Dijodohkan Dengan Santri

Dijodohkan Dengan Santri
Cobaan Yang Berat


__ADS_3

"Iya dedek cantik kuu"Ucap karina sembari tersenyum.


"Kalau gitu kakak ke sana dulu ya" Pamit karina.


"Iya kak"Ucap kompak mereka.


Karina pun pergi menghampiri gavin yang dari tadi sedang berbincang dengan buk mikah.


"Ada apa hm? " Tanya gavin ke karina.


"Emm gaada, eh buk saya boleh bertanya ga? " Tanya karina ke buk mikah.


"Tentu saja boleh" Kata buk mikah sembari tersenyum.


"Kenpa ketiga kembar bersaudara tersebut berada di panti asuhan buk? " Tanya karina sembari memperhatikan dari jauh ketiga kembar tersebut yang sedang asyik bermain bersama.


"Mereka disini karena orang tua mereka mengalami kecelakaan pesawat saat ingin pergi Berbisnis di luar negri" Jelas buk mikah ke karina.


"Apakah mereka sudah tau buk? " Tanya karina.


"Tentu, saat ini umur ketiga bersaudara tersebut 6 tahun dan orang tua mereka telah meninggal 1 tahun yang lalu, ibuk salut kepada mereka karena sangat kuat melewati cobaan yang telah mereka hadapi" Ucap buk mikah sembari tersenyum ke arah ketiga bersaudara kembar tersebut yang sedang bermain dan tertawa bersama.


"Cobaan apa yang ibuk maksud? " Tanya karina yang begitu penasaran.


"Ibuk menemukan mereka di pinggir danau nak"


Flashback.


"Buk kita boleh nyanyi ga? " Tanya cesi ke buk mikah yang sedang duduk di tikar dekat danau.


"Silahkan nak" Tutur buk Rani sembari tersenyum.


Ketiga saudara kembar tersebut bernyanyi dengan sepenuh hati mereka saat bernyanyi mereka tak lupa untuk tersenyum sungguh kuat topeng mereka.


"Kalian tinggal di mana nak? " Tanya buk mikah saat mereka sudah selesai bernyanyi.


"Kita saat ini tinggal di mana saja buk asal kan tidak di usir" Jawab cesi sembari tersenyum.


"Orang tua kalian kemana nak? " Tanya buk mikah sembari memperhatikan baju yang sedang di kenakan ketiga bersaudara kembar tersebut.


"Kalian gapapa kan? sini cerita sama ibuk" Ucap buk mikah sembari tersenyum.


"Nanti tikar nya kotor buk kalau kita dudukin"Kata ceci sembari menundukan kepala nya.

__ADS_1


"Tenang aja sayang gapapa kok sini duduk bareng"Ucap buk mikah sembari tersenyum hangat ketiga bersaudara kembar tersebut.


Dan mereka pun langsung duduk.


"Coba kalian cerita mana tau nanti ibuk bisa bantu kalian" Ucap buk mikah sembari tersenyum ke mereka.


"Jadi gini buk orang tua kita baru saja mengalami kecelakaan pesawat dan meninggal dunia 2 hari yang lalu, semenjak orang tua kami meninggal saudara saudara dekat kami tidak ada yang peduli dengan keadaan kami bertiga bahkan bibi art rumah kami menghianati kami buk, mereka mengambil semua uang kami bahkan mereka mengusir kami hingga menjadi telantaran kami makan seadanya, bahkan kami harus mencari uang untuk bertahan hidup"Jelas cesi sembari menahan nangis.


Ceci dan cici yang tidak bisa menahan tangis mereka saat mendengar cerita kisah hidup mereka yang sangat berat di usia mereka yang sangat muda mereka harus melewati masa betapa kejam nya dunia ini di usia yang sangat muda.


Buk mikah yang mendengar cerita tersebut pun memeluk mereka bertiga.


"Tenang sayang, kalian jangan takut disini ada buk mikah kalian anggap saja ibuk sebagai mama kalian" Ucap buk mikah sembari tersenyum.


