Diary Of Jianren

Diary Of Jianren
Bab 7 - Hadiah Tak Terduga!


__ADS_3

Aku mendesak Sistem untuk membuka hadiah selanjutnya. Waktu lima menit yang aku janjikan untuk mengusir hantu di depanku sudah hampir habis.


‘Hadiah keenam, Nemesis.’


...[Nemesis]...


...Senjata yang dapat berubah sesuai dengan keinginan Host. Kekuatan yang dihasilkan sesuai dengan kekuatan Host. Hanya bisa digunakan oleh Host....


‘Senjata yang cocok untukku.’


‘Hadiah ketujuh, 3 Permintaan.’


‘3 Permintaan?’


Aku terdiam mendengar hadiah yang sistem berikan kali ini. Apakah hadiah ini sesuai dengan apa yang aku pikirkan?


‘Silahkan Host meminta 3 Permintaan kepada Sistem. Waktu tersisa satu menit sebelum janji lima menit Host.’


‘Sudah hampir lima menit?’


‘Tersisa 50 detik lagi.’


Sistem terdengar seperti mendesakku. Namun, aku tidak merasa di desak oleh Sistem. Aku telah memikirkan permintaanku matang-matang.


‘Aku ingin menguasai semua hukum yang ada di seluruh semesta.’


Aku mengucapkan permintaanku dengan tenang dan penuh percaya diri.


‘...’


Sistem tidak merespon permintaanku, akupun tersenyum seraya berkata, ‘Apakah permintaanku terlalu berat?’

__ADS_1


‘Permintaan Host saat ini terlalu besar, tidak cukup hanya menggunakan satu permintaan.’


‘Lalu?’


‘Host harus menggunakan seluruh permintaan untuk keinginan Host. Apakah Host setuju?’


‘Sudah kuduga ... kau tidak mungkin sebaik itu Sistem. Baiklah, aku setuju.’


‘Permintaan disetujui, memulai memberikan seluruh hukum kepada tubuh Host.’


‘Mengorbankan tiga kesempatan hanya untuk satu permintaan ini, kurasa tak buruk juga.’


Aku tersenyum kegirangan, permintaanku saat ini akan memberi kemudahan untuk apa yang kulakukan kedepannya.


‘Harap Host tidak pingsan saat proses pemberian hukum terjadi. Semangat Host ^_^’


‘Eh ... aku punya firasat buruk!’


Senyum yang terlukis di wajahku sekejap menghilang saat sistem memberiku peringatan. Namun, aku tetap berusaha tenang.


‘Ugh.’


Seluruh tulangku rasanya seperti patah semua, ini lebih sakit dari pada yang pernah kurasakan sebelumnya.


Buk ...


Aku tersungkur di tanah karena menahan rasa sakit ini.


‘Ho ... hoek ...’


Brushhh ...

__ADS_1


Beberapa liter darah berwarna hitam keluar dari mulutku. Samar-samar aku dapat menghirup bau busuk dari darah yang keluar, aku berusaha menahan penderitaan ini agar tidak pingsan.


Beberapa menit telah berlalu, tulangku yang patah telah sembuh kembali, namun aku yakin ini adalah yang terakhir kali aku merasakannya.


Sebelumnya tulangku yang patang langsung sembuh, lantas patah lagi dan sembuh lagi, hal itu terus terjadi berulang kali. Hingga rasanya aku ingin pingsan.


‘Apakah sudah selesai Sistem?’


Aku bertanya seraya berdiri kembali, entah kenapa aku merasa lebih baik dari yang sebelumnya. Walaupun kondisi ini ku dapatkan setelah mengalami rasa sakit yang spektakuler sebelumnya.


‘Sudah selesai Host, apakah Host merasa lebih baik?’


‘Ya, rasa sakit tadi sebanding dengan apa yang ku dapatkan.’


Aku tersenyum sinis menatap Sistem. Aku bersumpah tidak akan lagi mengalami rasa sakit yang sebelumnya. Sebenarnya banyak yang terjadi, tapi aku hanya mengatakan sebagian kepada kalian. Cukup kejadia yang tulang patah dan muntah darah, untuk yang lain akan ku simpan sebagai rahasiaku.


‘Semakin tinggi keuntungan, semakin tinggi resiko. Bukankah Host memahami hal tersebut?’


‘Ya, aku paham lebih baik dari yang kau pikirkan. Sekarang bisakah aku mempelajari sebuah hukum?’


‘Ya, karena Sistem ini baik hati. Maka Host dapat mempelajari tiga hukum secara gratis.’


‘Gratis? sial, aku di tipu!’


‘Apakah Host mengira akan langsung mendapat seluruh hukum yang Host mau? tentu saja tidak, semua hal yang ada di semesta ini ada harganya Host.’


‘Lalu, untuk apa permintaanku sebelumnya?’


‘Untuk memudahkan Host menampung seluruh hukum yang akan dipelajari.’


‘Huh, baiklah. Aku paham. Jadi, bisakah kita langsung saja membahas tiga hukum yang ingin ku pelajari?’

__ADS_1


‘Sesuai kehendak Host.’


Bersambung


__ADS_2