
...WARNING! ...
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
•Imajinasi Author tidak akan di batasi dalam novel ini, terkadang mungkin akan memperlihatkan sesuatu hal yang absurd.
•Novel ini di buat untuk mencetuskan kekesalan, kekecewaan, kesedihan, ataupun kegembiraan Author.
•Alur lambat, Protagonis tidak langsung mengungkapkan kemampuannya.
Sekian informasi yang ingin Author sampaikan, terima kasih.
...----------------...
19 Oktober 2005 di Kota Karta, seorang bayi laki-laki lahir dari pasangan muda. Dia adalah anak kedua dari pernikahan mereka saat ini. Anak itu diberi nama Yang Jianren.
Yang Jianren sewaktu Sekolah Dasar. Dia adalah anak yang nakal, bandel, dan boros. Tetapi, sifat itu hanya bertahan sampai dia Kelas 3. Setelah Kelas 4 Yang Jianren telah berubah sepenuhnya, menjadi pribadi yang baik, sopan, dan hemat. Perubahan ini disebabkan oleh berbagai hal seperti menjadi hemat selepas mengerti arti uang saat dia berjualan kepada teman-temannya.
__ADS_1
Dia menyukai? tidak, lebih tepatnya Yang Jianren hanya sebatas rasa "Mengagumi" beberapa perempuan waktu Sekolah Dasar, mungkin dua atau tiga perempuan. Pada dasarnya hal itu bukanlah hubungan serius, dia masih belum mengerti arti dari apa yang dia rasakan waktu itu.
Ketika memasuki masa SMP atau dikenal Sekolah Menengah Pertama. Yang Jianren mengalami masa paling indah, dia bertemu dengan seorang yang dia "Suka". Perempuan tersebut berada di kelas yang sama dengan Yang Jianren. Dia menyukai perempuan itu selama tiga tahun dari awal masuk SMP hingga lulus SMP. Tetapi, Yang Jianren dan perempuan itu tidak berpacaran.
Apa kalian bingung mengapa mereka tidak berpacaran? apa kalian pikir Yang Jianren adalah orang payah? apa kalian meremehkan Yang Jianren? sebenarnya apa yang kalian pikirkan tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar.
Yang Jianren pernah mengungkapkan perasaan "Suka" kepada perempuan itu sewaktu Kelas 7, namun hal itu hanya sekilas dan kurang jelas. Perempuan tersebut merespon Yang Jianren dengan satu kata, “Ya” lalu dia pergi pulang. Saat itu Yang Jianren mengungkapkan perasaan ketika jam pulang sekolah, jadi dia tidak terlalu mempermasalahkannya.
Selama tiga tahun di SMP, Yang Jianren selalu "Suka" kepada wanita tersebut, dia tidak pernah memandang perempuan lain lebih darinya. Hubungan mereka terlihat baik-baik saja di dunia nyata (Offline) atau dunia maya (Online). Lalu, Mengapa Yang Jianren tidak mengajak berpacaran walaupun hubungan mereka "Dekat" atau baik-baik saja? itu pertanyaan yang mudah, Yang Jianren tidak mengajak berpacaran karena hal tersebut bertentangan dengan pedoman hidupnya.
Tetapi, Yang Jianren tidak membiarkan rasa "Suka" kepada perempuan itu berakhir. Dia bertekad untuk menempuh hubungan yang lebih dalam di masa depan ketika dia telah bekerja dan berkecukupan. Menunggu? bukanlah masalah bagi Yang Jianren.
Namun, Yang Jianren terlalu naif. Ketika lulus SMP, dia menempuh SMA yang berbeda dengan perempuan itu. Rasa "Suka" kepada perempuan itu masih terlukis di hatinya. Dia masih memegang tekad bodohnya di saat itu.
DUARRR!
Seakan tersambar petir, Yang Jianren merasa sakit di hatinya. Dia melihat status online perempuan itu tengah berfoto dengan laki-laki lain. Sebenarnya Yang Jianren lihat adalah foto dua pasang sepatu, tapi dapat disimpulkan bahwa itu sepatu perempuan tersebut dan sepatu seorang laki-laki (?) berjajar bersama.
__ADS_1
‘Tidak, ini mungkin sepatu laki-laki, tetapi di pakai oleh perempuan.’ Yang Jianren tetap berpikir positif.
PYARRR!
Hati Yang Jianren seperti hancur berkeping-keping. Dia melihat status perempuan itu selanjutnya yang dapat disimpulkan bahwa perempuan itu telah bersama dengan laki-laki lain. Entah itu pacaran atau apa, tapi dapat disimpulkan bahwa dia sedang bersama laki-laki lain.
Status perempuan itu yang selanjutnya membuat Yang Jianren optimis bahwa perempuan yang dia "Suka" telah bersama orang lain. Yang Jianren merasa sesak ketika melihat runtutan status perempuan itu. Untuk menenangkan dirinya, Yang Jianren menaruh Handphonenya, lalu berjalan ke lantai dua untuk melihat pemandangan langit.
Selama tiga hari setelah melihat status perempuan itu bersama laki-laki lain. Yang Jianren menjadi tidak bersemangat menjalani hari-harinya, dia seperti orang bingung untuk melakukan kegiatan lain. Mental Yang Jianren menjadi down.
Hingga pada akhirnya Yang Jianren menggunakan akal dan mengikhlaskan perempuan itu bersama orang lain. Dia tidak menyalahkan perempuan itu, justru berpikir bahwa apa yang perempuan itu lakukan adalah hal yang wajar. Yang Jianren mengintropeksi diri selama beberapa hari setelah kesedihannya menghilang sebagian, dia menggunakan rasionalitas dalam hal ini.
“Aku bukanlah orang yang fanatik. Jika aku memang harus kehilangan maka aku tidak akan membuang waktu untuknya lagi. Karena aku tidak dapat mendapatkanmu, aku tidak akan memaksanya.”
Semenjak kejadian itu Yang Jianren menutup hati untuk perempuan lain. Dia menerapkan prinsip "Harta, Takhta, Wanita" dalam kehidupan ini.
Bersambung
__ADS_1