkannya karena tempat duduk omma tepat berada disebelahmu. Orangtua Minjun membuka percakapan menggunakan bahasa Korea dan diterjemahkan oleh sekertaris Park yang berdiri tak jauh darimu.


"Tenanglah nak,nama kamu siapa?"


"Saya Ashila tante"


"Kamu jangan khawatir terlalu berlebihan,omma sama appa akan merestui hubungan kalian dan terima kasih sudah membuat Minjun bahagia,semenjak mengenalmu Minjun terlihat ceria dan lembut tidak seperti dulu,sebelum mengenalmu dia seorang yang kasar dan mudah marah,terima kasih ya nak".


"Saya tidak berbuat apa-apa tante..om,itu semua karena oppa yang mau berubah sendiri. Sebelumnya saya minta maaf karena oppa mendapatkan orang seperti saya yang statusnya adalah seorang janda beranak 2"


"Nak jangan panggil aku tante,panggillah aku omma dan juga appa. Kelak kau akan jadi anakku juga" jawab omma Minjun


"Nak kita tidak pernah membedakan status entah itu gadis maupun janda,selama Minjun bahagia kami sebagai orangtua akan selalu mendukungnya. Kami juga sangat senang karena kami bisa mendapat 2 cucu sekaligus dan kami akan menyayangimu seperti putri kami sendiri" ujar appa Minjun


Ashila sampai membulatkan matanya karena tak percaya dengan apa yang dia dengar,

__ADS_1


"Apa ini mimpi? atau ini terjemahan yang dikarang oleh oppa Minjun dan juga oppa ji hoon"batinnya (*park ji hoon-sekertaris park)


Ashila tersadar dari lamunannya saat Minjun menepuk pundaknya


"Oppa seharusnya gak gini kan oppa"bisiknya kepada Minjun


"Maksud kamu apa sayang"tanyanya keheranan


"Oppa yang kulihat didrama gak kayak gini,oppa gak mengarang ini semua bersama sekertaris park kan?"tanya ashila masih tidak percaya.


Melihat ekspresi calon menantunya orangtua Minjun khawatir,mereka khawatir dan bertanya pada anaknya itu


"Nak kenapa dengan calon menantuku?apa terjadi sesuatu?"


Mendengar itu Minjun lantas tertawa bersamaan dengan sekertaris park yang sudah dianggap anak sendiri oleh orangtua Minjun.


"Kenapa kalian tertawa?aku tanya kenapa dengan calon menantuku?dia terlihat gelisah sekali"


Minjun dan juga sekertaris Park menceritakan semua apa yang membuat Ashila gelisah dan kenapa sampai Ashila berekspresi seperti itu.


Mendengar cerita tersebut orangtua Minjun lantas tertawa terbahak-bahak,sedangkan Ashila bingung dan tidak mengerti apa yang mereka bicarakan maupun mereka tertawakan,orangtua Minjun langsung memeluk Ashila.


"Apa yang para oppa katakan sampai calon mertuaku memelukku"batinnya keheranan.


Mendengar itu semua tidak terasa air mata Ashila pun menetes,Minjun langsung memeluknya saat melihat Ashila menangis.


"Sayang kenapa kamu menangis"


"Aku hanya terharu saja oppa,karena aku tak menyangka masih ada orang yang mau menerimaku dengan tulus dengan keadaanku seperti ini"


Orangtua Minjun ikut terharu saat melihatmu menangis dan mengerti apa yang kamu rasakan.


"Nak bukan kamu yang meminta hidupmu seperti ini,semua sudah diatur oleh tuhan"ucap orangtua Minjun menenangkanmu


Percakapan pun berlanjut hingga orangtua Minjun ingin menemui orangtua Ashila. Kesepakatan pun disetujui bahwa 3 hari lagi para orangtua akan bertemu dan membicarakan acara pertunangan kalian.


***


Makan malam pun selesai,orangtua Minjun pulang bersama sekertaris Park sedangkan Ashila dan juga anak-anak diantar oleh Minjun.


