Diary Of Jianren

Diary Of Jianren
Bab 23 - Gendam!


__ADS_3

Senin, 17 Januari 2023.


“Terima kasih, Kak.”


“Sama-sama.”


Aku langsung keluar dari bus bersama dua temanku. Saat bus melaju pergi, kami berbincang mengenai perempuan yang membayar tarif bus tadi.


“Apa tadi kenalanmu?”


Tanyaku pada seorang teman, Ka Wui.


“Bukan, bukan kenalanku.”


“Kenalanmu, Ra Diwu?”


Aku gantian bertanya kepada temanku satunya setelah Ka Wui menggelengkan kepala.


“Bukan kenalanku juga.”


Ra Diwu segera menggelengkan kepala padaku.


“Lalu?”


“Mungkin seorang yang ingin berbuat kebaikan.”


Jawabku asal. Kamipun segera berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.


Pukul 16.10, aku telah sampai di rumah. Hari ini aku tidak berencana pulang dengan bus, tapi karena temanku mengajak naik bus. Aku akhirnya pulang bersama mereka naik bus.


“Aku pulang.”


Ucapku seraya membuka pintu. Namun, tak ada jawaban walau ada seorang di dalam rumah. Ya, dia adalah kakak.


Aku menatap punggung kakak yang berdiri diam. Tak ada pergerakan sama sekali. Kalian berpikir dia setan seperti ibu yang sebelumnya? tidak, dia beneran kakak. Skill [The Law of Invincible] telah mengkonfirmasi bahwa yang di depanku adalah kakak, bukan setan yang menyamar.

__ADS_1


“Kak?”


Panggilku kepadanya, namun dia masih berdiri diam.


“Kak, apa kau mendengarku?”


Aku memanggilnya lagi, tapi masih tak ada jawaban darinya. Lalu, aku memutuskan untuk mendekatinya.


“Kak!”


Bug.


Aku memanggilnya lagi seraya menepuk bahunya.


“Hah!?”


Akhirnya kakak terbangun. Kelakuan yang dia tunjukkan padaku sepertinya mengarah ke sebuah plot yang aku tau.


“Dimana dompetmu? ponselmu?”


Segera setelah aku mengatakan hal tersebut, kakakku merogoh saku celananya dan menatapku dengan terkejut.


Ucap kakak lesu, dia masih belum menyadari sesuatu.


“Tadi kau pulang dicegat seseorang kak?”


“Sebentar...”


Kakakku terlihat berpikir keras. Beberapa saat kemudian dia menatapku seakan menemukan sesuatu.


”Sepertinya iya, tapi aku tak mengingat lagi kejadian setelah itu. Aku baru sadar ketika kau menepukku tadi.”


“Kau terkena gendam kak. Barangmu dicuri.”


“Bagaimana bisa? lalu, gendam itu apa?”

__ADS_1


“Semacam hipnotis, tapi bukan hipnotis. Anggap saja manipulasi pikiran secara paksa.”


Aku menjelaskan dengan singkat, jika melalui penjelasan panjang maka waktu akan terbuang sia-sia.


“Haduhhh...bagaimana ini? jika ibu tau dompet dan ponselku hilang maka aku akan tamat!”


Kakak panik menyadari keadaannya yang sekarang. Dia berjalan ke sana kemari dengan wajah pucat. Sedangkan, aku sedang berganti pakaian.


“Adik, bantu aku memikirkan masalah ini dong!”


“Sabar, aku ganti pakaian dulu.”


Kakak mendesakku yang sedang berganti pakaian. Menurutku kita harus tetap tenang dan santai di saat dilanda masalah, kepanikan hanya mengarah pada tindakan gegabah.


‘Santai dulu gak sih? sebaiknya jangan terlalu gegabah.’


Ucapku dalam hati sembari tersenyum memikirkan tindakan kakakku saat ini.


Setelah aku berganti pakaian, aku segera pamit pergi kepada kakakku.


“Aku pergi dulu kak.”


“Mau ke mana? bantu aku!”


“Kau hanya harus menyembunyikan hal ini dari ibu, jangan sampai ibu tau. Sekalian izinkan aku pada ibu. Sebelum tengah malam aku akan membawa barangmu yang hilang.”


“Bagaimana ca—”


Krek.


Sebelum kakak menyelesaikan ucapannya, aku telah keluar sembari menutup pintu.


‘Menjelaskan kepadamu tidak akan membantu sama sekali kak. Maafkan aku bersikap lancang. Karena ini berkaitan dengan rahasiaku, lebih baik kau tidak tau saja.’


Aku memutuskan menyobek ruang sembari membayangkan villa kosong tempat raja setan Zhong Kui sebelumnya.

__ADS_1


“Waktunya pergi.”


Bersambung


__ADS_2