Diantara Para Pangeran

Diantara Para Pangeran
Pendekatan 1.1


__ADS_3

2 bulan kemudian,Minjun sudah lumayan lancar berbahasa Indo dan dia juga selama ini sudah mengenal bagaimana dan seperti apa Ashila. Minjun ingin menemuinya tapi ia bingung harus bagaimana dan dia meminta pendapat kepada sekertaris Park


"Sekertaris Park aku harus bagaimana?aku harus mulai darimana?" tanyanya


Sekertaris Park begitu terkejut karena baru kali ini melihat atasannya terlihat kebingungan saat ingin mendekati wanita,padahal selama ini dia tinggal memilih wanita mana yang ingin dia miliki. Sekertaris pun bingung mau menjawab apa..


"Bagaimana kalau bos langsung ke rumahnya saja dan berkenalan langsung,karena setahu saya tradisi disini dengan korea itu berbeda. Kalau di Korea bos bisa langsung berpacaran dan melakukan skip-skip semaunya,tapi kalau di sini sepertinya bos harus meminta ijin dulu sama keluarganya" jawab sekertaris Park


"Begitu ya..baiklah nanti sepulang kerja aku akan langsung ke rumahnya saja,bagaimana menurutmu?" jawabnya


"Itu lebih baik bos dan bos akan terlihat seperti pria yang gentleman" goda seketarisnya.


Waktu menunjukan saatnya pulang,Minjun bergegas pulang dan bersiap-siap untuk ke rumah Ashila. Sesampainya di rumah Ashila,tok..tok..tok..


pintu terbuka terlihat sesosok anak lelaki muda yang membuka pintu..


"Cari siapa ya?" tanya anak muda itu


"Maaf..malam Ashila-nya ada?"tanya Minjun


"oh sebentar...Kaaakkk ada tamu nyariin" teriaknya


"Siapa" tanya Ashila


"Nggak tau aku..kayak orang cina gitu" jawab anak muda itu


Ashila pun keluar..


"iya..siapa ya?"


"Hai..aku Minjun Lee..boleh kita bicara"

__ADS_1


"aah iya silahkan masuk" . "seperti pernah dengar nama itu..tapi dimana ya"gumamnya


"Orangtua kamu ada?boleh aku bicara sebentar dengan mereka?" tanya Minjun


.


"ada, sebentar.." Ashila langsung memanggil orangtuanya.


"iya ada apa ya" tanya Papa Ashila


"Gini om,perkenalkan saya Minjun Lee pemilik MJ Group sekaligus pemilik Mall MJ (sambil menyodorkan sebuah kartu nama), kedatangan saya kemari karena saya mau meminta ijin kepada om dan tante,saya menyukai anak om dan tante,saya juga ingin bersama dengannya dan menghabiskan waktu saya hanya bersama dengan Ashila"


Ashila,kedua orangtua bahkan adik-adiknya terkejut dengan perkataan Minjun yang sangat tiba-tiba tersebut. Karena Ashila tidak pernah sekalipun cerita kalau dia dekat dengan pria sejak bercerai apalagi pacaran.


"Permisi apa hubungan anda dengan anak saya?" tanya orangtua-nya


"Saya belum mempunyai hubungan apa-apa,makanya saya meminta ijin dulu kepada om dan tante,kalau om dan tante sudah mengijinkan nanti saya tinggal mendekati Ashila" jawabnya dengan tegas


"Silahkan om bertanya apa saja,saya akan menjawab sebisa saya om"


"Begini..kamu tahukan keluarga saya dan kamu itu berbeda,Ashila anak dari keluarga biasa dan kamu dari keluarga terpandang. Saya tidak ingin kamu menjalani hubungan dengan anak saya hanya untul dipermainkan,dan Ashila adalah seorang perempuan yang pernah bercerai bahkan mempunyai 2 anak perempuan. Anda kelihatannya masih single?saya tidak ingin anak saya dipermainkan untuk yang kedua kalinya karena dia sesulit dan sesakit apapun tidak pernah mengeluh kepada siapapun apalagi kepada kami sebagai orangtuanya".


