Dijodohkan Dengan Santri

Dijodohkan Dengan Santri
Heboh


__ADS_3

Gavin pun membuka helm nya dan ya lagi lagi para murid yang ada disana terkejut terjungkal terguling guling saat melihat wajah tampan gavin bahkan sangat tampan sehingga membuat siswi yang berada disana histeris.


"Wahh karina cakep bismillah cowonya"


"Semoga itu abang karina"


"Cakep bener woe andai dia sekolah di sini"


"Bang adek ga kuat liat wajah abang"


"Bismilah dengan restu mamah papah"


Begitulah kira kira perbincangan para siswi saat melihat wajah tampan gavin.


Karina yang melihat ekspresi para siswi merasa cemburu saat mereka melihat wajah gavin.


"Lebay banget sih" Gumam karina kesal.


"Jangan cemberut dong sayang" Kata gavin sembari mengelus rambut karina.


"Apaan sih" Cetus karina


"Yaudah aku pulang dulu ya kamu semangat belajar nya ya sayang" Ucap gavin sembari tersenyum manis.


"Iya hati hati" Tutur karina sembari menyalami dan mencium tangan gavin.


"Iya sayang dah" Pamit gavin dan pergi.


Karina pun langsung memasuki gerbang sekolah nya.


"Wah lihat lah karina sekarang dia sudah bertobat guys" Kata bari sembari melihat karina yang sudah sangat rapi dengan seragam nya bahkan ini pertama kali nya seorang karina memakai seragam se rapi ini.


"Kenapa sih kalian semua lebay" Cetus karina dan pergi meninggalkan bari dan menuju kelas nya.


"Wahh hay karinaaaaaaa" Teriak kaila saat karina memasuki kelas.


Dan fany pun langsung memasuka roti ke mulut kaila.


"Suara lo ga baik buat kesahatan kuping kel" Kata fany.


"Ihh fany btw makasih yah lumayan roti gratis" Ucap kaila dan memakan roti tersebut.


"Eh btw lo gimana rin? " Tanya fany dan membuat karina bingung.


"Gimana apanya? " Tanya balik karina.


"Kan lo habis nikah rin" Jawab fany kesal.

__ADS_1


"Ya terus kenapa gue habis nikah? " Tanya karina yang masih bingung.


"Lo ga pekaan banget sih rin, maksudnya si fany tuh lo udah itu belum" Jelas kaila sembari menyatukan tangan nya.


"Astaghfirullah otak kalian kayak nya butuh imunisasi" Kata karina sembari memukul pelan kepala kedua sahabatnya itu.


"Ihh rin rin" Kata fany kesal.


"Gue masih suci dan gue ga akan melakukan itu sama cowo yang ga gue suka" Tutur karina kesal.


"Yaelah rin rin gue kira-"


"Udah udah kalian ga usah macem macem deh" Kata karina memotong perkataan kaila yang akan membicarakan hal yang tidak masuk akal.


"Woy gua denger ada murid yang maksa masuk ke sekolah kita tuh" Kata kaila sembari makan.


"Siapa? " Tanya fany dan karina bersamaan.


"Mana gue tau mending makan dulu baru kepo" Kata kaila yang sangat sibuk dengan makanannya.


Saat sedang makan ada salah satu anggota OSIS manggil karina agar segara ke ruang OSIS sekarang juga.


"Guys gua duluan ya btw bayarin makanan gue ya" Kata karina langsung kabur menuju ruang OSIS.


"Nyari kesempatan dalam kesempitan lo rin" Teriak kesal fany.


"Lo pacaran sama ni orang? " Tanya bagas sembari menunjuk arga.


"Udah putus" Jawab singkat karina.


"Rin gue salah apa" Kata arga sembari berusaha memegang tangan karina.


"Kalian bisa keluar dulu ga? gue ada urusan pribadi yang harus di selesaikan" Tanya karina ke bari dan bari mengangguk paham.


