Diary Of Jianren

Diary Of Jianren
Bab 10 - Yang Zenren!


__ADS_3

‘Sungguh anak yang lucu.’


Batinku dalam hati saat melihat tingkah lucu anak ini. Aku membiarkannya selama beberapa menit, membiarkan dia puas lalu bertindak ke langkah selanjutnya.


Beberapa menit kemudian anak ini sudah tenang, dia melepas pelukannya dan menatapku seakan menginginkan sesuatu dariku.


“Apa kamu ingin sebuah nama?”


“Ummm...aku ingin sebuah nama dari Ayah!”


Sesuai tebakanku, dia menginginkan sebuah nama. Aku mulai nama yang cocok untuk anak ini.


“Yang Zenren, bagaimana kalau Yang Zenren?”


Beberapa menit berpikir aku sudah menemukan nama yang cocok untuk anak ini.


“Yang Zenren? aku suka nama ini, Ayah hebat!”


Dia kembali memelukku dengan senyum terukir di wajah mungilnya. Akupun mengangkat tubuh kecil anakku dan tertawa bersamanya.


Setelah masa bahagia berakhir, aku mulai berpikir mengenai masa depan anak ini. Aku menjelaskan kepada Yang Zenren seberapa bahaya atau buruknya situasi saat orang lain mengetahui keberadaannya. Jadi, aku bingung bagaimana cara memberi Yang Zenren pendidikan tanpa diketahui orang lain untuk saat ini.


“Ayah tidak perlu khawatir denganku, tanpa pendidikanpun aku juga tetap berwawasan karena warisan Ayah. Jadi, walaupun tidak berinteraksi dengan dunia luar, aku akan tetap baik-baik saja.”


Yang Zenren memahami keadaanku, tapi aku tetap bersikeras untuk memberinya pendidikan. Bagaimana bisa anakku tidak mendapat pendidikan yang layak? jika begitu aku gagal sebagai Ayah.


“Oh ya!”

__ADS_1


Aku menemukan sebuah ide, walaupun tingkat keberhasilannya kecil tapi layak dicoba.


“Sistem, bisakah kau memberi fasilitas Tutorial kepada Anakku? berapapun biayanya akan aku bayar.”


Ya, kalian benar. Solusinya ada di Sistem.


“Maaf Host, fasilitas Tutorial tak tersedia setelah Anda menyelesaikannya.”


Sistem menolak permintaanku. Tetapi, aku tak menyerah begitu saja. Aku terus membujuk Sistem sampai dia setuju, bahkan mengancamnya.


“Jika kau tak mengabulkan permintaanku ini, aku tak akan menganggapmu lagi. Biarlah aku menerima hukuman.”


“Baiklah, karena Host mendesak Sistem, maka permintaan Host akan Sistem kabulkan. Tetapi, hanya Tutorial pertama saja yang terbuka, yaitu perpustakaan sistem. Hanya ini yang bisa Sistem lakukan untuk saat ini. Apa Host setuju?”


“Ya, aku setuju.”


“10.000 poin untuk membuka Perpustakaan Sistem. Ya/Tidak.”


Tanpa pikir panjang aku langsung menyetujui biaya yang diperlukan. Toh, saat ini aku tidak terlalu membutuhkan Poin Sistem, lebih baik digunakan untuk perkembangan anakku.


“Perpustakaan Sistem [Heaven Library] terbuka.”


Pada akhirnya aku menjelaskan situasi ini kepada Yang Zenren. Dia mendengar penjelasanku dengan seksama. Wajahnya yang serius tampa imut.


“Jadi, apa kamu paham apa yang Ayah katakan?”


“Ya, aku paham Ayah.”

__ADS_1


Setelah memastikan pemahamannya, aku tersenyum kepada Yang Zenren. Anak ini memang cerdas sepertiku, aku berharap tinggi kepada anak ini.


“Selamat belajar, anakku.”


Yang Zenren hanya mengangguk menerima salamku sembari tersenyum kepadaku.


Swoshhh.


Pelan-pelan Yang Zenren menghilang dari hadapanku. Ketika Yang Zenren sudah menghilang sepenuhnya dari hadapanku, aku mulai menyusun rencana selanjutnya.


“Masalah mengenai anakku Zenren sudah selesai. Sekarang waktunya menyusun langkah selanjutnya. Sebelum itu...Sistem!”


“Ada apa Host?”


“Tolong bersihkan keadaan disekitarku agar menjadi seperti semula.”


Aku melirik ke sekitarku yang terlihat berantakan. Jika Ibu atau kakakku melihat keadaan rumah sekarang, entah apa yang mereka pikirkan.


“Pembersihan selesai.”


“Berapa biayanya?”


“Gratis untuk saat ini. Padahal Host bisa menggunakan [The Law Of Time] untuk mengembalikan keadaan seperti semula.”


“Aku lupa.”


Jujur saja aku lupa, jika Sistem tidak mengingatkanku mungkin lain kali aku masih menggunakan jasa Sistem.

__ADS_1


Selepas keadaan sekitarku sudah seperti semula, aku mulai menyusun langkah selanjutnya. Kemudian, aku menjalani hari ini dengan santai. Mencoba bersikap biasa saat bertemu Ibu dan kakakku. Untung saja mereka tidak mencurigaiku sedikitpun.


Bersambung


__ADS_2