"Ayo kita pergi bersama ke tempat keluarga kalian yang baru" Ucap buk mikah ketiga bersaudara kembar tersebut.


Flashback off.


"Begitulah asal mula nya ibuk kenal mereka" Jelas buk mikah.


Karina yang mendengar cerita dari buk mikah tanpa dia sadari telah meneteskan beberapa air mata nya.


Gavin yang melihat itu langsung mengelap air mata karina dengan tangan nya.


"Iya nak, kalau begitu ibuk pergi dulu ya kalau kalian ingin bantuan atau memerlukan sesuatu pinta saja ke staff yang berada di sini ya" Ucap buk mikah lalu pergi.


"Topeng mereka kuat ya walau banyak cobaan yang mereka hadapi saat masih kecil padahal banyak orang mengatakan bahwa masa masa yang paling indah itu adalah masa kecil" Kata karina sembari melihat ke arah ketiga bersaudara kembar tersebut yang sedang bermain dan bercanda.


"Oleh karena itu kita harus bersyukur apa yang kita miliki jangan banyak mengeluh" Ucap gavin sembari mengelus kepala karina.


"Dan juga kamu jangan sering menyia nyia kan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup mu" Kata gavin.


"Banyak sekali pelajaran hidup yang bisa saya ambil dari sini, terima kasih atas ajakan kakak" Ucap karina berterima kasih ke gavin.


"Iya sama sama, saya harap kamu akan berubah menjadi orang yang lebih dewasa dari sebelum nya" Kata gavin sembari tersenyum.


"Saya saran kan agar kakak kalau di depan teman teman saya untuk tidak tersenyum " Ucap karina


"Cemburu yaaa kamuu" Goda gavin sembari mencubit gemas pipi karina.


"Enggak tuh biasa aja" Ucap karina yang berusaha untuk tetap terlihat tenang di depan gavin padahal saat ini hati nya pak cepak jeder.


"Kalau gitu ayo kita ke tempat ketiga kembar" Ajak gavin sembari menggandeng tangan karina menunju tempat cesi, ceci, cici bermain bersama.

__ADS_1


"Wahh kakak bidadari bareng pangeran nihh" Ucap senang cici saat melihat karina dan gavin menghampiri mereka.


"Hay adik adik cantik" Sapa gavin sembari tersenyum manis hingga memperlihatkan lesung pipi nya.


"Wahh abang ini ganteng banget kayak pangeran" Ucap kagum ceci.


"Iya cocok banget sama kakak bidadari yang cantik" Ucap cesi.


"Kalian bisa aja nih" Ucap karina yang lumayan malu karena di puji terus.


"Berarti abang pangeran kak karina bidadari nya ya? " Tanya gavin sembari menyamakan tubuhnya dengan tinggi badan ketiga bersaudara kembar tersebut.


"Iya dong bang biar kayak di film film ituh" Ucap ceci.


"Iya biar kayak dongeng" Ucap cici.


"Kalian dapet dari mana nih boneka nya? " Tanya gavin.


"Dari kakak bidadari bang" Jawab mereka kompak.


"Kalian dapet boneka dari kakak bidadari berarti abang pangeran mau ngasih kalian coklat aja deh, hayoo siapa yang mau coklat? " Tanya gavin sembari menunjukan 3 coklat yang dia miliki.


"Kita semua mau dong bang pangeran" Ucap kompak mereka.


"Kalau begitu kalian harus jadi anak yang baik, pinter, tidak boleh nakal seperti kakak bidadari dan juga rajin beribadah ya? " Kata gavin ke mereka.


"Emang kak bidadari nakal bang? " Tanya cesi.


"Iya nakal banget malah" Jawab gavin semua tersenyum ke karina.


Dan karina pun langsung memukul bahu gavin pelan.


"Enggak kok kakak ga nakal, justru kalian harus mencontoh sifat kakak supaya menjadi anak yang baik" Ucap karina sembari tersenyum.


.


.


.


.


Hay semua nya jangan lupa Like, Komen,dan Vote yah!.

__ADS_1


Biar author semangat buat nulis nya😼


__ADS_2