Sesampainya dirumah Ashila,Minjun bertemu dan mengobrol dengan orantua Ashila dan membicarakan pertemuan sesama orangtua yang akan diadakan 3 hari lagi,orangtua Ashila menyetujuinya.

__ADS_1


Pada keesokan harinya Minjun menjemput Ashila seperti biasa dan berangkat kerja bersama sambil mengantar Wawa ke sekolah. Didalam mobil mereka berbincang tentang kejadian semalam


"Oppa..aku masih tidak percaya loh dengan apa yang terjadi semalam"


Sambil menggenggam tanganmu dan menciumnya Minjun berkata


"Sayang apa lagi yang tidak kamu percaya,semua sudah terjadi,setelah para orangtua bertemu kita hanya tinggal menentukan tanggal pertunangan kita"


"Iya sih" jawabnya


"Sayang kenapa kita tidak langsung menikah saja sih,aku ingin cepat-cepat tinggal bersamamu"rengek Minjun


Mereka pun sampai di sekolah wawa dan langsung berangkat ketempat kerja


"Aku bukannya gak mau sayang,aku cuma mau menata hatiku dulu sebelum menikah,karena oppa pasti tau kan selama ini aku hanya sendiri membesarkan mereka dan aku masih harus mengumpulkan uang untuk kehidupan anak-anakku kelak oppa"


"Sayang mereka akan menjadi tanggung jawabku setelah kamu menikah denganku,aku mau menikah denganmu berarti aku juga mau merawat dan mengakui mereka sebagai anakku juga. Kamu bisa minta apapun padaku sayang"


"Aku tau oppa akan menjamin kehidupanku juga anak-anak tapi aku juga ingin terus melanjutkan karirku oppa,boleh ya sayang"menatap Minjun dengan memelas


Minjun hanya terdiam,mobilpun sampai di parkiran Mall. Kalian turun bersamaan tapi Ashila tidak menyerah untuk meluluhkan hati Minjun agar dia memperbolehkannya tetap bekerja,hingga kamupun mengikutinya kedalam kantornya. Sekertaris Park yang melihat itu memberikan isyarat kepada Ashila kenapa bosnya kelihatan lesu seperti itu,Ashila hanya tersenyum sambil mengikuti keruangan Minjun.


"Ya sayang ya,boleh ya"rayunya sambil memegang tangan Minjun


"Ya ampun menggemaskan sekali,sungguh ingin kuterkam sekarang juga kamu sayang"batin Minjun


Melihat wajah menggemaskan itu Minjun langsung menarik Ashila kepangkuannya dan menciumnya dengan lembut


"Sayang setelah pertunangan ini oppa tidak bisa lama-lama disini karena oppa sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaan oppa di Korea,apa kamu tidak mau ikut?"


"Oppa aku tidak bisa ikut dong,kita kan baru bertunangan. Tapi kenapa oppa baru bilang sekarang padaku"


"Awalnya setelah oppa mendapatkanmu dan menikahimu,oppa akan membawamu bersama anak-anak ke Korea dan tinggal disana. Malah kamu minta bertunangan dulu,terus bagĂ imana sekarang"


"Kita kan masih bisa berhubungan lewat telepon maupun vidcall oppa"


"Tapi oppa tidak sanggup jauh dari kamu sayang,kalau oppa merindukanmu dan hanya lewat vidcall masih kurang sayang,oppa pengen peluk kamu seperti sekarang"


"Oppa sayang kan aku masih bisa ke Korea saat anak-anak libur dan menemui oppa,hem"


"Baiklah tapi jangan pernah mematikan teleponmu,kalau tidak saat itu juga oppa akan terbang kesini dan juga jangan dekat sama serangga yang mengganggu,mengerti"

__ADS_1


"Iya sayang baiklah,oppa juga jaga hati oppa mengerti"


Minjun menyetujui apa yang diinginkan Ashila yaitu tetap bekerja dengan satu syarat asal Ashila mau menerima apapun yang diberikannya tapi Ashila tidak pernah tau bahwa Mall tempat Ashila bekerja itu di pindah tangan atas nama Ashila oleh Minjun saat itu juga.


__ADS_2