Dijodohkan Dengan Santri

Dijodohkan Dengan Santri
Memulai


__ADS_3

Bel pulang pun berbunyi karina langsung menuju gerbang untuk menunggu gavin menjemput nya.


"Udah lama nunggu nya? " Tanya gavin yang baru saja datang dengan menggunakan mobil.


"Enggak kok, gue baru aja pulang" Jawab karina.


Gavin pun membuka kan pintu mobil untuk karina dan mempersilahkan karina masuk.


"Silah kan masuk tuan putri kecil ku" Kata gavin sembari tersenyum manis.


Karena perlakuan gavin karina jadi salting dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Ini mau kemana? " Tanya karina sembari melihat gavin yang sedang fokus menyetir.


"Ke rumah kita dong sayang" Jawab gavin sembari melirik karina.


"Rumah kita? " Tanya karina bingung.


"Jadi bunda dan papa ngasih hadiah pernikahan kita tuh rumah dan barang barang kamu tadi udah di beresin dan sekarang koper kamu ada di belakang" Jelas gavin.


"Kenapa ga tingga di rumah mama atau rumah mamih aja? " Tanya karina lagi.


"Karena mereka mau kita mandiri sayang" Jawab gavin.


"Ohh gitu" Ucap karina sudah paham.


....


"Ayo sayang sudah sampai" Ucap gavin sembari membuka kan pintu mobil untuk karina.


Karina terdiam saat melihat rumah yang akan mereka tinggali.


"Kenapa rumah nya besar vin bukannya kita cuman berdua doang? " Tanya karina saat melihat rumah yang mewah dan cukup besar.


"Kan nanti kita bakal punya anak sayang" Kata gavin dan membuat wajah karina merah.


"Apaan sih ayo masuk"Ujar karina.


Gavin yang melihat kelakuan karina pun tertawa kecil.


"Iya iya sabar dong sayang"Ucap gavin sembari menggeret beberapa koper.


"Huh capeee" Kata karina sembari duduk di sofa.


"Koper nya taruh mana sayang? " Tanya gavin.


"Aelah vin ga usah manggil sayang napa geli tau" Cetus karina yang merasa geli di panggil sayang padahal ntah kenapa dia merasa senang saat gavin memanggilnya dengan sebutan itu.


"Gapapa dong sayang biar romantis" Ucap gavin sembari tersenyum.


"Au deh kita pisah kamar ya" Kata karina sembari menaiki tangga dan di ikuti gavin yang membawa koper nya.


"Kok pisah sih sayang? " Tanya gavin ke karina yang sedang si sibuk memilih kamar nya.


"Pokonya gue mau pisah kamar, bye ini akan resmi jadi kamar gue dan lu cari kamar sendiri" Kata karina sembari mengambil kopernya dari gavin.


"Ya Allah beri lah hamba kesabaran yang besar" Kata Gavin sembari memilih kamar nya.


.....

__ADS_1


Setelah membereskan pakaian nya dan merapikan kamar nya karina pun bermain hp.


Dan tiba tiba Gavin mengetuk pintu kamar karina dan berkata.


"Sayanggggg" Teriak Gavin.


"Apaaan? " Teriak balik karina.


"Sini keluar" Suruh Gavin dan karina pun keluar dari kamar nya.


"Kenapa sih? " Tanya karina sembari keluar dari kamar nya.


"Sayang aku laper nih" Ucap Gavin dengan muka cemberut.


"Lah tinggal makan aja susah" Cetus karina.


"Masakin dong sayang" Ucap Gavin dengan nada manja.


"Dih ogah gue masakin lo" Tolak karina mentah mentah.


"Oke aku ga bakal ngasih kamu uang jajan dan uang bulanan" Ancam gavin.


"Bodo gue bisa minta ke mamah dan ayah" Ucap karina sembari menjulurkan lidah nya.


"Percuma kamu minta ke mamah ga bakal di kasih kan sekarang kamu udah nikah sama aku jadi udah tanggung jawab aku ngasih kamu uang jajan" Tutur Gavin.


