Diary Of Jianren

Diary Of Jianren
Bab 21 - Memiliki Tunangan?!


__ADS_3

Sabtu, 15 Januari 2023.


Aku berjalan menuju ke sebuah cafe dengan pakaian rapi ala Ibuku. Bukan untuk nongkrong, apalagi belajar. Aku kesana untuk pergi bertemu tunanganku.


Flashback kemarin malam. Aku tengah makan bersama keluarga kecilku. Tiba-tiba di tengah suasana makan, ibu berkata padaku, “Apa kamu punya pacar Jianren?”


“Aku tidak punya pacar, Ibu. Memang ada apa?”


“Adik kok punya pacar. Perempuan aja langsung pergi saat di dekati Jianren hahahaha!”


Kakakku membalas perkataanku dengan bercanda. Dia sering menjahiliku.


“Heh, kamu gak berhak bilang begitu padaku Kak. Apa kamu ingat Kakak Qin—”


“Hustttt, sudah cukup.”


Dia terlihat murung saat aku balas. Nama orang yang ingin aku sebutkan adalah seorang perempuan paling berkesan di mata kakak. Namun, perempuan itu tiba-tiba menghilang. Semenjak itu kakak selalu murung atau sedih saat ada yang mengungkit namanya. Ini adalah kartu ASku jika berurusan dengan kakak walaupun sedikit kejam.


“Sebenarnya Ibu ingin memberi suatu kebenaran padamu, Jianren.”


Ibu memecah suasana canggung diantara kami, tapi aku merasakan firasat buruk mengenai kebenaran yang akan ibu ucapkan.


“Kebenaran apa, Bu?”


“Sebenarnya kamu memiliki tunangan.”


“Tunangan? adik? adik memiliki tunangan?”

__ADS_1


Wajah kakakku terkejut mendengar pernyataan ibu, sedangkan aku terdiam membeku. Mencoba mengendalikan keterkejutanku.


‘Tenang Jianren, kamu sudah pernah merasakan ini dulu.’


Batinku dalam hati seeaya mengingat simulasi dunia sistem. Hanya saja disana aku tidak mengetahui rupa tunanganku, aku fokus menyelesaikan misi dan menjadi kuat. Jadi, aku tidak terlalu terkejut saat mendengar hal ini lagi.


“Siapa tunanganku, Ibu?”


“Tunanganmu adalah anak dari teman Ibu dan Ayahmu. Ibunya memiliki pertemanan dengan Ibu, sedangkan ayahnya memiliki pertemanan dengan Ayahmu. Kami sepakat untuk menikahkahkan salah satu anak yang dimiliki. Mereka hanya memiliki satu anak, sedangkan Ibu dan Ayahmu memiliki dua anak. Karena anak mereka sepantaran denganmu, maka kamu yang menjadi calonnya, Jianren.”


“Putri mereka juga kebetulan masuk ke SMA 8 Karta sama sepertimu. Apalagi dia adalah murid incredible, sangat layak untukmu.”


Ibu menjelaskan panjang lebar mengenai tunanganku itu, aku hanya mendengar dengan seksama.


“Mungkin malah adik yang tak layak jadi suaminya hahahaha!”


“Maaf.”


Kali ini bukan aku yang membalas candaan kakak, melainkan Ibu. Dia melotot ke arah kakak dengan marah, aku hanya terkekeh pelan melihat itu. Salah sendiri kalau bercanda suka kelewatan.


“Maaf, Jianren. Ibu dan ayahmu sudah terlanjur menjodohkanmu dengan anak mereka.”


Ibu melanjutkan topik pembahasan, kali ini dia merasa bersalah karena menjodohkanku.


“Bukan masalah, Ibu. Tetapi, apa keluarga mereka mau menerimaku setelah mengetahui keadaan keluarga kita?”


“Mereka justru yang menghubungi Ibu terlebih dahulu mengenai pertunangan itu. Mereka bilang ingin segera melaksanakan pernikahan setelah kamu lulus SMA.”

__ADS_1


“Eh, bukankah itu terlalu cepat?”


Aku mengangguk mendengar ucapan kakakku, kali ini aku setuju dengan ucapannya. Menikah setelah lulus SMA terlalu cepat bagiku, bagaimana bisa aku menikmati hidup santai jika menikah muda?


“Tenang saja, masalah ekonomi atau lainnya akan ditanggung kedua keluarga secara bersama sampai kalian bisa mandiri. Keluarga mereka hanya mengharapkan seorang cucu.”


“Apa Ibu juga demikian?”


“Bohong kalau Ibu bilang tidak. Lagipula finansial kedua keluarga sudah cukup, bahkan lebih untuk yang lainnya. Keluarga mereka mungkin sedikit lebih tinggi daripada keluarga kita.”


Aku menggeleng-geleng mendengar perkataan Ibu. Dia ternyata juga mengharapkan seorang cucu. Bagaimana bisa begini? padahal aku masih muda.


“Lalu, siapa nama tunanganku Ibu?”


“Kamu akan tau saat menemuinya besok.”


Ibu kemudian memberitahu alamat pertemuan dengan tunanganku. Lalu kami melanjutkan makan malam seraya membahas beberapa hal. Begitulah aku diberitahu mengenai tunanganku.


Ngomong-ngomong, kalian penasaran dengan apa yang terjadi kemarin bukan? saat Akame dan Ye Shu Yan bertemu.


Sebenarnya tidak banyak yang terjadi. Setelah Akame memperkenalkan diri, aku memberinya sebuah token bertuliskan 'Silent Night'. Lalu, menjelaskan beberapa hal penting mengenai token itu. Karena ada Ye Shu Yan di dekat kami, aku tidak menjelaskan hal lainnya.


Tidak lama setelah aku selesai menjelaskan. Kedua wanita itu mengeluarkan aura intimidasi, mereka saling mengintimidasi satu sama lain. Kemudian, mereka beradu mulut mengenai hal yang tidak aku ketahui.


Ketika Ye Shu Yan dan Akame bertengkar. Aku memanfaatkan momen ini untuk pergi dari hadapan mereka. Akupun berhasil pergi tanpa sepengetahuan mereka. Hanya sampai disini hal yang aku tau.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2