Diary Of Jianren

Diary Of Jianren
Bab 9 - Seorang Anak!


__ADS_3

“Hmmm ... karena masalahku sudah selesai, bisakah aku membuka hadiahku yang lainnya?”


“Apakah Host yakin?”


Kali ini Sistem terlihat mencurigakan, mengapa dia harus menanyakan keyakinanku? padahal sebelumnya tidak sama sekali. Aku mencium bau-bau sesuatu hal yang tak terduga.


“Ya, buka saja!”


“Hadiah kedelapan, Gelar - ? ”


“Hah? gelar apa?”


“Otoritas Host terlalu rendah untuk membuka informasi.”


“Yah terserah, cepat buka yang selanjutnya.”


Hadiah kedelapan jelas bukan penyebab Sistem menanyakan keyakinanku. Jika tebakanku benar, maka hadiah yang paling mendebarkan ada di urutan terakhir.


“Hadiah kesembilan, Takhta - ? ”


“Lagi-lagi kekurangan otoritas?”


Aku menatap Sistem dengan lesu, otoritas apalah itu membuatku ingin tau. Lain kali aku akan meningkatkan otoritas agar tidak terkendala hal semacam ini.


“Sesuai pikiran Host ^_^”


“Hufff ... lanjutkan saja membuka hadiah terakhir.”


“Apa Host serius?”


“Harus berapa kali ku ulangi?”


“Sesuai kehendak Host.”


“Hadiah kesepuluh, seorang anak.”


“Uhuk, uhuk!”

__ADS_1


Aku terbatuk keras mendengar hadiah terakhir. Seorang anak? apa Sistem sudah tidak waras? tunggu, sejak kapan aku menganggap Sistem ini waras? bukankah dari dulu Sistem memang gila? bodohnya aku.


“Kau tidak salah kan Sistem?”


“Tidak.”


“Seorang anak?”


“Ya.”


“Laki-laki atau perempuan?”


“Laki-laki agar mirip seperti Host.”


“Mengapa harus mirip denganku?”


“Karena Anda adalah Host Sistem.”


Aku hanya dapat menerima hadiah terakhir dengan sukarela. Ingin menolak atau mengembalikan hadiah dari Sistem? jelas tak bisa.


“Mengapa kau memberiku seorang anak?”


“Anak ini sekarang hanya memiliki DNA Host? dengan kata lain untuk kedepannya dia memiliki DNA orang lain?”


Aku bertanya kepada Sistem mengenai kalimat yang menurutku aneh.


“Lebih tepatnya DNA para perempuan yang akan menjadi pasangan Host.”


“Mengapa harus memakai 'para perempuan'?”


Aku sedikit tersinggung dengan perkataan Sistem, apa dia pikir aku tidak memiliki hati?


“Karena Host memiliki kemungkinan menikahi lebih dari satu perempuan.”


“Tidak ada bukti, hoax.”


Aku membantah ucapan Sistem, walaupun apa yang diucapkan Sistem tidak sepenuhnya bohong ... mungkin.

__ADS_1


“Tunggu ... berarti anak itu bisa mempunyai lebih dari satu DNA Ibu?”


Aku kembali fokus ke topik pembicaraan.


“Benar.”


Setelah mendengar penjelasan singkat Sistem, aku merenung selama beberapa menit. Lalu, segera membuka mulutku untuk memberi perintah kepada Sistem.


“Sekarang ... bisa kau tunjukkan anakku Sistem?”


Aku mulai menerima kehadiran anak itu dalam kehidupan ini. Lagipula dia tidak salah atau bukan sebuah aib, dia muncul karena perbuatanku.


“Sesuai kehendak Host.”


Swoshhh.


Seorang anak laki-laki berusia kurang lebih tujuh tahun muncul dari kehampaan dengan kondisi tertidur. Rambut hitamnya yang pendek sama persis seperti diriku saat berusia tujuh tahun. Bahkan wajahnya hampir mirip seperti diriku, Sistem tak berbohong saat mengatakan kemiripannya denganku 50%.


“Umm...”


Anak itu membuka mata pelan-pelan, lalu mata kami saling memandang. Dia dengan sigap langsung berusaha berdiri.


“Ayah!”


Walaupun sedikit aneh mendengarnya memanggilku 'Ayah' tapi aku tetap menerimanya tanpa menunjukkan raut wajah sungkan sedikitpun.


“Ya, anakku...aku ayahmu...”


Kalian tau bagaimana perasaanku? jujur saja ini terasa aneh saat aku berkata seperti itu. Tapi, untuk anak ini...akan kulakukan semua untuknya.


“Ayah!”


Dia memanggilku lagi seraya memelukku, aku merespon dengan mengelus-elus kepalanya. Pelukan yang dia berikan terasa hangat seperti keluargaku sendiri.


“Ayah! ayah! ayah!”


Dia memanggilku berulang kali tanpa melepas pelukannya. Aku hanya tersenyum melihat tingkah lucunya.

__ADS_1


‘Sungguh anak yang lucu.’


Bersambung


__ADS_2