"Oke guys ayo keluar kita kasih waktu 10 menit rin" Kata bari dan diangguki karina.


"Oke lo ga usah pegang pengan tangan gue" Cetus karina.


"Tapi rin gue salah apa sama lo gue tuh cinta banget sama lo rin" Ucap arga sembari memasang wajah memelas.


"Cinta? makan tuh cinta lo kira gue ga tahu gitu selama ini lo punya cewe" Cetus karina tanpa melihat arga.


"Lo salah paham rin, gue ga punya pacar selain lo" Tutur arga.


"Iya ga punya pacar selain gue tapi lo punya selingkuhan kan? " Tanya karina dan membuat arga terdiam.


"Kenapa perkataan gua tepat sasaran ya? " Tanya karina lagi.

__ADS_1


"Jujur gue ga nyangka lo bakal se tega itu gue kira lo itu bener bener tulus sama gue tapi ternyata itu hanya akting saja"Kata karina sembari tertawa kecil.


" Itu sahabat gue rin gue sayang saya dia"Kata arga berusaha menyakinkan karina.


"Sahabat? cih mana ada sahabat se romantis itu mana pakai kalung love couple lagi" Sindir karina sembari menunjuk kalung yang di pakai arga.


"Lo kenapa sih rin ? lo udah punya cowo baru yang nganterin lo ke taman kemarin? " Tanya arga dan karina terkejut saat mendengar itu.


"Jangan sok tau deh lo, gua udah muak liat akting lo dan mending lo pergi ke sekolah lo dan jangan buat keributan disini" Tutur karina.


"Gua ga akan pergi kalau lo masih membuat keputusan kalo lo bene bener mau putusin gue" Tutur arga.


"Udah deh arga ga usah kayak anak kecil hargai keputusan gue, gue males liat akting lo berpura pura tulus sama gue pura pura cinta banget sama gue muak banget tau ga" Tutur karina.


"Tapi rin gue beneran cinta sama lo gua ga mau putus dari lo gue sayang sama lo gue sama tuh perempuan cuman sahabat doang rin percaya deh sama gue" Kata arga memohon.


"Terserah lo mau bilang apa pokonya keputusan gua udah bulat" Cetus karina sembari pergi meninggalkan ruang OSIS.


"Liat aja nanti rin gua bakal bikin lo jadi pacar gue lagi" Teriak arga ke karina yang hendak keluar dan karina hanya mengabaikan nya saja.


"Urusan gue udah selesai dan gua mau ke kelas permisi" Ucap karina dan pergi ke kelas nya.


"Karinaaa beneran ya sih arga dateng? " Tanya kaila heboh saat karina duduk di kursi nya yang berada di belakang nya.


"Ya begitulah kalian jangan tanya tanya gue, gue lagi pusing banget banyak masalah hidup" Tutur karina dan langsung menjadikan tas nya bantal dan tidur.


"Buset dah nih anak ternyata belum tobat" Kata fany sembari menggelengkan kepala nya.


Karena sudah bel buk Rani langsung masuk ke kelas dan saat melihat karina yang sangat nyenyak tertidur dengan menggunakan tas sebagai bantal buk Rani langsung melemparkan penghapus ke karina.


"Hello nyonya karina sangat nyenyak sekali ya tidur nya" Kata buk Rani sembari tersenyum mematikan.


"Apaan sih fa-" Gumam karina dan perkataannya terhenti saat melihat buk Rani yang sekarang berada di dekat nya.


"Ehh buk Rani siang buk baru saja saya mau bangun udah ibuk bangunin aja,makasih ya buk makin cinta akuh tuh" Ucap karina dramatis.


Buk Rani yang melihat kelakuan karina hanya bisa menggelengkan kepala nya dan memulai pelajaran.


.


.


.


.


Hay semua nya jangan lupa Like, Komen,dan Vote yah!.

__ADS_1


Biar author semangat buat nulis nya😼


__ADS_2