
Sabtu, 31 Desember 2022. Yang Jianren mengunci diri di kamar, dia tidak ikut merayakan malam pergantian tahun karena hal tersebut bertentangan dengn pedoman hidupnya.
“Tahun ini sungguh menyedihkan.”
Yang Jianren menghembuskan napas sembari membaringkan badan. Dia menatap langit-langit kamar dalam kegelapan.
“Nilaiku yang biasa-biasa saja di tahun ini padahal aku sudah kelas 11 sungguh membuatku tertekan.”
“Ah, jangan mencoba membohongi diri sendiri, Yang Jianren. Bukankah dari dulu kau memang tidak memedulikan soal nilai? jangan berusaha menutupi kesedihan dengan alasan palsu!” Yang Jianren melanjutkan perkataan sebelumnya seakan menjawab juga.
Yang Jianren memejamkan mata sejenak, dia merenung seakan memikirkan suatu hal yang sangat penting. Di tengah-tengah keheningan, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
Tok ... tok ... tok ...
“Jianren, apa kamu tidak makan malam?”
“Aku makan nanti, Bu. Ibu dan kakak silahkan makan terlebih dahulu.”
Setelah mendengar suara seorang perempuan dari balik pintu yang ternyata adalah Ibunya, Yang Jianren segera menjawab dengan lembut dan santun. Dia masih memejamkan mata dalam posisi berbaring di kasur.
“Baiklah, Nak. Ibu pergi bekerja dulu. Kakakmu juga pergi karena memiliki kegiatan dengan temannya malam ini. Sampai jumpa.”
Setelah mengiyakan ucapan Yang Jianren, sang ibu lantas berpamitan dengan anaknya. Lalu, dia beranjak pergi bekerja. Kini, tinggal Yang Jianren seorang diri di rumah itu.
“Ya...”
Yang Jianren membalas perkataan sang ibu dalam keadaan setengah sadar. Dia terbenam dalam pikirannya sendiri.
“Anggota cadangan? bukankah sama saja dengan barang yang tidak terpakai di gudang?”
“Kau bukanlah apa-apa tanpa kakakmu!”
__ADS_1
“Hanya berlindung di balik bayangan sang kakak, apa kau masih seorang pria?”
“Wow, kau sangat cerdas dalam bidang ini! bagaimana dengan yang ini? kamu pasti bisa, kan? kakakmu saja menguasai semua bidang dalam jurusan yang dia pilih!”
“Dasar anak pengkhianat! kau dan kakakmu sama saja saja!”
Ejekan yang pernah di terima Yang Jianren perlahan-lahan muncul dalam pikirannya. Mau itu dari teman ataupun orang asing. Dia merasa tertekan dengan ejekan atau kalimat yang di ucapkan orang lain seolah dirinya adalah pecundang.
“Mengapa aku sepayah ini?
“Entah itu sengaja atau tidak sengaja, apakah mereka pernah memikirkan keadaanku?”
“Bagaimana dengan perasaanku?”
Yang Jianren mengeluh sedih teringat dengan ejekan orang-orang itu. Entah teman ataupun orang asing, mereka hampir sama.
“Aku tidak tahu apa yang diucapkan mereka itu sengaja atau tidak sengaja, yang aku tahu hanyalah aku tersinggung dengan ucapan mereka.”
“Apakah ini adalah karma karena perbuatan burukku di masa lalu?”
Yang Jianren tidak semata menyalahkan orang-orang yang merendahkan dirinya. Dia malah intropeksi diri terkait dengan hal tersebut. Baginya, hukum sebab-akibat pasti berlaku.
“Jika aku memang serendah itu dihadapkan mereka, lalu aku hanya dapat menerimanya. Lagipula hidupku tidak seindah atau sebagus yang aku pikirkan.”
“Hidup sialan! takdir sialan! semua orang kecuali keluargaku adalah sialan!”
DUAR!
Setelah mengutuk hidupnya sendiri, tiba-tiba terdengar suara petir menyambar. Lalu, rintik-rintik hujan turun dari langit disertai angin kencang.
“Aku hanya bercanda~”
__ADS_1
Yang Jianren tersenyum tipis setelah menyadari cuaca berubah bebarengan dengan dirinya yang mengutuk takdirnya. Kesedihan Yang Jianren masih tersisa, tapi dia berusaha melupakannya. Lingkungan di sekitarnya menjadi sunyi dan mencekam.
“Sistem menemukan Host yang cocok, memulai menyinkronkan Sistem dengan Host.”
Di tengah-tengah kesunyian, tiba-tiba terdengar suara yang asing bagi Yang Jianren. Dia segera menoleh ke segala arah untuk mencari sumber suara.
“Siapa?”
“1% ... 2% ... 3% ... ”
Suara misterius itu masih terdengar sangat jelas bagi Yang Jianren. Dia tidak dapat menemukan sumber suara walaupun telah mencari ke seluruh kamar.
“Apa aku berhalusinasi? tapi, suara itu masih terdengar hingga sekarang!”
“100% ... sinkronisasi Sistem dengan Host berhasil.”
“Huh, aku pasti sedang berhalusinasi. Mana mungkin—!”
“Memulai Tutorial.”
“Tutorial?”
Swoshhh.
Sebelum Yang Jianren menemukan jawabannya, tiba-tiba dia berpindah tempat secara misterius di sebuah ruang yang berwarna putih. Yang Jianren yang mengalami kejadian aneh mencoba menenangkan diri.
“Tutorial Pertama, pelajari semua ilmu yang ada di dunia Host saat ini. Segala macam ilmu seperti Ilmu Pasti, Ilmu Perbintangan, dan lain-lain.”
“Apa-apaan ini?”
Bersambung
__ADS_1