"Ribet banget sih" Cetus karina.


"Masakin dong laper nih" Pinta Gavin ke karina dengan wajah memohon.


"Yaudah deh iya" Ucap karina pasrah dan pergi ke dapur.


"Vin kok gaada bahan bahan nya sih? " Tanya karina ke Gavin yang sedang duduk di kursi.


"Oh iya kita kan baru saja pindah dan belum belanja sayang" Jawab Gavin.


"Terus gimana dong? " Tanya karina.


"Masak aja apa yang ada" Jawab Gavin.


"Oke" Ucap singkat karina dan langsung memasak telur dadar dan memasak nasi goreng.


Saat karina sedang sibuk memasak Gavin pun hanya memandangi wajah karina sembari tersenyum.


"MasyaAllah cantik banget istri aku" Batin Gavin saat memperhatikan wajah karina yang sedang sibuk memasak.


Karina pun meletakkan makanan yang sudah di masak di meja makan.


"Nih udah jadi ayo makan" Ujar karina sembari makan.


Saat memakan masakan karina gavin terkejut dengan rasa nya.


"Emm enak banget masakan kamu seperti masakan bunda" Puji Gavin sembari makan dengan lahap.


"Iya dong kan gue yang masak tentu saja terjamin enak" Ucap karina percaya diri.


Gavin yang melihat kelakuan karina hanya menggelengkan kepala nya.


"Eh lu ga sekolah atau udah tamat? " Tanya karina.

__ADS_1


"Aku udah kuliah" Jawab Gavin.


"Lho?! " Ucap karina yang bingung.


"Jadi gini kamu sama aku itu cuman beda 1 tahun" Jelas Gavin ke karina.


"Ohh berarti gue manggil lu apa dong biar sopan dikit" Tanya karina.


"Senyaman mu aja tapi sayang juga boleh kok" Goda Gavin sembari tersenyum.


"Yaudah gue manggil lu kak aja deh biar sopan" Ucap karina.


"Iya sayang" Ucap gavin.


"Kapan kita cerai? " Tanya karina dan membuat Gavin tersedak saat minum.


"Ha cerai?! " Tanya Gavin yang sedikit kaget dengan pertanyaan karina.


"Iya kan kita nikah karena di paksa bukan kemauan" Jawab karina tanpa berdosa.


"Astaga sayanggg pernikahan itu bukan kayak pacaran" Ucap Gavin.


"Ga tau ah nih juga mamah ngasih gue buku buat jadi istri yang baik" Ucap karina sembari menunjukan buku tersebut.


"Coba kamu baca buku itu sampai habis dan mungkin kamu bakal dapat jawaban disitu" Ujar Gavin.


"Jawaban apaan? " Tanya karina bingungnya.


"Udah baca aja nanti aku bakal kasih kamu beberapa buku lagi" Ucap Gavin.


"Yaudah deh gua mau ke kamar jangan lupa cuci piring ya" Ucap karina dan pergi ke kamar.


"Semoga setelah membaca buku itu dia bertobat ya Allah" Batin Gavin sembari melihat kepergian karina.


Karina pun langsung mendudukan diri nya ke sofa yang berada di dekat balkon dan membaca serta menghayati isi buku yang di beri ibunya yang berjudul Bagaimana Menjadi Seorang Istri yang Sholehah.


"Astaghfirullah berarti gue istri yang durhaka dong? " Gumam karina saat membaca buku tersebut.


"Ya Allah maafkan hamba" Gumam karina dan melanjutkan membaca lagi.


20 menit lama nya karina membaca buku tersebut.


"Oke aku harus berubah" Kata karina menyemangati dirinya.


Dan dia memutuskan untuk turun ke bawah mencari keberadaan Gavin.


"Kakk" Panggil karina ke Gavin yang sedang menonton ceramah di ruang santai.


"Iya ada apa sayang? " Tanya Gavin dengan nada yang lembut.


.


.


.


.


Hay semua nya jangan lupa Like, Komen,dan Vote yah!.

__ADS_1


Biar author semangat buat nulis nya😼


__ADS_2