"Iya om saya mengerti atas kekhawatiran om terhadap Ashila,kalau saya mempunyai niat untuk mempermainkan-nya saya tidak akan meminta ijin kepada om dan tante,sejak pertama kali bertemu dengannya saya sudah menyukainya om"jawabnya dengan tegas


"Kamu bertemu anak saya dimana?"


"Saat itu di taman dekat Mall om"


"Kamu berasal dari mana?"


"Saya berasal dari Korea om,saya datang kesini untuk mengolah perusahaan yang ada di Indo dan juga demi Ashila om"

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan orangtuamu?apa mereka menyetujui ini?saya tidak mau anak dihina di sana karena perbedaan ras dan kasta"


"Saya rasa itu tidak akan pernah terjadi om,saya akan selalu melindunginya dan juga kedua anaknya om"


Akhirnya kedua orangtua Ashila membiarkan mereka berbicara.


***


"Pak ada apa ini sebenarnya?"


"Jangan panggil aku bapak saat kita berdua Ashila,panggil aku Oppa saja"


"Baiklah,sekarang tolong jelaskan"


Minjun mengambil bunga dan sebuah kotak dari mobilnya dan langsung menghampirinya.


"Ashila aku bertemu kamu pertama kali waktu pagi-pagi aku lagi jogging dan kamu menolong seorang anak kecil terjatuh ditaman sekitar kurang lebih 7 bulan lalu,mulai saat itu aku terus kepikiran tentangmu walaupun aku kembali ke negaraku saat itu sampai aku melakukan kencan berkali-kali tapi tetap kamu yang ada dipikiranku,awalnya aku merasa mungkin aku cuma penasara sama kamu tapi hatiku selalu gelisah dan selalu ingin bertemu denganmu,sampai aku memutuskan datang kesini hanya untuk mendekati dan mengenalmu. Dan sekarang aku memberanikan diri buat mengatakan ini kalau aku sudah jatuh cinta sama kamu (sambil menyodorkan cincin dan juga bunga kepadanya) aku hanya ingin bersama denganmu dan menghabiskan waktu bersamamu"


"Tapi Oppa kita baru kenal dan aku juga baru tau kamu itu bos aku terus sekarang kamu berniat ngelamar aku?kamu gak salah?aku bukan siapa-siapa oppa,maaf aku gak bisa nerima semua yang menurutku terlalu tiba-tiba ini oppa"


"Gak apa-apa aku akan nunggu kamu sampai kamu mau menerima keberadaanku,aku akan buktikan kalau aku tulus sama kamu"


"Oppa itu gak mungkin,kamu tahu aku sudah punya 2 anak perempuan sedangkan kamu masih single,apa kata orangtuamu nanti kalau mereka tau anak lelakinya yang masih single menikahi seorang janda bahkan memilik 2 anak"


Minjun mengeluarkan handphone-nya dan lengsung menelpon kedua orangtuanya.


"Omma..appa aku menyukai seorang janda yang sudah memiliki 2 orang anak,apa kalian mengijinkan aku menikahinya?"(dalam bahasa korea ya)


Orangtuanya terkejut karena anaknya menelpon dan tiba-tiba mengatakan mau menikahi seorang wanita,tapi mereka tidak mempermasalahkan bahwa wanita ini sudah mempunyai anak atau tidak.


"Itu terserah kamu,karena cuma kamu yang bisa mengambil keputusan dalam hidupmu sendiri sayang,asal dia baik buat kamu dan kamu bahagia dengannya omma dan appa selalu mendukungmu" jawab kedua orangtuanya

__ADS_1


Minjun lalu menutup teleponnya,Ashila yang tidak mengerti mereka ngomong apa dia hanya termenung saat Minjun menjelaskan arti dari kata-kata orangtuanya. Tapi Ashila masih bimbang karena belum mengenal Minjun orang seperti apa..


__ADS_2