Diary Of Jianren

Diary Of Jianren
Bab 20 - Akame Himejima!


__ADS_3

‘Kau telat sistem. Seharusnya memberitahuku sebelum dia muncul di dekatku.’


‘Usaha yang sia-sia. Walaupun sistem memberitahu Host. Mungkin Host tetap diam menunggu bawahan kedua Host selesai terbangkitkan.’


‘Kau tidak salah.’


Aku terdiam mendengar alasan sistem. Apa yang sistem ucapkan sangat masuk akal. Aku juga menyepelekan orang yang datang. Jadi, ini murni kesalahanku.


“Halooo, apa kau tidak mendengarku?”


Perempuan di belakangku memanggilku, dia terdengar tidak sabar dengan jawabanku.


“Itu bukan urusanmu.”


Aku menjawab perempuan itu tanpa menoleh sedikitpun.


“Wah, apakah tuan pembunuh Raja Setan Zhong Kui begitu dingin?”


‘Dia bukan perempuan biasa.’


Mendengar perkataan itu dari mulut perempuan di belakangku, aku yakin bahwa identitasnya tidak sederhana.


Aku menoleh melihat perempuan itu. Sekilas dia tampak seperti perempuan kutu buku, tapi aku dapat menyadari aura yang dia pancarkan. Dia sama sekali tidak menyembunyikan aura yang terpancar dari dirinya.


Rambut hitam panjang dengan kacamata hitam yang membuatnya terlihat culun. Dia mungkin berusaha tidak mencolok di kalangan masyarakat. Rambut pendeknya yang di kuncir kuda sehingga menambah kesan culunnya. Dia masih memakai seragam sekolah SMA 8 Karta, sekolah yang sama sepertiku.


Jujur saja aku tak pernah melihat atau mendengar mengenai perempuan berkacamata ini. Dia menyembunyikan diri dengan bagus.


“Bagaimana kau bisa tau?”

__ADS_1


Aku mencoba menggali informasi darinya. Namun, dia tidak sebodoh itu.


“Bukankah aku terlihat bodoh jika mengatakannya?”


“Terserah padamu. Aku berharap kau tidak mengatakan perihal ini kepada orang lain.”


“Apa kau berusaha menyembunyikan kekuatanmu dari orang lain? kau sungguh menyia-nyiakan bakatmu.”


Aku hanya diam mendengar perkataannya. Bakat? aku tak punya hal mewah seperti itu, ini hanyalah manfaat yang sistem berikan kepadaku. Jika suatu saat sistem meninggalkan diriku, semua pencapaianku akan hilang tak tersisa.


‘Host perlu tau bahwa sistem tidak akan meninggalkan Anda. Sistem sudah terikat selamanya.’


‘Selamanya itu kapan?’


Sistem tidak menjawab pertanyaanku. Akupun tidak bertanya lebih jauh lagi.


Swoshhh.


Shet.


“Master!”


“Ini kamu?”


Hantu gadis kecil itu melompat ke depanku, dia berlutut seraya memberiku penghormatan. Tapi, aku terkejut saat melihat bentuk tubuhnya.


Saat ini dia bahkan tak kayak untuk di panggil 'gadis kecil'. Bentuk tubuhnya sudah menyamai orang dewasa. Rambut panjangnya berubah menjadi blonde dari warna putih pucat. Matanya berwarna violet dengan tatapan dingin. Dia membawa dua katana di pinggangnya. Aura yang dia pancarkan lebih kuat dan kejam dari sebelumnya.


“Ya, ini saya.”

__ADS_1


“Bagaimana bisa tubuhmu menjadi lebih dewasa?”


“Mouuu...ini adalah tubuh saya yang sebenarnya. Penampilan saya yang sebelumnya dikarenakan beberapa kondisi, Master tidak perlu terkejut.”


“Lalu, saya juga memulihkan beberapa ingatan saya. Yang paling penting nama saya adalah Akame Himejima. Master bisa memanggil saya Akame.”


Akame melanjutkan ucapannya sembari menatapku dengan tatapan kesal. Ya mau bagaimana lagi, penampilannya yang sekarang sangat berbeda dari sebelumnya. Butuh beberapa waktu bagiku untuk menerima keadaannya. Aku akhirnya bisa percaya tentang cerita kekasihnya yang pergi berperang.


“Baik Akame, aku mengerti.”


Aku mengangguk paham. Sebenarnya aku ingin bertanya tentang kehidupannya lebih jauh. Tetapi, aku sungkan karena itu privasinya.


“Jadi dia yang memancarkan aura mengerikan tadi.”


Perempuan yang datang sebelumnya langsung bergabung dalam pembicaraan kami. Dia memandang rendah Akame dari balik kacamata.


“Siapa perempuan ini Master?”


Aku menggeleng-geleng kepala tanda tidak tau. Lalu, aku menoleh ke arah perempuan itu seraya bertanya, “Siapa namamu? kamu dari SMA 8 Karta, kan?”


Perempuan itu diam tak menjawab. Namun, dia menatapku seakan memberitahukan sesuatu.


“Oh ya, maaf sebelumnya. Namaku Yang Jianren. Aku dari kelas R. Salam kenal.”


Setelah memahami apa yang di tunggu perempuan itu, aku langsung memperkenalkan diri. Aku sungguh lupa sopan santun ketika bertanya nama seseorang, seharusnya aku memperkenalkan diri terlebih dahulu.


“Aku Ye Shu Yan dari Kelas Q. Salam kenal juga, Jianren.”


Dia memperkenalkan diri tak lama kemudian. Namun, aku merasa aneh ketika dia mengucapkan namaku dengan nada berbeda dari sebelumnya, seakan namaku sangat ditekankan. Apa ini hanya perasaanku? entahlah.

__ADS_1


“Akame Himejima, salam kenal.”


Bersambung


__ADS_2